Lebih Dekat Mengenal Penyakit Anxiety

- Advertisement -

(Foto/Ilustrasi/Freepik)

Penulis : Miftahul Zannah

Seperti yang kita ketahui anxiety berasal dari bahasa latin yang artinya tercekik. Anxiety ini merupakan sesuatu gangguan yang terjadi pada manusia yang ditandai dengan kecemasan yang berlebihan disebabkan karena stress. Gangguan ini tumbuh apabila seseorang menginjak masa remaja atau bisa juga muncul adanya sebab yang membuat trauma sehingga gangguan ini melekat pada dirinya.

- Advertisement -

Tetapi dilihat secara global, anxiety ini pernah muncul pada semua orang, misalnya saat wawancara kerja. Jika tidak biasa dihadapkan dengan situasi genting pasti akan mengalami gugup, berkeringat yang berlebihan sehingga tidak fokus, maka menandakan sedang cemas. Namun, seiring berjalannya waktu setelah wawancara kecemasan itu pun berangsur-angsur hilang sehingga bisa lebih tenang dan kembali pada titik normal, biasanya yang seperti itu disebut dengan cemas normal. Namun, apabila tanda-tanda kecemasan itu berlangsung lama hingga mengganggu diri dan aktivitas sehari-hari maka itulah keadaan kecemasan yang sesungguhnya.

Gangguan kecemasan ini bisa terjadi pada laki-laki maupun perempuan dan rentang usia biasanya telah memasuki remaja. Menurut psikologi, pemicu awal terjadinya gangguan ini bisa jadi dari genetik, mengkonsumsi obat-obatan tertentu, trauma, stress, dan kondisi kesehatan tertentu seperti penyakit jantung. Yang dirasakan orang terkena anxiety ini pastilah sangat terganggu dalam menjalankan aktivitasnya. Layaknya orang cemas, aktivitasnya akan terbatasi dan dapat merusak hubungan berinteraksi sosial yang telah terjalin.

Ada beberapa gejala gangguan ini yang dapat kita kenali seperti, adanya rasa kecemasan ataupun kekhawatiran dalam setiap keadaan, adanya pikiran yang berlebihan tentang suatu rencana yang belum tentu datang, terasa gugup, gelisah, biasanya mudah tersinggung, sulit untuk mengambil keputusan, ragu-ragu, dan sangat sulit untuk konsentrasi.

Jenis dari anxiety ini bermacam-macam, salah satunya adalah fobia. Misalnya seseorang fobia darah, maka setiap kali melihat darah akan teriak ketakutan, pucat, keringatan berlebihan dan sebagainya. Cara mengatasi gangguan ini bisa dilakukan dengan terapi relaksasi, seperti yoga, istirahat yang cukup, mengurangi mengkonsumsi minuman beralkohol atau berkafein, dan berolahraga secara teratur. Jika cara di atas belum bisa mengurangi rasa cemas maka dianjurkan sering-sering konsultasi ke dokter spesialis psikiater.

Selain trauma, anxiety muncul karena ada beberapa faktor yang mempengaruhinya, yaitu seperti adanya perundungan, berasal dari keluarga broken home, mengkonsumsi minuman keras, dan adanya gangguan pada saraf.

Banyak orang yang mengatakan orang yang terkena gangguan ini perlu berpikir positif, memang sangat sulit tetapi harus dilatih dari lingkungan sekitar yang mendukung agar terus berpikir positif. Dan perlu kita ketahui seharusnya orang ini harus diperlakukan dengan baik pula agar merasa keadaan baik-baik saja. Jika kita memperlakukanya dengan cara kekerasan bisa jadi gangguan kecemasannya akan tambah parah dan tidak bisa dikendalikan lagi.

Beberapa tindakan orang yang terkena gangguan anxiety yang bisa dilakukan, yaitu mengambil napas dalam-dalam, dibuang secara perlahan kira-kira dihitung sampai sepuluh, luangkan waktu sejenak untuk menyegarkan jaringan-jaringan otak, dan berbicaralah dengan orang-orang yang bisa memotivasi bukan malah menghasut sehingga membuat keadaan semakin genting.

Jadi, bagaimana pandangan Islam terhadap anxiety ini?

Yang paling utama agar terhindar dari gangguan cemas yang berlebihan, yaitu dengan mengenal Sang Pencipta, yaitu Allah Subhanahu wa ta’ala. meyakini dan memahami bahwa segala apapun yang ada di bumi ini adalah atas kendali dari Allah sebagaimana firmannya:

“Apakah mereka tidak melihat Allahlah yang menciptakan langit dan bumi dan tidak lelah dengan menciptakan mereka yang memiliki kekuatan untuk menghidupkan orang mati? Ya memang dia memiliki kekuasaan atas semua hal” (Q.S Al-Ahqaf : 33).

Yang kedua, dengan mengerjakan salat lima waktu. Jadikan salat sebagai hobi agar hati dan pikiran terasa tenang. Dan dapat menghilangkan stress dan kecemasan yang berlebihan.

Yang ketiga, selalu senantiasa berzikir sebagaimana Rasulullah bersabda yang diriwayatkan oleh ‘Abdullah bin ‘Abbas Radihiyallahuanhu:

“Barang siapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan jalan keluar terhadap setiap kesulitan yang dihadapinya, ketenangan pada saat keresahan, serta Allah akan memberinya rezeki dari jalan yang tidak diduga-duga olehnya”

Maka, dari itu setiap apa yang terjadi dalam diri manusia terutama kecemasan yang berlebihan adalah hal yang wajar dialami setiap orang, tinggal bagaimana seseorang menyikapinya mau sembuh atau terus-terusan berada di fase itu.

Editor: Khairatun Hisan

Share article

Latest articles