Resensi baper momentJudul                          : Unforgettable Baper Moments

Penulis                        : @justparody dan Haris Firmansyah

Penerbit                      : Wahyu Qolbu

Tahun Terbit             : 2016

Cetakan                      : I, 2016

Tebal                          : 142 halaman

ISBN                           : 9786027331587

 

“BAPER itu apa sih?? Itu kue basah, apa penjaga gawang?

Kalok kue basah mah lemper, cuy. Kalok yang jaga gawang itu kipper

BAPER itu singkatan dari BAWA PERASAAN”.

Kalimat di atas akan kita dapati saat membaca cover belakang buku yang merupakan karya penulis-penulis unik yang berjudul “Unforgettable Baper Moments. Buku ini menyuguhkan kumpulan kisah baper yang tak bisa terlupakan. Di buku ini ada tiga hal yang membuat baper, yaitu skripsi, kerja, dan asmara.

Kisah @meykke_santoso yang berjudul Move On Anti-mainstream ini merupakan salah satu kisah baper yang disebabkan oleh asmara. Bagamaina tidak, setelah berpacaran selama 58 bulan tiba-tiba saja pacarnya memutuskan secara sepihak. Kisah baper yang disebabkan oleh skripsi juga tak kalah banyaknya, “Juru ketik pemalas! Kamu nulis skripsi atau puisi?! Nulis latar belakang kok kayak nulis diary?!”. Kalimat tersebut merupakan penggalan dari kisah @hayuno_sakura yang berjudul Dosen Pembimbing Killer. Yang terakhir kisah baper karena kerja, kisah dengan judul Bos Paper ditulis oleh @ditaayuningtias bercerita tentang bosnya yang awalnya mencari sekretaris dan akhirnya dia menjadi sekretaris, asisten rumah tangga, supir, dan tukang bangunan rumah.

Walupun buku ini merupakan kumpulan kisah baper yang tak terlupakan, tapi ternyata buku ini memberikan contoh kepada pembaca, bagaimana cara untuk tidak berlarut-larut dalam kesedihan ataupun kesulitan. Contohnya, “Dalam pencarian kerja, utamakan sabar dan tetaplah berprasangka baik, mungkin bukan lu yang nggak memenuhi syarat di perusahaan itu, melainkan perusahaan itu kurang pas buat diri lu. Tetaplah berusaha mencari, Allah pasti sedang menyiapkan lading rezeki yang terbaik buat lu”. (Hal. 135)

Banyak tips yang dibuat secara singkat namun bermakna di setiap akhir cerita, tentang bagaimana caranya dari baper menjadi manusia super. Buku ini juga dilengkapi dengan gambar atau animasi yang membuat pembaca tidak jenuh saat membaca.

Peresesnsi       : Isnaini Wulandari