5 Kiat Menegur Orang Lain Tanpa Membuatnya Tersinggung

(Foto/Ilustrasi/Pexels)

Penulis: Sri Julia Ningsih

Sepintas, menegur orang lain tampaknya terlihat begitu mudah. Namun, menegur merupakan aktivitas yang berat serta dibutuhkan keberanian yang luar biasa. Pasalnya, ini sensitif. Maksudnya, tidak semua orang senang ditegur, meskipun dia telah melakukan kesalahan. Maka dari itu, diperlukan seni menegur yang baik tanpa membuat orang lain tersinggung. Berikut kiat menegur orang lain, tanpa membuatnya tersinggung. 

  1. Jangan menegur seseorang ditengah keramaian 

Menegur kesalahan orang lain di tengah keramaian acapkali terjadi. Namun, hal ini merupakan bentuk kesalahan yang fatal. Jatuhnya bukan menegur, tetapi malah mempermalukan. Naudzubillah. Oleh karenanya, jika kita hendak mengingatkan atau menegur orang lain, maka jangan lakukan hal ini di depan banyak orang. Bicaralah secara personal dari hati ke hati. Dengan begitu, teguran kita akan mudah diterima. 

  1. Sampaikan teguran dengan bahasa yang santun

Menggunakan bahasa yang santun, bukan hanya berlaku ketika hendak menegur kesalahan orang lain saja, namun menjadi poin penting yang harus diterapkan ketika hendak menegur. Sebab, menegur seseorang dengan bahasa yang kasar dan tidak santun akan memunculkan konflik baru. Bisa-bisa orang yang ditegur merasa tersinggung dan sakit hati. Maka untuk menghindarkan hal tersebut, hendaklah menggunakan bahasa yang baik.

  1. Teguran dilakukan bukan untuk menjatuhkan

Sebelum menegur, pastikan niat kita untuk memperbaiki bukan menjatuhkan seseorang. Jangan sampai kita menegur orang lain dalam rangka menjatuhkan martabatnya. Hal ini tidak layak dilakukan. Hakikatnya, menegur orang lain merupakan bentuk kepedulian. Maka, jangan kotori hakikat itu dengan niat buruk kita.

  1. Sebelum menyampaikan isi teguran, sebaiknya gunakan kata “maaf”

Maaf merupakan salah satu dari tiga kata ajaib yang senantiasa harus kita ucapkan. Dua lainnya adalah tolong dan terima kasih. Sebelum melakukan teguran, ada baiknya kita menggunakan kata “maaf”. Misalnya; mohon maaf sebelumnya, saya tidak bermaksud menyinggung, tetapi …. (utarakan di mana letak kesalahan orang yang bersangkutan). Agar terlihat beradab. 

  1. Perhatian situasi yang tepat untuk mengutarakan teguran

Ini merupakan hal yang paling penting, namun sering diabaikan. Ketika hendak menegur kesalahan orang lain, coba perhatikan waktu dan situasi. Jangan sampai kita menegur, ketika seseorang dalam kondisi kelelahan, misalnya. Ini hanya akan menimbulkan kegaduhan. Pun, jangan pula menegur orang lain ketika ia sedang senang-senangnya. Hal ini akan menimbulkan pertikaian. Jadi, pastikan ketika hendak menegur seseorang, ia sedang dalam keadaan stabil. 

Semoga dengan kiat-kiat di atas, kita tidak lagi menyinggung perasaan orang lain, ya. Karena jika sudah berhubungan dengan hati dan perasaan orang lain, akan sulit sekali diperbaiki. Maka, perhatikan dan terapkan kiat-kiat di atas. Silakan dicoba!

Editor: Nurul Liza Nasution