Di – Lost /2/

Ilustrator: Mhd. Haris

Penulis: Khairatun Hisan

Perihal kedua: Dihilangkan

Sasa masih penasaran sebenarnya apa yang terjadi kepada Arya sehingga dia senyum kepada poster perempuan yang sudah menghilang dua bulan lalu. Pikiran Sasa menjadi-jadi setelah melihat apa yang terjadi, tak ingin pikirannya menjadi buruk akhirnya Sasa memberanikan diri untuk menjumpai Arya. Dan syukurlah, mereka dipertemukan di kantin kampusnya.

“Halo Arya” sapa Sasa

“Eh Sasa, halo juga” sapa Arya

“Ehm, Ya gua mau nanya nih sama lu, tadikan gua tak sengaja tuh ngeliat lu senyum sama poster. Itu siapa kalau gua boleh tahu?”tanya Sasa penuh penasaran

Aku sempat ketakutan dan kegemetaran atas pertanyaan Sasa

“Oh, itu temen gua Sa, gua kaget bukan main pas dia hilang gitu. Terus gua senyum sama dia karena dia udah lama banget tidak keliatan, jadinya gua rindu gitu sama dia” risauku

Iya, aku benar-benar merindukannya. Tapi aku menginginkannya segera mati.

“Syukur deh, gua pikir doi lu, haha” tawa Sasa, padahal ia sempat cemburu

“Haha, enggak deh, yuk ah cabut. Kita makan bareng” ajakku agar ia tak membicarakan wanita tadi.

Aku harap ia juga tidak akan pernah membicarakan wanita tadi, sungguh. Aku tak ingin kau khawatir, Sa.

Di saat yang bersamaan, kami berjumpa dengan Dito dan Irca.

“Lagi-lagi lu bedua, astaga muak banget gua sumpah” ketusku lagi.

“Ketus amat dah cara ngomong lu, napa? Tidak senang lu liat gua beduaan sama Dito?” kesal Irca

“Eh.. Lu bedua ke kantin barengan ya? Ecieee” kagetnya

“Diem dah lu Ca, ga sengaja jumpa juga. Lu kalo tidak tahu apa-apa mah diem aja gausah  ngerocos aja tuh mulut” marahku

“Buset, marah mulu kek nenek lampir. Gua juga bercanda kali, santuy aja napa dah” rayu Irca.

“Udah deh, gua sama Irca pergi dulu. Selamat menikmati hari lu bedua ya, haha” tawa Dito

“Awas aja lu ya To, abis lu” kesalku. Sasa hanya terdiam dan tersenyum melihat tingkah lakuku dan Dito

“Haha, lucu banget sih. Yuk makan. Ntar kelaperan lagi” ajak Sasa tanpa basa basi.

***

Malam telah datang, kembali gelap gulita. Dito tiba-tiba menelponku sambil menangis dan mengatakan bahwa pacarnya telah hilang.

“Ya, Irca ilang, gua tidak tahu dia kemana sekarang. Teleponnya tak diangkat daritadi,” tangis Dito

Baru kali ini aku mendengar tangisan Dito setelah lamanya kami berkenalan.

“Gua gatau apa masalah hidup dia sampai hilang kayak gini,” lanjut Dito yang masih terisak-isak di ujung sana.

“Yauda, lu lapor ke polisi aja dulu. Kalo misalnya kagak ketemu juga, kita yang cariin dia, To” kataku sembari menenangkannya via telepon. Aku benar-benar kaget atas kehilangan Irca pada malam ini, pikiran kusudah melayang kemana-mana. Aku tak tahu lagi apa yang baru saja terjadi.

Kutelepon lagi Dito untuk memastikan ia baik-baik saja.

Tuttt… tutttt…

“Sial, kok tidak diangkat sih To, lu di mana dah gue khawatir banget” gumamku kepada telepon tersebut. Dito tidak mengangkatnya, aku benar-benar khawatir sekali. Tak pikir panjang kuhidupkan mobil bututku dan pergi ke rumah Dito sekarang juga.

Sesampai di rumah Dito, benar-benar tak ada orang, aku bingung ia kemana sekarang

***

Di malam yang sama dan tempat yang berbeda, terdengar rintihan perempuan di gedung yang kosong sekali. Perempuan itu ternyata Irca, ia merintih dan menangis ingin dikeluarkan dari tempat yang menegangkan ini.

“Keluarin gua please, gua salah apa. Gua gada macem-macemkan sama lu, please biarin gua hidup” rintihnya.

Irca makin lama rintihannya makin berisik tapi tak ada jawabansama sekali. Suasana di gedung makin seram, tiba-tiba datanglah sosok misterius ke depan Irca. Irca kaget bukan main, ia tak percaya atas apa yang ada di depan dia.

