Tanggung Jawab Bukanlah Beban, tetapi Kesempatan

- Advertisement -
(Ilustrator: Syifa Zanjabila)

Penulis: Riska Dwi Putri

“Hidup adalah sebuah pemberian dan hidup memberikan kita keistimewaan, kesempatan, dan tanggung jawab untuk menjadi seseorang yang lebih baik.”

Lahir adalah proses awal kita untuk melihat dunia yang fana, dan kematian merupakan proses akhir yang menunjukkan bahwa dunia ini tidak abadi. Selama hidup, kita banyak sekali menjumpai manusia dari berbagai sifat dan sikap yang tidak bisa dihindari.

- Advertisement -

Manusia dengan berbagai sifat dan sikapnya selalu ingin menguasai dunia yang tidak seberapa ini. Sering sekali pemandangan seperti itu selalu terasa jika perilakunya ingin terlihat. Hidup bukanlah perlombaan yang menguasai dunia, tetapi hidup adalah proses agar hal positif yang kita inginkan bisa terwujud.

Tidak harus terburu-buru, semua sudah ada alur dan porsinya sendiri. Tidak perlu 

membandingkan atas apa yang sudah kita raih dengan apa yang mereka raih. Lakukan yang terbaik dan hiduplah menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Ketika manusia diciptakan sudah diberikan tanggung jawab, dan bukan hal bisa untuk dipermainkan atau ditinggalkan begitu saja. Tanggung jawab yang diberikan kepada kita adalah tanggung jawab orang yang memberikan kita kepercayaan tersebut.

Jadikan kepercayaan itu sebagai motivasi dan semangat, agar tidak mudah menyerah dengan tanggung jawab yang sudah diberikan. Ketika seseorang memberikan suatu tanggung jawab, itu artinya kita mampu untuk menjaga rasa percaya tersebut dan mampu memegang tanggung jawab yang diberikan.

Lakukan tanggung jawab yang sudah diberikan dengan maksimal melebihi apa yang kita bisa. Karena apa yang kita bisa belum tentu hasilnya maksimal, tetapi jika melakukannya dengan maksimal tanpa sadar hal itu melebihi apa yang kita bisa.

Semua yang dilakukan dan terjadi didunia ini adalah kehendak-Nya. Maha Pencipta yang telah menggerakan hati dan tubuh kita untuk melakukan hal tersebut. Apa yang kita lakukan didunia ini, lakukanlah karena ingin mendapatkan rida-Nya. Namun, ketika kita melakukannya karena manusia atau ingin mendapatkan perhatian dari orang sekitar, itu bukanlah tindakan yang mulia. Orang yang sukses adalah orang yang mencapai rida-Nya dan orang yang sukses adalah orang yang memiliki rasa tanggung jawab yang besar. 

Editor: Dita Saharani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share article

Latest articles