Perjalanan Panjang Hagia Shopia 

(Foto/Ilustrasi/Unsplash)

Penulis: Muhammad Fitrah Hidayat

Bangunan yang  menjadi perbincangan banyak orang di dunia saat ini ialah masjid Hagia Sophia yang terletak di Negara Turki ini memiliki sejarah panjang dan sangat kompleks, bangunan ini beberapa kali mengalami pergantian fungsi. Hagia Sophia dibangun pertama kali atas perintah kaisar Konstatinus I pada 325 Masehi didirikan di atas pondasi atau tempat kuil pagan.

Lalu pada tahun 360 masehi anak dari Konstatinus I yaitu, Konstatinus II membangun Hagia Sophia atau dalam bahasa Turki disebut Ayasofya menjadi tempat ibadah umat Kristiani, tempat para penguasa dimahkotai dan menjadi katedral paling besar yang beroperasi pada masa kekaisaran Bizantium.

Kekaisaran Bizantium berakhir pada tahun 1453, dan digantikan oleh kekaisaran Ottoman yang dipimpin oleh Sultan Mehmet/Mahmed II. Setelah Konstatinnopel dikuasai oleh kekaisaran Ottoman yang merupakan kekaisaran Muslim maka Hagia Sophia pun diubah fungsinya yang awalnya sebagai katedral menjadi masjid.

Sultan Mahmed II tetap mempertahankan nama Hagia Sophia walaupun fungsinya sudah dirubah menjadi masjid. Arti dari Hagia Sophia adalah tempat suci bagi tuhan. Dan Sultan Mahmed II tetap menjaga kesucian tempat itu dengan menggatikannya sebagai tempat ibadah umat Muslim. Dan salah satu alasan Sultan Mahmed II tidak mengganti nama Hagia Sophia ialah dikutip dari Diegsis di Hagia Sophia From The Age Of Justinian To The Present (1992: 201), yang ditulis oleh Mark dan Ahmet S. “Tuhan yang disembah umat Kristen dan umat Islam adalah Tuhan yang sama.”.

Pada masa kekaisaran Ottoman jugalah Hagia Sophia dibangun kembali. Hagia Sophia yang dulunya berasitektur katedral dibangun dan direnovasi menjadi bernuansa Islami. Mosaik dan lukisan yang becorak Kristen ditutupi dengan kaligrafi. Lalu Sultan Mahmed II juga membangun menara di Hagia Sophia yang digunakan untuk melantunkan azan.

Dan ada beberapa elemen pendukung ditambahkan untuk menjadikan Hagia Sophia sebagai tempat ibadah sekaligus tempat menimba ilmu ditambahkan seperti mimbar dan mihrab sebagai tempat para ustad ceramah, dan juga dibangun perputakaan didalamnya.

Setelah runtuhnya kekaisaran Ottoman pada tahun 1924, maka Turki berubah menjadi Negara Republik Turki yang sekuler, Negara Turki saat itu dipimpin oleh Mustafa Kemal Attaruk sebagai pemimpin dari revolusi Turki dank arena itulah ia menjadi presiden pertama Negara Republik Turki.

Mustafa Kemal Attaruk kembali mengubah fungsi dari Hagia Sophia yang semulanya berfungsi sebagai katedral, lalu diubah menjadi masjid, dan ditangannya ia mengubah Hagia Sophia sebagai Museum. Setelah menjadi museum, Mosaik – mosaik dan ornamen Hagia Sophia kembali diperbaiki, plester-plester yang menutupi dinding dicopot dan tampaklah lukisan bunda Maria dan bayi Yesus, yang ternyata bersebelahan dengan kaligrafi Allah dan Muhammad Saw. Karena keunikan dan mempunyai sejarah yang paajang itulah maka Hagia Sophia diakui oleh UNESCO sebagai situ warisan dunia sejak tahun 1985.

Tidak sampai di situ, pada tahun 2020 Hagia Sophia kembali diubah fungsinya menjadi masjid, hal itu dikarenakan hasil dari keputusan pengadilan administrasi utama Turki yang menyatakan status Hagia Sophia sebagai museum dicabut pada 10 Juli 2020. Dan dari hasil keputusan tersebut Presiden Turki saat ini yaitu Recep Tayyip Erdogan mengubah fungsinya yang sebelumnya museum kembali menjadi masjid tempat ibadah umat Muslim.

Dan hal itu terbukti dari bahwa Hagia Sophia digunakan oleh umat Muslim sebagai tempat Salat Jumat pada 24 Juli 2020 yang lalu setelah terakhir kali digunakan sebagai masjid pada tahun 1930-an.

Tentu keputusan Recep Tayyip Erdogan ini memiliki banyak perdebatan di mata dunia. Salah satunya ialah Yunani yang menentang keputusan untuk mengubah Hagia Sophia Kembali menjadi masjid. Berbanding terbalik dengan Yunani, Negara Iran dan Pakistan mendukung penuh keputusan dari Recep Tayyip Erdogan mengubah Hagia Sophia menjadi masjid kembali.

Keputusan ini menjadi banyak perbincangan ialah tentu karena Hagia Sophia memiliki sejarah yang panjang karena dulunya Hagia Sophia ialah katedral, dan tentu sampai saat ini jutaan orang Kristen di dunia masih merasa bahwa Hagia Sophia ialah salah satu tempat bersejarah umat Kristen.

Editor : Rindiani

Latest articles

It’s Okay: Perjalanan Mencari Jati Diri

Judul : It's Okay to Not Be Okay atau Psycho But It’s Okay Genre : Romansa-Drama Sutradara : Park Shin-woo Penulis : Jo...

Tatang Koswara: Sniper Kaliber Dunia

Judul buku : Satu Peluru Satu Musuh Jatuh: Tatang Koswara Sniper Kaliber Dunia Penulis : A. Winardi Penerbit : Penerbit Buku Kompas Tahun...

Satgas Covid-19 Jabarkan Tingkat Kesembuhan Semakin Meningkat

Medan, Dinamika Online -Dilansir dari laman resmi Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito menjabarkan tingkat kesembuhan pasien Covid-19 dalam seminggu terakhir. Tercatat pertanggal 22 September, jumlah...

Addin 322: Bersahabat dengan Al-Qur’an

Penulis: Rafika Hayati Dalimunthe Al-Qur’an adalah kitab mulia yang diturunkan Allah subḥānahu wa ta’āla kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam dan menjadi tuntunan serta pedoman...

SEMA FSH Helat Diskusi Bedakan Fakta dan Hoaks

Medan, Dinamika Online – Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Syariah Dan Hukum (FSH) mengadakan diskusi media dengan tema "Membedakan Fakta Dan Hoaks". Pemateri pelatihan ini...