Daring, Budaya Baru Dunia Pendidikan

Ilustrasi belajar daring. (Foto/Ilustrasi/Pexels)

 

Penulis : Rindiani

Sistem pembelajaran daring merupakan implementasi dari pendidikan jarak jauh dalam jaringan. Budaya baru dunia pendidikan ini pun diharapkan dapat meningkatkan pemerataan akses terhadap pembelajaran yang lebih baik dan bermutu, karena hanya dengan sistem inilah yang dapat digunakan untuk memberi peluang bagi pelajar maupun mahasiswa untuk mengikuti pembelajaran selama masa pandemi Covid-19.

Sejak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim mewajibkan lembaga pendidikan untuk memberlakukan pembelajaran secara daring, berdasarkan keterangan yang tertera di kanal Twiter resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan @Kemdikbud_Ri, kebijakan yang dituangkan dalam Surat Edaran Nomor 36962/MPK.A/HK/2020 tentang pembelajaran secara daring dan bekerja dari rumah dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19, Selasa (17/3).

Kebijakan inilah yang akhirnya membuat sejumlah sekolah dan perguruan tinggi di tanah air terpaksa memberhentikan sementara kegiatan belajar mengajar (KBM) dalam kelas. Sistem pembelajaran ini pun diganti dengan aplikasi daring seperti Google Classroom, Kelas Pintar, Microsoft, Quipper, Ruangguru, Sekolahmu dan Zenius.

Kemendikbud bekerja sama dengan sejumlah mitra di sektor swasta untuk mendukung sistem pendidikan nasional berbasis daring, sesuai kebutuhan dan implementasi pembelajaran, dengan bimbingan orang tua dan tenaga pengajar dari jarak jauh.

Budaya baru dunia pendidikan, ini pun tentunya mempunyai sisi positif dan negatif. Sisi positif dalam hal ini menghindari penyebaran Covid-19 yang lebih luas agar pelajar tetap terjaga kesehatannya.

Sedangkan sisi negatif banyak yang tidak sesuai dalam metode belajar daring ini. Seperti pendidik yang hanya memberikan tugas rumah begitu banyak tanpa ada kontrol sehingga hal ini menyulitkan pelajar. Adapun sisi negatif yang mana seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah.

Pertama, sistem belajar daring membutuhkan kuota internet yang harus ditanggung pelajar itu sendiri. Hal ini menjadi beban bagi masyarakat yang perekonomiannya sedang terganggu karena tidak dapat bekerja lagi. Apalagi bagi mahasiswa yang sudah membayar uang kuliah. Lantas perkuliahan diliburkan dan digantikan secara daring, lalu kemana kah uang kuliah tersebut? Hal ini menimbulkan ketidakadilan, sesuai bunyi sila kelima pancasila “Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia” yang mana harus menjadi pijakan bagi penentu kebijakan.

Kedua, kreativitas pelajar terabaiakan karena tidak dapat menyampaikan atau merealisasikan ide-idenya secara bebas. Padahal ini kunci sukses seorang pengajar untuk dapat memotivasi pelajar untuk tetap semangat dalam belajar secara daring dan tidak menjadi beban psikis.

Dengan demikian menjadi tantangan besar bagi seorang pendidik dalam melakukan budaya pembelajaran secara daring. Kemampuan pendidik dalam merancang dan meramu materi, menyesuaikan metode pembelajaran dan aplikasi yang sesuai dengan materi dan metode. Dengan daerah yang belum memiliki perangkat pendukung yang memadai sesuai kebutuhan.

Bila pandemi Covid-19 ini berlarut-larut, bukan tidak mungkin kualitas lulusan perguruan tinggi dan sekolah tahun ini akan kalah jauh dengan lulusan-lulusan sebelumnya. Hal ini akan sangat berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia yang ada, khususnya dalam memasuki dunia kerja. Sistem tatap muka saja belum bisa menjamin menghasilkan mahasiswa dan siswa yang berkualitas dan siap pakai, apalagi dengan sistem daring.

Maka sebagai budaya baru dunia pendidikan, sistem daring dianggap kurang efektif, apabila tidak disertai penggabungan pembelajaran tatap muka atau KBM. Sehingga diharapkan musnahnya pandemi ini agar dapat menjalankan kegiatan belajar mengajar disertai penggunaan teknologi dan informasi juga digencarkan.

Editor: Khairatun Hisan

Latest articles

Addin 311: Hikmah, Hadiah Terindah Dari Yang Maha Indah

“Hikmah adalah aset orang mukmin yang tercecer. Di mana pun ia menemukannya maka ialah yang paling berhak memilikinya.” (Hikmah) Dalam hidup sering kali kita bertemu...

Jalur UM-Mandiri 2020, UIN SU: Kuota 1300 Camaba

Medan, Dinamika Online – UIN SU membuka kuota 1300 untuk calon mahasiswa baru (Camaba) tahun akademik 2020/2021. Hal tersebut berdasarkan pernyataan Yunni Salma, S.Ag.,...

Gelar Seminar, Sema FSH: Kita Gali Ilmu Pengetahuan Terhadap Hukum

Medan, Dinamika Online - Senat Mahasiswa (Sema) Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) mengadakan seminar daring bertajuk "Menggagas Penegakan Hukum Pidana di Indonesia pada Era...

FEBI Lahirkan Wisudawan Terbaik pada Wisuda ke-73

Medan, Dinamika Online - UIN Sumatera Utara mewisudakan sebanyak 649 wisudawan/ti pada sidang senat terbuka. Wisuda ke-73 yang berlangsung di Aula Utama Kampus II...

5 Tips Berani Bicara, Himatika Adakan Diskusi Online

Medan, Dinamika Online – Himpunan Mahasiswa Matematika (Himatika) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN SU adakan diskusi online dengan mengangkat tema “Berani Bicara, Tunjukkan Kualitas...