Di sisi lain, Dito sibuk mencari Irca tanpa mengetahui ia sedang di mana. Ia benar-benar menangis di perjalanan, berharap ia bisa menemukan Irca di jalanan. Nihil, ia tak menemukan Irca sama sekali, bahkan jejaknya juga tak terlihat.

Editor : Rindiani

Latest articles

Daring, Budaya Baru Dunia Pendidikan

  Penulis : Rindiani Sistem pembelajaran daring merupakan implementasi dari pendidikan jarak jauh dalam jaringan. Budaya baru dunia pendidikan ini pun diharapkan dapat meningkatkan pemerataan akses...

Guru Cinta: Mengajar dengan Hati

Judul : Catatan Kecil Pengajar Muda Penulis : Tim Indonesia Mengajar Penerbit : Gagas Media Tahun Terbit :  2013 Tebal Buku : 418...

Ramadan di Tengah Pandemi, Ajang Kembali Pada-Nya

Penulis : Sri Julia Ningsih Barangkali, kita telah melewati bulan Muharram, Safar, Rabi'ul awal, Rabi'ul akhir, Jumadil awal, Jumadil akhir, Rajab, Sya’ ban dengan mengejar...

Addin 304: Islam Agamaku, Islam Jalan Hidupku

Penulis: Kiki Fatmala Islam adalah agama terakhir yang diturunkan Allah melalui malaikat Jibril dan disampaikan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam kepada umatnya sebagai peraturan...

Gelar Diskusi Daring, HIMPROSI: Tingkatkan Kesadaran Keamanan Data Pribadi

Medan, Dinamika Online – Himpunan Program Studi Sistem Informasi (HIMPROSI) UIN SU mengadakan diskusi mahasiswa secara daring dengan mengusung tema “Meningkatkan Kesadaran Akan Keamanan...

Newsletter

[tdn_block_newsletter_subscribe description=”QmVybGFuZ2dhbmFuJTIwdHVsaXNhbiUyMHRlcmJhcnUu” input_placeholder=”Masukkan email anda” btn_text=”Subscribe” tds_newsletter2-image=”753″ tds_newsletter2-image_bg_color=”#c3ecff” tds_newsletter3-input_bar_display=”row” tds_newsletter4-image=”754″ tds_newsletter4-image_bg_color=”#fffbcf” tds_newsletter4-btn_bg_color=”#f3b700″ tds_newsletter4-check_accent=”#f3b700″ tds_newsletter5-tdicon=”tdc-font-fa tdc-font-fa-envelope-o” tds_newsletter5-btn_bg_color=”#000000″ tds_newsletter5-btn_bg_color_hover=”#4db2ec” tds_newsletter5-check_accent=”#000000″ tds_newsletter6-input_bar_display=”row” tds_newsletter6-btn_bg_color=”#da1414″ tds_newsletter6-check_accent=”#da1414″ tds_newsletter7-image=”755″ tds_newsletter7-btn_bg_color=”#1c69ad” tds_newsletter7-check_accent=”#1c69ad” tds_newsletter7-f_title_font_size=”20″ tds_newsletter7-f_title_font_line_height=”28px” tds_newsletter8-input_bar_display=”row” tds_newsletter8-btn_bg_color=”#00649e” tds_newsletter8-btn_bg_color_hover=”#21709e” tds_newsletter8-check_accent=”#00649e” tdc_css=”eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjAiLCJkaXNwbGF5IjoiIn19″ embedded_form_code=”YWN0aW9uJTNEJTIybGlzdC1tYW5hZ2UuY29tJTJGc3Vic2NyaWJlJTIy” tds_newsletter1-f_descr_font_family=”521″ tds_newsletter1-f_input_font_family=”521″ tds_newsletter1-f_btn_font_family=”521″ tds_newsletter1-f_btn_font_transform=”uppercase” tds_newsletter1-f_btn_font_weight=”600″ tds_newsletter1-btn_bg_color=”#4587a0″ descr_space=”eyJhbGwiOiIxNSIsImxhbmRzY2FwZSI6IjExIn0=” tds_newsletter1-input_border_color=”rgba(0,0,0,0.3)” tds_newsletter1-input_border_color_active=”#727277″ tds_newsletter1-f_descr_font_size=”eyJsYW5kc2NhcGUiOiIxMiIsInBvcnRyYWl0IjoiMTIifQ==” tds_newsletter1-f_descr_font_line_height=”1.3″ tds_newsletter1-input_bar_display=”eyJwb3J0cmFpdCI6InJvdyJ9″ tds_newsletter1-input_text_color=”#000000″ tds_newsletter1-input_border_size=”eyJwb3J0cmFpdCI6IjEifQ==”]