Suatu Jalan Pertemuan (Ep. 2)

0
Ilustrasi: Dinamika

Penulis: Putri Syakbania

Percakapan pun kian semakin dalam hingga di terik matahari mengigit-gigiti kulit dan membersamai mereka berdua. Penulis hanya berpesan kepada Kiara bahwa dirinya harus mempelajari terlebih dahulu keadaan apa yang sedang dialaminya saat ini dan cobalah untuk memikirkannya secara matang. Sebelum akhirnya mereka berpisah karena sang penulis ada urusan lain yang harus segera diselesaikan detik itu juga. Setidaknya Kiara sedikit lega dengan keadaan rasa yang sedang dialaminya saat ini karena telah sedikit membuka pikiran dengan sahabatnya berbincang-bincang walaupun belum seutuhnya.

Hingga senja, Kiara terus memikirkan apa yang sedang dialaminya saat ini. Semakin ia memikirkannya semakin terbayang pula ia dengan sosok ikhwan yang selalu ada dalam bayangannya itu. Entah mengapa asal pikirannya kosong pasti ikhwan itulah yang ia bayangkan. Aneh memang. Namun, itulah faktanya.

***

Ia pergi ke salah satu perpustakaan yang ada di kota itu. Entah karena ada angin badai apa sehingga tidak sengaja mereka berpapasan dan bahkan dari situlah awal mula perkenalan mereka. Di tempat itulah mereka saling berkenalan dan bercerita tentang satu sama lain. Perkenalan mereka pun berlanjut hingga kurang lebih tiga bulan sejak awal mereka bertemu. Lantas pada suatu ketika sang ikhwan mengajak Kiara ikut serta hadir di majelis ilmu yang sedang mereka buat dengan didatangkannya salah satu ustaz kondang yang ada di kota itu.

Selepas pengajian itu, sang ikhwan mengajak Kiara ke suatu tempat dan di situlah dia berbicara serius dengan Kiara. Dia mengatakan bahwa dia ingin melamar Kiara. Dia akan datang ke rumahnya dengan membawa kedua orangtua serta saudaranya dan akan segera meminang Kiara. Sontak Kiara kaget dan terbengong, karena ikhwan itu berbicara sangat serius dan ini tidak terbayang di dalam pikirannya sebelumnya. Dia begitu bingung harus menjawab apa, sehingga ia memutuskan untuk pulang ke rumahnya.

Seminggu setelah itu, sang ikhwan mengabarinya kembali. Dia ingin memperjelas dan meminta kelanjutan apa yang akan dikatakan oleh Kiara. Setelah sebelumnya Kiara berkonsultasi dengan ayah dan ibunya. Lantas Kiara menyetujui perkataan sang ikhwan pada seminggu yang lalu. Dengan senang hati dan keadaan gembira, sang ikhwan bahagia tak karuan. Ia mengatakan kepada Kiara bahwa mereka besok akan ke rumahnya.

***

Segala persiapan sudah terpampang rapi di rumahnya. Baik dari segala dekorasi rumah, makanan, serta kerapian pakaian para saudara dan keluarga besar yang hadir pada saat itu semuanya terlaraskan. Satu jam berlalu, hingga keluarga dari sang ikhwan datang di waktu yang sudah ditentukan. Dua keluarga pun saling bercengkrama dan berkenalan satu sama lain. Acara pun dimulai, sejenak hening dan berjalan sesuai rencana. Hingga akhirnya diputuskan bahwa pernikahan mereka akan berlangsung seminggu setelahnya.

bersambung…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.