Foto: Taufik Syahputra

Penulis: Muhammad Ifroh Hasyim

Sumatera utara telah menjadi tuan rumah MTQ Nasional untuk yang kedua kalinya setelah tahun 1971 atau sekitar 47 tahun yang lalu. Tentunya ini menjadi sesuatu yang spesial karena sejauh ini, hanya dua Provinsi yang pernah mendapat kesempatan dua kali untuk menjadi tuan rumah. Diantaranya adalah Nusa Tenggara Barat dan Sumatera Utara. Selain itu, Tahun ini adalah tepat 50 tahun memperingati pelaksanaan MTQ Nasional sejak diadakan pertama kali pada tahun 1968.

Kegiatan yang dilaksanakan di Medan – Deli Serdang ini diharapkan mampu memberi pengaruh besar bagi Sumatera Utara. Sektor pariwisata, Budaya, Kuliner dan lain sebagainya diharapkan mampu mendongkrak perekonomian sumut. Karena berbagai peluang muncul saat kegiatan yang akbar ini diselenggarakan.

Tidak hanya itu, untuk menyambut Ribuan Peserta yang hadir Sumut juga sudah bersolek jauh-jauh hari. Venue perlombaan serta lokasi di sekitarnya disulap sedemikian rupa. Jalanan dan taman ditata dengan baik. Rumput serta bunga terus ditanami disepanjang  jalan pancing hingga hari pelaksanaan kegiatan berlangsung. Apa yang belum selesai dikebut untuk menampilkan wajah sumut yang bermartabat.

Tentu kita sebagai masyarakat  patut mengapresiasi kesiapan panitia dan pemerintah daerah yang sudah berhasil menata wajah Sumut di sekitar tempat kegiatan berlangsung, sehingga tampak lebih tertib dan teratur. Meskipun disisi lain, harus mengorbankan pedagang yang biasanya berjualan di tepi jalan. Mereka terpaksa digusur untuk menertibkan pelanggaran karena sudah memakan badan jalan. Dengan harapan, pemerintah juga memberi solusi atas permasalahan yang mereka hadapi.

Tetapi kita juga perlu memperhatikan, Seharusnya penataan dan penertiban yang dilakukan tidak perlu menunggu tamu datang baru ada perbaikan. Karena kenyamanan adalah Hak masyrakat yang ada di Sumatera Utara. Tidak perlu menunggu MTQ Nasional ataupun kegiatan yang semacamnya dilaksanakan baru ada penataan. Seperti pembangunan taman, penambalan lubang, penambahan lampu, yang kesemuanya dibangun disepanjang jalan saat MTQ Nasional akan berlangsung.

Kota Medan sendiri masih menghadapi masalah banjir setiap hujan deras mengguyur. Jalanan kota tergenang, dan kemacatan timbul dimana-mana. Medan, Sebagai kota metropolitan ke-3, Sekaligus sumut yang merupakan salah satu provinsi dengan jumlah penduduk ke-4 terbanyak di Indonesia masih harus terus berbenah. Baik membenahi tata kelola di pemerintahan maupun mental masyarakat yang masih terbiasa melakukan pelanggaran. Seperti masih membuang sampah sembarangan, angka kriminalitas yang cukup tinggi, serta berbagai permasalahan lainnya.

Penduduk negeri ini masih terbiasa dengan perilaku bersiap saat keadaan darurat, seperti saat akan datang tamu ataupun dilakukan pemeriksaan. Perilaku semacam ini boleh jadi sudah menjadi mental yang tertanam dalam sekala Nasional. apabila kita melihat pada pagelaran Asian Games yang baru selesai dilaksanakan. Pembangunan dan perbaikan dilakukan habis-habisan saat acara olahraga terbesar se-Asia itu digelar.

Maka yang terjadi pada sumatera utara tidak jauh berbeda atas apa yang terjadi dengan Indonesia. Kita harus berhenti dari keadaan semacam ini. Berbenah tidak harus menunggu sesuatu. Mulai dari kegiatan ini, Sumut harus terus melakukan perbaikan. Kesemrautan harus di kurangi. Masyarakat dan pemerintah harus bersinergi. Karena kita bersama berhak untuk tinggal di tempat yang layak.

Tingggalkan Komentar Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.