Apakah Kamu Mengalami Phobia Trypophobia?

(Foto/Ilustrasi/Halo Dokter)

Penulis: Annisari

Kamu merasa pusing, mual, dan panik ketika melihat sarang lebah atau benda apa pun yang memiliki lubang-lubang kecil? Kalau iya, bisa jadi itu Trypophobia. Ketakutan terhadap benda berlubang tersebut bagi sebagian orang yang mengalaminya, terasa bagaikan teror. Ketakutan ini terlihat sepele. Namun, banyak orang yang tidak sadar bahwa mereka mengidapnya. Tidak hanya lubang yang terlihat nyata, gambar visual pun bisa sangat mengganggu si pengidap ini.

Kata Tripofobia berasal dari Trypo (dalam Bahasa Yunani, berarti lubang) dan fobia. Jadi, Trypophobia merupakan fobia terhadap lubang-lubang yang ada pada permukaan, baik benda maupun gambar. Fobia terhadap lubang ini pertama kali ditemukan pada tahun 2005.

Menurut dr. Karin Wiradarma, Trypophobia adalah sejenis fobia atau ketakutan yang berlebihan terhadap sebuah benda yang memiliki lubang-lubang yang berkelompok dengan pola yang tidak teratur atau irregular. Biasanya, pengidap fobia ini akan panik dan ketakutan jika melihat benda-benda seperti sarang lebah, selongsong biji lotus, bahkan lubang-lubang kecil pada permukaan buah stroberi. Rasa takut yang mereka rasakan terhadap benda-benda tersebut lebih pada perasaan jijik.

Apa penyebab Trypophobia?

Hingga saat ini belum ditemukan secara pasti penyebab trypophobia. Namun, para ahli kesehatan mengatakan fobia ini disebabkan traumatis saat kecil. Misalkan ketika kecil menderita penyakit cacar yang berlubang dan geli melihatnya, sehingga menimbulkan trypophobia. Meski bukan penyakit yang serius, namun fobia ini tergolong bisa melumpuhkan pikiran seseorang.

Kenali gejala Trypophobia

Digolongkan sebagai fobia atau tidak, Trypophobia tetap saja menjadi teror tersendiri pada pengidapnya. Sejumlah gejala yang menyertai rasa takut ini bisa membuat penderitanya hingga mengalami depresi.

Gejalanya memang hampir sama dengan jenis fobia lainnya, seperti fobia pada ruangan gelap, fobia pada hewan tertentu dan lain-lain. Namun, kamu tentu patut waspada. Terdapat beberapa gejala Tripofobia yang perlu kamu kenali di antaranya perasaan tidak nyaman serta jijik, kulit merinding, gangguan visual seperti  ilusi, muncul perasaan tertekan, kulit tubuh menegang, muncul rasa panik, keringat berlebihan, tubuh gemetar serta mual.

Jika kamu merasakan salah satu atau beberapa gejala tersebut sekaligus saat melihat benda-benda seperti biji lotus, sarang lebah, gelembung sabun dan benda-benda semacamnya, bisa dipastikan kamu mengalami gangguan ini.

Lalu, pertolongan dan penanganan seperti apa untuk pengidap Trypophobia?

Saat ini, trypophobia masih menjadi perdebatan para ahli, apakah layak diklasifikasikan sebagai satu jenis fobia. Meskipun demikian, penderitanya jelas perlu pertolongan dan penanganan sesegera mungkin.

Diakui memang belum ada penanganan spesifik pada penderita Trypophobia. Namun gangguan ini bisa ditolong dengan penanganan yang sudah ada bagi fobia yang umum. Beberapa metode yang bisa dilakukan biasanya mencakup self-help treatment, terapi dan pengobatan.

Mengutip dari Klikdokter.com, CBT atau Cognitive Behavioral Therapy, dinilai sebagai terapi yang paling potensial membantu penderita Trypophobia. Melalui terapi ini, penderita akan diajak untuk membicarakan ketakutannya dengan seorang terapis atau konselor. Penderita akan diminta untuk menentukan target dan mencapai tujuan tersebut.

Untuk pengobatan secara medis, dokter biasanya akan menangani si penderita ini dengan pengobatan untuk fobia pada umumnya. Gangguan yang biasanya terjadi adalah rasa cemas. Untuk mengatasi gangguan kecemasan tersebut, dokter biasanya meresepkan obat antidepresan.

Berbagai penanganan Trypophobia ini tentu saja tergantung dari tingkat keparahannya. Namun, jika kamu mengalami beberapa gejala di atas, segera konsultasikan gangguan yang dirasakan kepada dokter atau psikiater. Jangan tunggu hingga kamu menjadi depresi karena fobia yang satu ini ya, Sob!

Editor: Nurul Liza Nasution

Latest articles

Pemilihan Pengurus Baru, PEMAPASID Adakan Musyawarah Besar

Medan, Dinamika Online – PEMAPASID (Persatuan Mahasiswa Kota Padang Sidempuan) telah mengadakan musyawarah besar dengan tema "Menciptakan Generasi Kader Pemapasid yang Memiliki Nilai Ukhuwah...

Cara Jitu Bangun Pagi

Penulis : Nurur Ramadhan Nasution Mayoritas orang memiliki harapan untuk bangun pada pagi hari, mulai dari kalangan pelajar yang masih duduk di bangku sekolah, mahasiswa,...

Bangun Potensi Buat Berita, Jurnalistik Syams Gelar Pelatihan

Medan, Dinamika Online – Guna membangun potensi dalam pembuatan berita, i Jurnalistik Syams MAN 1 Medan menggelar pelatihan dengan pembahasan “Membuat Berita”. Pelatihan ini...

Antisipasi Penyebaran COVID-19, Dema FIS Langsungkan Kegiatan Berbagi

Medan, Dinamika Online - Untuk menghindari penyebaran Covid-19, Dema Fakultas Ilmu Sosial (FIS) mengadakan kegiatan berbagi dengan tema "Katakan Tidak pada Corona". Kegiatan ini...

Langgar Prokes, Pemko Medan Tutup Sementara Tempat Usaha

Medan, Dinamika Online – Dilansir dari laman resmi Humas Pemko Medan, Pemerintah Kota Medan melalui Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) mengumumkan bahwa...