Cantikmu Bukan Sebuah Perlombaan

(Foto/Ilustrasi/Freepik)

Penulis : Anita sari

Pada dasarnya semua wanita mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, bahkan orang tua sekalipun ingin mendapatkan pengakuan bahwa dirinya cantik. Namun kenyataannya, setiap manusia memiliki definisi sendiri dalam menilai dan memandang kecantikan seorang wanita.

Ada yang berkata kamu cantik jika kulitmu putih, ada yang berkata kamu cantik jika tubuhmu tidak gemuk dan pendek, kamu terlihat sangat cantik jika rambutmu lurus, kamu cantik jika memiliki hidung yang mancung dan mata yang besar. Ironisnya, ada yang mengatakan kamu cantik jika kamu memiliki banyak uang, karena dengan uang kamu bisa cantk. ¬†Penilaian yang dipandang oleh mata tidak lepas dari kata “jika”.

Pada akhirnya, wanita merasa dirinya kekurangan bahkan tertekan dengan definisi cantik. Sampai akhirnya, berbagai cara dilakukan agar terlihat cantik sepenuhnya di mata orang. Secara tidak langsung cantiknya wanita seakan menjadi sebuah perlombaan agar mendapatkan kemenangan di mata orang lain. Namun sadarkah kamu, tidak ada takaran dalam menilai cantiknya diri kita, karena setiap wanita memiliki definisi cantik yang berbeda-beda.

Kita diciptakan dengan tubuh, warna kulit, rambut, dan paras yang berbeda. Agar apa?  Agar kita saling mengenal dan mengetahui cantiknya seseorang dalam sudut pandang yang berbeda. Andai kita diciptakan dengan bentuk tubuh, warna kulit, rambut, dan paras yang sama bukankah itu membuat kita bosan?

Wanita sudah diberi kecantikan tersendiri oleh sang pencipta sejak kita menghirup napas yang pertama kalinya. Wanita memang ingin terlihat cantik, siapa pun itu tanpa terkecuali. Ini sama sekali tidak salah. Namun, jangan jadikan kecantikanmu sebuah perlombaan, sampai kamu memiliki keinginan kecantikanmu diakui orang banyak.

Standart kecantikan yang dibuat oleh manusia dalam menilai wanita tanpa adanya pertimbangan sudah sepantasnya ditinggalkan. Yang terpenting dan sudah seharusnya kecantikan seorang wanita diperluas. Menjadikan cantik tidak hanya dipandang dari fisik melainkan dari sebuah tindakan yang diperbuat.

Buatlah dirimu cantik karena tindakanmu yang selalu bermanfaat bagi orang lain, jadikanlah cantikmu karena akhlakmu yang dapat menjadi panutan bagi banyak orang, jadikanlah cantikmu karena iman dan taqwamu kepada sang pencipta, dan lainnya yang bersifat positif.

Cantik itu ketika kamu percaya kepada dirimu sendiri, berani mempunyai mimpi yang tinggi, ketika kamu memiliki karakter, kebaikan yang luar biasa, rasa simpati, dan peduli kepada orang. Perihal fisik adalah bonus. Cantiknya seorang wanita bukan  sebuah pemandangan semata yang dapat dinikmati atau diperlombakan di mata orang lain. Cantik yang sesungguhnya ada pada dirimu, keputusan dan tindakanmu.

Editor : Nurul Liza Nasution