Target Medali Emas Olimpiade Bulu Tangkis, Bukan Angan Semata

- Advertisement -

Foto: Staf Kamerawan
(Dok. Pribadi)

Penulis: Elza Hasyim Nasution

Setelah Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mengonfirmasi bahwa telah berakhir masa kualifikasi Tokyo 2020 pada 25 Mei lalu. Maka, perhitungan poin para atlet bulu tangkis yang lolos untuk tampil di Olimpiade Tokyo 2021 resmi ditutup.  Hal ini menandakan bahwa tim bulu tangkis Indonesia hanya mengirimkan 7 wakil untuk tampil di puncak ajang empat tahunan tersebut. 

- Advertisement -

Ke-tujuh wakil yang dikirim merata dari 5 sektor, yakni Anthony dan Jonatan Christie dari sektor tunggal putra. Pada sektor tunggal putri diwakili oleh Gregoria Mariska Tunjung. Ganda putra peringkat satu dan dua dunia diwakili oleh Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo serta Moh. Ahsan dan Hendra Setiawan. Ganda putri diwakili oleh Greysia dan Apriyani serta dari sektor ganda campuran ada Praveen Jordan dan Melati Daeva.

Prestasi bulu tangkis Indonesia di pentas dunia memang tak bisa dipandang sebelah mata. Bisa dikatakan, regenerasi atlet cabor ini berjalan dengan cukup baik. Tak salah, jika hampir setiap tahunnya sektor ini mampu mencetak atlet yang berhasil menjadi juara dunia. Tak terkecuali di perhelatan olimpiade, cabor bulu tangkis ini kerap dijadikan pijakan guna mendulang medali di setiap sektornya. Seperti yang terjadi 5 tahun lalu di ajang Olimpiade Rio De Janeiro 2016, saat pasangan ganda campuran Indonesia, yakni Lilyana Natsir dan Tontowi Ahmad berhasil menjaga kans tradisi emas olimpiade setelah menaklukkan ganda campuran asal Malaysia atas nama Goh Liu Ying dan Chan Peng Soon .

Lalu, setelah menilik hal ini, bagaimana peluang sektor bulu tangkis Indonesia untuk mendulang emas di Tokyo nanti? Tentunya, setiap wakil yang diturunkan dalam perhelatan kejuaraan akbar multi event ini memiliki kans yang cukup besar untuk mendulang medali emas. 

Sejatinya ke-7 wakil Indonesia ini memiliki rival terberatnya masing masing. Namun, hal ini belum bisa dijadikan sebagai tolok ukur. Sebab, peringkat lawan hanyalah angka di atas kertas. Di ajang seperti ini sering muncul pemain non-unggulan yang kerap menebar ancaman dan memberikan kejutan, sehingga mengacaukan persaingan di antara pemain papan atas. Pasangan ini lebih dikenal dengan predikat “Kuda Hitam”.

Dilansir dari laman Suara.com, secara peta kekuatan, tentunya Indonesia mampu merebut satu medali emas dari cabang bulu tangkis. Kans besar ini bisa datang dari ganda putra unggulan satu dunia, yakni Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo. Tak hanya mereka, pasangan ganda putra senior dengan segudang pengalaman dalam diri yakni Hendra Setiawan dan Moh. Ahsan juga ikut andil. 

Tentunya, para penggemar dunia bulu tangkis yang lebih akrab disapa dengan sebutan BL (Badminton Lovers) menaruh harapan besar kepada dua pasangan ini guna bisa menciptakan All Indonesian Final di Olimpiade Tokyo pada Juli mendatang.

Share article

Latest articles