Foto : Google
Foto : Google

Oleh : Dwi Andriani Lestari*

Dalam KBBI, Prostitusi merupakan pertukaran hubungan seksual dengan uang atau harta sebagai suatu transaksi perdagangan. Atau yang sering disebut dengan pelacuran. Prostitusi ini adalah satu pekerjaan haram yang semakin lama semakin ingin dilegalkan dan kemudian seolah-olah menjadi hal yang lumrah jika dilakukan.

Di negara Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam saja, prostitusi bukan hal yang tabu lagi. Prostitusi di negara ini semakin menjamur dan semakin tak terbatas. Pertanda apakah ini ? Inikah tanda akhir zaman yang sering disebut dalam kitab suci Alquran?. Di mana para manusia sudah mulai melupakan kodratnya sebagai manusia yang seharusnya menjalankan perintah Sang Khalik dan meninggalkan larangan-Nya. Jangankan untuk mengingat dosa atau kematian, bahkan para oknum prostitusi ini melupakan segala penyakit berbahaya yang dapat dijangkit ketika proses prostitusi ini dilakoni. Penyakit yang kelak akan membuat hidup semakin suram dan kelam. Penyakit yang membuat mereka kelak tunduk dan tobat kepada Tuhan. Tidakkah mereka berpikir bagaimana kehidupan mereka di masa depan nanti ? Tidakkah mereka seharusnya menabung amal baik untuk kehidupan bahagia di akhirat nanti ?

Terlalu banyak wanita yang melegalkan tubuhnya untuk dinikmati para lelaki hidung belang. Terlalu banyak wanita yang rela menukar tubuhnya demi mendapatkan kemewahan. Dan mereka mencoba mengacuhkan akibat dari apa yang mereka jalankan. Jangankan diingatkan tentang akhirat, bahkan mereka mengabaikan kebaikan dunianya. Dari prostitusi inilah mereka rawan terjangkit penyakit-penyakit yang berbahaya dan mematikan. Lantas, apa lagi yang membuat mereka tetap bertahan dengan pilihan yang menjebloskan mereka ke dalam jurang kemaksiatan ini ? Ekonomi dan kemiskinanlah yang menjadi kambing hitam atas semua ini. Kemiskinan akan harta dan moral dari setiap oknum prostitusi.

Semakin maju teknologi dan kehidupan di negeri ini, maka semakin maju dan pesat pulalah proses prostitusinya. Ini terbukti dengan jaringan baru yakni prostitusi online. Yang sering disebut dengan prostitusi dengan nilai jual tinggi. Prostitusi dengan nilai kemewahan. Prostitusi yang akhir-akir ini menjadi bahasan karena tertangkapnya sang mucikari. Dalam prostitusi ini, mucikarilah yang paling meraup keuntungan lebih. Hanya menjajakan para ”wanita dagangannya” lewat jejaring sosial, dan kemudian dia mendapatkan upah yang tak jauh beda dari apa yang didapatkan sang pelacur. Mucikarilah yang menjadi penyambung lidah dalam prostitusi.

Prostitusi, pastinya hal yang akhir-akhir ini sangat sering dibicarakan. Baik itu di dunia nyata maupun dunia maya. Pasalnya, prostitusi ini sangat mencemarkan sikap dan pribadi masyarakat. Dengan semakin bebasnya prostitusi di negeri ini, membuat orang yang tidak memiliki pekerjaan tidak segan-segan untuk melakoni perannya dalam hal ini. Tentunya kelak hal ini dapat mengganggu pribadi dan watak generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, di sini sangat diperlukan peran dari semua pihak utuk terus mengawasi pergaulan remaja. Hendaknya para orang tua dapat menanamkan pengalaman dan pengetahuan agama dari sejak dini dan terus memberikan perhatian kepada anak-anaknya.

Maraknya prostitusi di negara ini harusnya dapat membuat kita semua berpikir dan bermuhasabah diri. Apa yang terjadi saat ini menjadi fenomena yang merusak generasi penerus bangsa yang kelak menjadi pemimpin di negara ini. Yang kelak dapat menciptakan lapangan kerja yang halalan toyyiba bagi para pengangguran. Bukan membuka lapangan kerja yang malah merusakan pamor negaranya dan mendorong pada ujung bibir api neraka. Audzubillah ‘tsumma ’audzubillah. Semoga kita dapat terlindungi dari sikap dan pola pikir yang membuat kita semakin dekat dengan api neraka dan semakin jauh dengan manisnya keimanan. Berbuat baiklah sampai Tuhan berkata untuk pulang, jangan pernah bosan untuk terus berbuat baik sobat.