Meninggalnya Gadis yang Tak Salat dan Tak Menutup Aurat

(Foto/Ilustrasi/Freepik)

Penulis: Anita Sari

Islam adalah mengucapkan dua kalimat syahadat yaitu Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadan rasulullah, mengerjakan salat, berpuasa di bulan Ramadan, membayar zakat, dan naik haji bagi yang mampu. Kelima hal itu merupakan rukun Islam wajib hukumnya bagi umat Islam untuk melaksanakannya. Wajib itu sendiri secara sederhana berarti bila mengerjakannya mendapatkan pahala dan bila meninggalkannya akan mendapatkan dosa.

Meskipun perintah menutup aurat tidak ada di dalam rukun Islam tapi di dalam Al-Qur’an di jelaskan bahwa setiap wanita muslimah diwajibkan baginya untuk menutup aurat. Tidak ada alasan untuk tidak bisa melakukannya, bahkan keringanan. Seperti halnya hukumnya wajib maka ketika kita tidak melaksanakannya akan ada ganjaran yang akan kita dapatkan baik itu semasa hidup di dunia, saat sakratulmaut, ketika kita menjadi mayat atau bahkan balasan di akhirat nanti.

Ada sebuah kisah nyata yang dikisahkan oleh seorang wanita pemandi jenazah di Riyadh, yang bernama Ummu Ahmad. Ia menceritakan: Suatu hari, aku diminta oleh salah satu keluarga untuk memandikan mayit seorang gadis (putri mereka). Dengan segera aku berangkat dan begitu aku di rumah tersebut, mereka mengantarku masuk ke sebuah kamar di mana jenazah itu terbaring. Dengan cepat mereka menutup pintunya dengan kunci.

Entah mengapa aku sendiri bergidik melihat apa yang mereka lakukan. Aku melihat ke sekelilingku, ternyata semua yang aku butuhkan telah siap, perlengkapan mandi, kapas dan kain kafan.

Dan mayat itu terbujur di sudut kamar tertutup dengan sebuah selimut. Aku mengetuk pintu kamar, berharap ada yang dapat membantuku melakukan proses memandikan. Namun, tidak ada yang menjawab. Aku pun bertawakal kepada Allah dan menyingkap penutup mayat tersebut. Aku sungguh terkejut dengan apa yang kulihat. Aku menyaksikan sebuah pemandangan yang membuat gemetar seluruh tubuh. Wajah jenazah itu terbalik, tubuhnya mengering dan warnanya sangat hitam.

Aku sendiri telah banyak memandikan jenazah. Sudah banyak yang kulihat, namun yang seperti ini belum pernah kulihat. Aku segera mengetuk pintu rumah itu dengan segenap tenagaku berharap ada yang bisa memberikan penjelasan atas apa yang aku lihat. Tapi sepertinya tidak ada seorang pun di rumah.

Aku pun terduduk berzikir, membaca bacaan zikir dan meniupkannya ke seluruh tubuhku hingga rasa takutku mereda. Allah pun memberikan pertolongan-Nya kepadaku dan aku pun mulai memandikannya. Namun setiap aku memandikan satu anggota tubuh, ia terlepas persis seperti sesuatu yang telah melembek dan busuk. Itu membuatku sangat kerepotan.

Hingga akhirnya ketika aku selesai memandikannya, aku pun mengetuk pintu kamar itu dan memanggil-manggil mereka: “Tolong bukakan pintu! Aku sudah mengafani mayit kalian!” Aku dalam kondisi menunggu seperti itu cukup lama. Hingga akhirnya ketika mereka membuka pintu, aku segera bergegas meninggalkan rumah itu tanpa bertanya mengapa dan apa penyebab jenazah itu menjadi seperti itu.

Setelah aku pulang ke rumahku, aku hanya bisa terbaring selama tiga hari akibat tindakan keluarga itu menguncikan pintu kamar tersebut dan akibat menyaksikan pemandangan yang mengerikan itu. Aku kemudian menghubungi salah seorang Syekh dan menceritakan padanya apa yang terjadi. Maka beliau mengatakan: “Kembalilah menemui mereka dan tanyakan mengapa mereka menutup pintu itu dan apa yang terjadi pada putri mereka!”

Aku pun pergi menemui keluarga itu kembali. Kepada mereka aku mengatakan: “Demi Allah, aku minta kalian menjawab dua pertanyaanku: pertama, mengapa kalian menguncikan pintu kamar itu untukku? Dan kedua, apa yang terjadi pada anak gadis kalian itu sehingga kondisinya seperti itu?”

Mereka menjawab: “Kami menutup pintu itu untuk Anda karena sebelumnya kami telah memanggil tujuh orang untuk memandikannya, namun ketika mereka melihat kondisinya mereka semuanya menolak untuk memandikannya. Adapun mengapa ia seperti itu, mungkin karena selama hidupnya ia tidak pernah mengerjakan salat dan tidak mau berjilbab.”

Dari kisah ini bisa kita tarik kesimpulan bahwa akan ada balasan ketika kita tidak mengerjakan apa diperintahkan Allah. Mari sama-sama kita renungkan apa susahnya untuk menutup aurat, kenapa kita tidak bisa melaksanakannya padahal itu adalah sesuatu yang baik untuk kita Allah tidak akan memerintahkan untuk mengerjakan sesuatu yang buruk akibatnya bagi diri kita.

Editor : Rindiani

Latest articles

Kemenristek BRIN Kembangkan Health Passport

Medan, Dinamika Online – Dilansir dari situs resmi satgas Covid–19, Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset Inovasi Nasional (Kemenristek BRIN) bersama Satgas Covid–19 sedang mengembangkan...

Edukasi Seputar Digital Marketing, Exabytes Adakan Webinar

Medan, Dinamika Online - Guna memberikan edukasi seputar digital marketing, Exabytes mengadakan web seminar (Webinar) dengan topik “Ad Optimization Hacks for Huge Success (Cuan)”...

Beramal Baiklah Layaknya Seperti Lebah

Penulis : Khoiriah Syafitri “Teruslah berbuat kebaikan dan jangan pernah bosan. Sebab tidak ada balasan untuk kebaikan melainkan kebaikan itu juga bahkan kebaikan yang lebih...

Masih Bertahan dalam Bosan?

Penulis: Muhammad Tri Rahmat Diansa Beberapa bulan sudah terlewat dan kita masih dipisahkan oleh jarak, sebab pandemi yang seolah tak ingin mengakhiri. Rasa bosan, jenuh,...

Tingkatkan Generasi Qur’ani, JPRMI Adakan Tablig Akbar

Medan, Dinamika Online - Dalam rangka meningkatkan generasi qur’ani organisasi Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) mengadakan kajian tabligh akbar dengan mengusung tema...