Melawan Isu Rasialisme di Tengah Keberagaman

(Foto/Ilustrasi/Pexels)

Penulis : Asri Alviana

Seperti yang kita ketahui bersama, isu rasialisme masih berbekas setelah kasus pembunuhan seorang warga Amerika berkulit hitam di New York, George Floyd, yang meninggal karena tindakan kekerasan dan diskriminasi yang dilakukan oleh seorang oknum polisi berkulit putih yang akhirnya memicu kemarahan publik, hingga terjadilah demonstrasi besar-besaran yang memantik kerusuhan dan penjarahan di Amerika. Selain itu warga dunia juga turut memprotes hal ini dengan dilakukannya berbagai aksi protes di  beberapa negara lain seperti Jerman, Inggris, Italia, Kanada hingga Irlandia. Kasus ini juga sempat menjadi topik utama perbincangan masyarakat dunia yang mengecam kasus ini di media sosial.

Sebelumnya, rasanya perlu meluruskan kekeliruan masyarakat dalam penyebutan ‘rasis’ yang sebenarnya bukan bahasa Indonesia dan tidak terdaftar dalam KBBI. Istilah yang tepat untuk menyebutkannya adalah rasisme atau rasialisme yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), rasialisme atau rasisme adalah prasangka berdasarkan keturunan bangsa; perlakuan yang berat sebelah terhadap (suku) bangsa yang berbeda-beda;  paham bahwa ras diri sendiri adalah ras yang paling unggul.

Berangkat dari pengertian ini bisa disimpulkan bahwa rasialisme merupakan sebuah ketidakadilan yang dilakukan berdasarkan perbedaan yang ada, baik itu ras, etnis, agama ataupun ciri fisik. Rasialisme menciptakan stigma negatif terhadap sesuatu yang berbeda, hingga dampak buruknya bisa menimbulkan ejekan, hinaan, bahkan dikriminasi dan kekerasan terhadap sesuatu yang berbeda dari kelompok atau golongannya.

Di era modern ini, rasanya sungguh miris karena isu rasialisme masih saja sering terjadi. Kasus George Floyd bukanlah yang pertama, melainkan rentetan kasus rasialisme yang pernah terjadi di dunia. Di negara kita sendiri juga, Indonesia juga tidak luput dari masalah ini. Masih ingat dengan kasus rasialisme yang menimpa seorang mahasiswa asal Papua? Itu juga belum lama terjadi, dan masih hangat dalam ingatan kita. Atau jika kita kembali melihat sejarah terdahulu, juga akan ada banyak terkuak rentetan kasus serupa. Melawan rasialisme adalah tugas kita bersama yang dimulai diri sendiri, agar perdamaian di dunia dapat benar-benar terwujud. Lalu bagaimana Islam sebagai rahmatan lil’alamin memandang perbedaan?

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui,” (QS. Ar-Rum :22).

Larangan Rasialisme dalam Islam

Mencoba memahami bagaimana Islam memandang rasialisme, ternyata kasus yang sama juga pernah dialami oleh sahabat Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yaitu Bilal bin Rabah. Dalam sebuah hadis yanng diriwayatkan dalam kitab Shahih al Bukhari, seorang sahabat Nabi bernama Abu Dzar al-Ghifari pernah mengejek sahabat Nabi lain bernama Bilal bin Rabah (mantan budak yang berkulit hitam). Abu Dzar mengejeknya dengan sebutan “Hai Anak Hitam”. Mendengar ejekan Abu Dzar pada Bilal, Rasulullah menegur Abu Dzar dan mengatakan bahwa ejekan itu adalah tradisi zaman jahiliah. Abu Dzar pun sadar lalu meminta maaf dan sejak saat itu dia tidak lagi menghina, bahkan menyamakan apa yang dipakai oleh hamba sahayanya dengan dirinya.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda kepada Abu Dzar, “Lihatlah, engkau tidaklah akan baik dari orang yang berkulit merah atau berkulit hitam sampai engkau mengungguli mereka dengan takwa.” HR. Ahmad.

Islam sebagai agama yang sangat menjunjung nilai-nilai keadilan, tentu tidak menyediakan tempat bagi rasialisme di dalamnya. Di dalam Al-Qur’an ada banyak sekali ayat-ayat yang mengandung makna dan hikmah agar kita menghargai perbedaan yang ada serta menjauhi sikap rasialisme yang dapat menimbulkan perpecahan. Salah satunya adalah surah Al-Hujurat ayat 13 yang artinya  “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu.”

Sangat jelas diterangkan bahwa kemuliaan seorang manusia tidak diukur dari bagaimana rupanya, melainkan dengan ketaqwaannya. Perbedaan yang ada juga bertujuan agar kita saling mengenal dan tolong-menolong.  Islam juga sangat melarang perbuatan tercela rasialisme seperti mengejek, menghina dan mengolok-olok yang dapat menyakiti satu sama lain.

“Hai orang yang beriman! Janganlah suatu suku di antara kamu mengolok-olok suku yang lain, mungkin (yang diolok-olok itu) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), janganlah wanita mengolok-olok wanita yang lain, mungkin (wanita yang diolok-olok) lebih baik dari (wanita yang mengolok-olok), janganlah kamu saling mencaci, dan janganlah saling memberi nama ejekan.” (QS. Al Hujurat : 11).

Editor : Rindiani

Latest articles

Kemenristek BRIN Kembangkan Health Passport

Medan, Dinamika Online – Dilansir dari situs resmi satgas Covid–19, Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset Inovasi Nasional (Kemenristek BRIN) bersama Satgas Covid–19 sedang mengembangkan...

Edukasi Seputar Digital Marketing, Exabytes Adakan Webinar

Medan, Dinamika Online - Guna memberikan edukasi seputar digital marketing, Exabytes mengadakan web seminar (Webinar) dengan topik “Ad Optimization Hacks for Huge Success (Cuan)”...

Beramal Baiklah Layaknya Seperti Lebah

Penulis : Khoiriah Syafitri “Teruslah berbuat kebaikan dan jangan pernah bosan. Sebab tidak ada balasan untuk kebaikan melainkan kebaikan itu juga bahkan kebaikan yang lebih...

Masih Bertahan dalam Bosan?

Penulis: Muhammad Tri Rahmat Diansa Beberapa bulan sudah terlewat dan kita masih dipisahkan oleh jarak, sebab pandemi yang seolah tak ingin mengakhiri. Rasa bosan, jenuh,...

Tingkatkan Generasi Qur’ani, JPRMI Adakan Tablig Akbar

Medan, Dinamika Online - Dalam rangka meningkatkan generasi qur’ani organisasi Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) mengadakan kajian tabligh akbar dengan mengusung tema...