Ternyata Kata ‘Sekedar’ Tidak Baku Lho!

(Foto/Ilustrasi/Dok. Dinamika)

Penulis: Miftahul Zannah

Ketika kita sedang menulis pastinya kita memerlukan bahasa yang bagus dan mudah dipahami. Yang tentunya kita harus banyak memerlukan kosa kata dan banyak membaca KBBI untuk menambah perbendaharaan kosa kata kita.

Begitu juga dengan berbicara. Tetapi terkadang ketika kita berbicara menggunakan bahasa baku maka akan terlihat kaku dan bagi orang awam pasti akan sangat kesulitan dalam memahami bahasa kita. Karena masih banyak orang yang kurang memahami mana bahasa baku dan bahasa yang tidak baku.

Dalam konteks berbahasa, sering kali kita menganggap bahasa kita sudah benar. Tetapi, tahukah kalian bahwa sebenarnya ada kata-kata yang biasa kita gunakan ternyata tidak baku, lo. Menurut KBBI V, kata baku ‘sekedar’ adalah ‘sekadar’. Kata ‘sekadar’ itu memiliki arti seimbang atau sesuai yang menurut keadaannya sepadan. Mungkin kita semua bertanya-tanya “Kenapa tidak sekedar saja, kan lebih mudah penyebutannya?”

Nah, untuk kasus seperti ini setelah ditelusuri ternyata kata ‘kadar’ memiliki banyak arti, salah satunya adalah suatu ketentuan. Sedangkan kata ‘kedar’ adalah kata yang tidak baku. Maka, bisa dikatakan bahwa kata ‘sekadar’ adalah kata yang baku, begitu juga sebaliknya kata ‘sekedar’ kata yang tidak baku.

Sebagaimana apa yang diutarakan oleh Ivan Lanin, seorang pakar internet Indonesia dan dikenal seorang aktivis anjuran penggunaan bahasa Indonesia baku serta memperkenalkan padanan dari istilah-istilah asing. “Sekadar, bukan sekedar. Artinya sepadan dengan, hanya untuk, dan seperlunya. Kata dasarnya ‘kadar’, seinduk dengan ala kadarnya,” jelasnya dalam akun Twitter miliknya.

Jadi, sekarang kita paham ternyata kata ‘sekadar’ adalah baku. Nah, untuk selanjutnya mari sama-sama belajar untuk menempatkan kata baku dan tidak baku. Salah sedikit bisa-bisa kata yang kita gunakan ternyata tidak baku.

Editor : Khairatun Hisan