Foto: www.google.com

Penulis: Juraidah Nasution

Sebaik-baik orang adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain.” (H.R. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni).

Setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihan, ada banyak hal dalam diri seseorang yang dapat kita sebut sebagai kelebihan, salah satunya dengan pandai mengatur waktu atau pandai mengemat uang juga merupakan kelebihan. Karena segala sesuatu yang ada pada diri manusia pasti memiliki manfaat, walaupun hanya sebatas kuku jari. Allah menciptakan sesuatu pasti ada manfaatnya, bahkan semut yang kecil sekalipun.

Hadis diatas sangat berkesinambungan dengan kita sebagai manusia, namun jarang sekali kita mengaplikasikan hal tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Terlihat baik itu mudah, salah satunya adalah menjadi bermanfaat bagi orang lain dan ini dapat kita aplikasikan dalam ruang lingkup terkecil yaitu dalam kelurga kita sendiri, diperlukan keikhlasan untuk meringankan langkah kita untuk melakukan sebuah kebaikan dan hal ini adalah hal yang sulit karena segala sesuatu bergantung kepada niat yang kita tanamkan dalam diri kita.

Allah berfirman dalam Alquran: “Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian.” (Q.S. Al-Isra’: 7)

Dari surah diatas dapat kita pahami bahwa berbuat baik kepada orang lain bukan hanya memberi manfaat bagi orang lain atau orang kita beri bantuan, namun juga kepada diri kita sendiri. Berarti tidak ada ruginya  jika kita berbuat baik kepada orang lain. Hal ini juga diterangkan dalam hadis “Sesungguhnya yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik akhlaknya. (H.R. Bukhari)

Terkadang kita terlalu ingin terlihat sempurna dimata orang lain hingga lupa membarenginya dengan akhlak yang baik pula. Akan sangat rumit untuk menentukan kadar kebaikan seseorang karena memang tidak ada ukuran untuk sebuah kebaikan. Setiap hari ada banyak mata yang melihat kita, setiap mata pasti memiliki penilaian yang berbeda-beda. Namun kita tidak harus mengubah diri kita agar terlihat baik demi untuk memenuhi selera mata penglihat. Yang baik dan yang terbaik adalah akhlaknya, begitulah yang tertulis dalam hadis diatas. Maka yang harus diperbaiki terlebih dahulu adalah akhlak, setinggi-tinggi ilmu jika kita tidak memiliki akhlak yang baik maka tak sempurnalah ilmu yang kita miliki.

 “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Alquran dan mengajarkannya.” (H.R. Bukhari)

Sangat mudah menjadi baik, terkadang pikiran kitalah yang membuatnya menjadi rumit. Sebagai umat Muslim yang senantiasa mengagungkan Alquran dan Sunnah Rasulullah sudah pasti kita harus mempelajari Alquran terlebih dahulu. Jika berpikir menjadi baik itu sulit maka belajarlah  dari Alquran karena Alquran adalah sumber kebaikan dan dibarengi dengan mengajarkannya kepada orang lain.

“Barang siapa yang memudahkan kesulitan seorang mu’min dari berbagai kesulitan-kesulitan di dunia, Allah akan memudahkan kesulitan-kesulitan pada hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan baginya di dunia dan akhirat. (H. R. Muslim)

Dari hadis diatas kita dapat memahami bahwa memudahkan urusan orang lain maka akan  memudahkan urusan kita pula. Allah sangat adil kepada hambanya, setiap kebaikan yang kita beri kepada orang lain maka akan baik pula yang datang kepada kita. Allah Maha Melihat, sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan akan dibalas Allah, begitupun dengan perbuatan buruk yang kita lakukan. Sebaik apapun kita menutupi kesalahan kita Allah akan tetap melihat hal tersebut karena kita hanya bisa menutupi aib kita didepan manusia tapi tidak dihadapan Allah.

Berbuat baik, menolong orang, menebarkan manfaat atau meringankan beban orang lain adalah perbuatan baik yang bisa kita lakukan setiap hari bahkan setiap saat. Tidak pernah sulit jika kita berniat sungguh-sungguh ingin menjadi baik dan bukan bagaimana caranya agar terlihat baik didepan orang lain. Tetaplah berbuat baik kepada orang lain, karena menjadi baik tidak serumit kita masuk perguruan tinggi unggulan. Sudahkah berbuat baik hari ini? Paling tidak dengan memberikan senyuman.

Editor : Maya Riski