Menjaga Jari di Era Media Sosial

Ilustrator: Tumburalani

Penulis : Sri Julia Ningsih

Di era media sosial, bukan lagi lisan yang bekerja. Namun lebih dari itu; jari yang menjadi saksi bisu.

Di tengah revolusi teknologi yang kian hari kian maju, tentu penggunaan media sosial semakin berjibaku. Masing-masing dari kita bahkan sudah memiliki media sosial. Benarkan? Namun, sudahkah kita menggunakan media sosial dengan sebaik-baiknya? Ternyata belum sepenuhnya. Pasalnya, di berbagai jejaring media sosial; Facebook salah satunya masih didapati lontaran kalimat kurang pantas. Betapa banyak kita ceroboh dalam mengunggah, berkomentar sana sini atas postingan orang lain.

An-Nawawi Asy-Syafi’i rahimahullahu Ta’ala berkata, “Ketahuilah bahwa hendaknya setiap mukallaf menjaga lisannya dari seluruh perkataan, kecuali perkataan yang memang tampak ada maslahat di dalamnya. Ketika sama saja nilai maslahat antara berbicara atau diam, maka yang dianjurkan adalah tidak berbicara (diam). Hal ini karena perkataan yang mubah bisa menyeret kepada perkataan yang haram atau minimal (menyeret kepada perkataan) yang makruh. Bahkan inilah yang banyak terjadi, atau mayoritas keadaan demikian. Sedangkan keselamatan itu tidaklah ternilai harganya.” (Al-Adzkaar, hal. 284)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah dia meninggalkan hal-hal yang tidak ada manfaatnya.” (HR. Tirmidzi no. 2317, Ibnu Majah no. 3976, Shahih).

Di era media sosial ini, bukan lagi lisan yang bekerja namun jarilah yang menjadi saksi bisu. Hendaknya setiap kita senantiasa menjaga diri dari menuliskan komentar yang tidak jelas manfaatnya. Kita tidaklah mengetik kecuali dalam hal-hal yang memang kita berharap ada manfaat untuk agama (diin) kita.

Ketika kita melihat bahwa suatu perkataan itu tidak bermanfaat, maka kita pun menahan diri dari berbicara (alias diam). Dalam artian, tidak menulis komentar apapun di media sosial. Tahan jari untuk tidak menghasilkan kata agar tidak mendatangkan kemudaratan. Bisa? Kalaupun itu bermanfaat, kita pun masih perlu merenungkan; apakah ada manfaat lain yang lebih besar yang akan hilang jika saya tetap menulis?

Oleh karena itu, ketika salah seorang sahabat datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, “Ajarkanlah (nasihatilah) aku dengan ringkas saja.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Apabila kamu (hendak) mendirikan salat, maka salatlah seperti salatnya orang yang hendak berpisah. Janganlah kamu mengatakan suatu perkataan yang akan membuatmu harus meminta maaf di kemudian hari. Dan kumpulkanlah rasa putus asa dari apa yang di miliki oleh orang lain.” (HR. Ibnu Majah no. 4171, Hadits hasan)

Coba kembali renungkan, betapa banyak kita membagikan, berkomentar buruk; mencela di unggahan orang lain dan menuliskan hal-hal yang tidak atau belum jelas kebenarannya? Kemudian penyesalan itu datang ketika kita harus berurusan dengan pihak berwajib karena dampak buruk tulisan-tulisan kita di media sosial. Dan kemudian kita pun sibuk meminta maaf, sama persis dengan nasihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada kalimat kedua di atas.

Untuk itu, bijaklah bermedia sosial wahai aku, kamu, kita. Sebab segalanya akan kita pertanggungjawabkan di hadapan-Nya.

Editor: Khairatun Hisan

Latest articles

Jalur UM-Mandiri 2020, UIN SU: Kuota 1300 Camaba

Medan, Dinamika Online – UIN SU membuka kuota 1300 untuk calon mahasiswa baru (Camaba) tahun akademik 2020/2021. Hal tersebut berdasarkan pernyataan Yunni Salma, S.Ag.,...

Gelar Seminar, Sema FSH: Kita Gali Ilmu Pengetahuan Terhadap Hukum

Medan, Dinamika Online - Senat Mahasiswa (Sema) Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) mengadakan seminar daring bertajuk "Menggagas Penegakan Hukum Pidana di Indonesia pada Era...

FEBI Lahirkan Wisudawan Terbaik pada Wisuda ke-73

Medan, Dinamika Online - UIN Sumatera Utara mewisudakan sebanyak 649 wisudawan/ti pada sidang senat terbuka. Wisuda ke-73 yang berlangsung di Aula Utama Kampus II...

5 Tips Berani Bicara, Himatika Adakan Diskusi Online

Medan, Dinamika Online – Himpunan Mahasiswa Matematika (Himatika) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN SU adakan diskusi online dengan mengangkat tema “Berani Bicara, Tunjukkan Kualitas...

UIN SU Wisudakan 649 Mahasiswa

Medan, Dinamika Online - UIN SU mewisudakan sebanyak 649 mahasiswa pada sidang senat terbuka Wisuda ke-73. Prosesi ini berlangsung di Aula Utama Kampus II...