Tren Dakwah di Status Media Sosial

0
Foto: Dok. Internet

Penulis: Miranda Lianti

Dewasa ini perkembangan media sosial tak dapat diragukan lagi, sudah sangat banyak aplikasi-aplikasi baru dan canggih dengan fitur yang sangat menarik. Medsos begitu orang menyebutnya, sudah menjadi tren yang luar biasa. Bagaimana tidak, berbagai usia ikut andil dalam memakai apilkasi ini mulai dari anak-anak sampai dengan dewasa bahkan lansia pun tak mau ketinggalan. Everyday, every time, mereka selalu update, baik itu berisi aktifitas keseharian mereka atau bahkan mencari tahu suatu berita.

Dengan berbagai aplikasi media sosial  yang ada saat ini kita sebagai umat muslim, harus bisa memanfaatkan momen tersebut untuk menjalani perintah Allah Subhanahu wa taala yaitu agar umat muslim selalu menyeru dalam kebaikan, salah satu caranya adalah dengan berdakwah.

Kita tahu bahwa dakwah adalah suatu kegiatan dimana kita mengajak manusia untuk beriman dan bertakwa kepada Allah Subhanahu wa taala. Dakwah juga merupakan bukti ketaatan seorang muslim dalam menyebarkan ajaran Islam yang telah dibawakan oleh Rasulullah Sallallahua alaihi wasallam. Dakwah merupakan amalan yang sangat agung di sisi Allah Subhanahu wa taala hal ini, dapat kita buktikan melalui Firman Allah Subhanahu wa taala di dalam Alquran yang artinya

“Dan Siapakah yang lebih baik perkataannya dari pada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan dan berkata, “Sungguh, aku termasuk orang-orang muslimin (yang berserah diri)?” (QS. Fussilat : 33)

Dakwah tidak hanya berhenti pada zaman Rasul saja, tetapi di zaman sekarangpun dakwah masih tetap berlanjut, baik itu lewat panggilan umum yang diadakan di masjid-masjid atau bahkan lewat media sosial masa kini. Akan tetapi kita sebagai umat muslim maukah ikut andil dalam berdakwah kepada Allah Subhanahu wa taala? Memang, berdakwah itu seseorang diwajibkan untuk memiliki kemampuan, akan tetapi tak semua kemampuan orang sama ada yang ahli ceramah, menulis dan lain sebagainya.

Alhamdulillah di zaman yang sering disebut zaman milenial ini media-media yang mendukung kita untuk berdakwah sangat banyak, di antaranya adalah mengupload tulisan, gambar atau ilustrasi yang berisikan menyeru kebajikan kepada Allah Subhanahu wa taala di status media sosial. Tak jarang kita lihat, masih banyak saudara-saudara sesama muslim ketika mereka membuat status di media sosial sangat jauh dari kata dakwah bahkan kosong. Misalnya saja mereka menulis di status. “Aku sedih nih, baru putus sama pacar aku” dan gurauan lainnya yang sama sekali tidak memberi manfaat.

Ketika kita ingin membuat status, usahakanlah status yang kita upload tersebut berisi dakwah yang mengajak manusia kepada kebaikam dan melarang manusia agar tidak berbuat kemungkaran atau hal-hal yang bermanfaat ketika seseorang membacanya, sehingga dengan itu Insyaallah kita akan mendapatkan ganjaran dari Allah Subhanahu wa ta’ala.

Tanpa kita sadari mungkin saat kita mengupload status yang berisikan dakwah kemudian orang yang membaca postingan kita tersebut berubah menjadi baik atau Allah turunkan hidayah kepadanya melalui postingan itu. Maka Insyaallah kita akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengikutinya.

Rasulullah Sallallahuaalaihi wasallam bersabda, “Barang siapa yang mengajak orang lain kepada sebuah petunjuk, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun, dan barang siapa yang mengajak orang lain kepada perbuatan dosa, maka dia akan mendapatkan dosa seperti dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun” (HR. Muslim).

Setelah kita mengetahui ganjaran yang kita dapatkan dari berdakwah maka mulai saat ini kita usahakan status kita berisi tentang dakwah yang menyeru kepada kebaikan serta berusaha untuk meninggalkan status yang tidak bermanfaat. Contoh kasusnya seperti ini, saat kita memposting atau menuliskan tentang kewajiban sholat dan azab bagi orang yang meninggalkannya, kemudian ada orang yang membaca dan berubah sehingga ia tidak lagi meninggalkan sholat tanpa kita sadari pahala kebaikan mengalir dengan sendirinya ke diri kita.

Akan tetapi ketika kita ingin menulis status atau mengupload yang berisikan dakwah, luruskan dan ikhlaskan niat terlebih dahulu, bahwasanya mengupload status dakwah tersebut benar hanya ingin mendapatkan pahala dan rida dari Allah Subhanahu wa taala agar nantinya kita jauh dari sifat riya’ dan berniat agar status kita banyak yang menyukainya.

Karena Allah Subhanahu wa taala tidak menerima amalan yang tidak ikhlas. Dan amalan tanpa ikhlas tidak ada keberkahan di dalamnya bahkan menjadi dosa bagi kita dan dapat menggurkan pahalanya yang tadinya sudah kita raih.

Editor: Rindiani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.