Foto: www.google.com

Penulis : Sugi Hartini

            Sahabat adalah tokoh yang masuk kedalam alur cerita hidup dan melanjutkan lembaran-lembaran yang sulit untuk bersambung sehingga terjadi episode didalamnya. Tak jarang dalam kehidupan seseorang tidak mempunyai sahabat karib yang sevisi dan se pemikiran olehnya. Tanpa kirta sadari tidak hanya harta yang berlimpah saja yang dinamakan rezeki, tetapi memiliki sahabat yang baik juga termasuk rezeki dari-Nya.

Dalam Islam, pertemanan juga banyak dibahas dalam Alquran dan Hadis. Melirik lintas cerita dari Rasulullah yang memiliki sahabat-sahabat yang sangat baik dan mencintainya seperti Abu Bakar, Umar Bin Khattab ataupun Ali bin Abi Thalib. Para sahabat juga memiliki peran penting dalam membantu perjuangan Rasulullah Saw dalam menegakkan ajaran Islam dimasa itu.

Teman yang paling baik adalah apabila kamu melihat wajahnya, kamu teringat akan Allah, mendengar kata-katanya menambah ilmu agama, melihat gerak-geriknya teringat mati. Sebaik-baiknya tetangga di sisi Allah ialah orang yang baik terhadap tetangganya.” (HR.Hakim)

Dari hadis tersebut dapat dikatakan bersahabat tidak kuat jika hanya di sandarkan dengan rasa nyaman saja, tetapi harus dilihat dalam memperjuangkan yang benar. Misalnya, bersahabatlah dengan yang seiman atau yang berambisi untuk maju, agar bisa saling support dalam hal menjalankan kebaikan.

Pola bersahabat yang baik berlandaskan rasa cinta kepada Allah, bukan karena menginginkan suatu hal yang bersikat pribadi atau lainnya. Kemudian, memberikan nasehat dan pertolongan. Terkadang dalam persahabatan terjadi candaan yang melampaui batas sehingga menyebabkan adanya yang terluka, maka dari itu kita sebagai sahabat ada baiknya menasehati dan menegur untuk berbenah lebih baik.

Bersahabat dengan seseorang yang setiap perkataannya bermanfaat dan menambah ilmu kita merupakan suatu hal yang perlu kita syukuri. Dan kita juga dapat melihat sikap dan perilaku seseorang dengan sikapnya memilih dengan siapa dia berteman. Sebagaimana Rasulullah bersabda “Agama seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya, hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya .” ( H.R. Abu Daud dan Tirmidzi)

Kita dianjurkan mencari teman yang berlatar belakang baik, bukan berarti kita tidak bergaul dengan orang-orang disekitar. Tetaplah bersosialisasi dan berbaur dengan seseama, tetapi jangan sampai diri menjadi melebur untuk melakukan hal yang tidak baik. Siapa yang ingin cerah masa depannya, menawan perilakunya, serta luas ilmu dan wawasannya hendaklah pandai memilih teman bergaul. Mengapa kita harus memilih bersahabat dengan orang baik? karena hal negatif dari bergaul dengan seseorang yang buruk sifatnya akan sangat berpengaruh besar terhadap diri kita.

Editor             : Maya Riski