Memilih Asupan Ilmu yang Baik

Ilustrator. Foto: Dok. Pribadi

Penulis: Ditanty Chicha Novri

Era Digital, salah satu kata yang sudah tak asing lagi terdengar di telinga kita. Sebuah istilah yang digunakan dalam kemunculan digital, jaringan internet khususnya teknologi informasi komputer. Seperti yang kita tahu, sekarang ini manusia tak bisa lepas dari yang namanya gawai, mengapa? Karena dengan gawai manusia bisa mengakses berbagai informasi hanya dengan berselancar di media-media sosial yaitu Facebook, Instagram, Twitter, Youtube juga aplikasi-aplikasi populer lainnya.

Menurut penelitian yang dilakukan We Are Social, perusahaan media asal Inggris yang bekerja sama dengan Hootsuite, rata-rata orang Indonesia menghabiskan tiga jam 23 menit sehari untuk mengakses media sosial dan sudah menjadi makanan sehari hari. Beragam informasi baik dan buruk ada di dalamnya. Meski tak jarang kita hanya sekadar gulir sana gulir sini atau menonton Youtube. Hal-hal duniawi yang tanpa sadar sudah membuat banyak waktu kita terbuang.

Maka dari itu alangkah baiknya jika kita memanfaatkan media sosial sebagai ladang ilmu. Kita bisa mencari konten-konten bermanfaat yang sekiranya dapat menambah kualitas keilmuan kita. Karena tanpa kita sadari informasi yang kita terima sehari-hari baik dari yang kita lihat, kita baca, atau yang kita dengar bisa berdampak terhadap kepribadian kita.

Untuk itu kita wajib pandai memilah dan memilih konten atau informasi mana yang perlu kita makan dan mana yang tidak. Rasa-rasanya rugi sekali jika di zaman sekarang ini, yang mana kemudahan informasi juga berbagai macam ilmu bisa dengan mudah kita dapatkan tetapi tak dipergunakan dengan sebaik mungkin.

Kita bisa mulai dari hal hal kecil. Bermain sambil belajar lewat media sosial misalnya, bermain Instagram kita bisa mengikuti akun akun  influencer yang kontennya berbagi berbagai tip ataupun ilmu lainnya, atau menonton Youtube dengan melihat siaran kajian-kajian islam yang menambah keilmuan akhirat kita, atau siaran lain yang tentunya ada pengetahuan di dalamnya. Dengan begitu kita tetap bisa memanfaatkan media sosial sebagai asupan yang baik untuk diri kita bukan?  Karena manusia itu layaknya sebuah teko, jika yang kita masukkan air kotor maka yang keluar juga air kotor, dan sebaliknya jika yang kita masukkan itu air yang baik maka yang keluar juga air yang baik. Maka dari itu, yuk mulai sekarang pandai-pandai memilah asupan untuk diri kita. Semangat!

Latest articles

Jalur UM-Mandiri 2020, UIN SU: Kuota 1300 Camaba

Medan, Dinamika Online – UIN SU membuka kuota 1300 untuk calon mahasiswa baru (Camaba) tahun akademik 2020/2021. Hal tersebut berdasarkan pernyataan Yunni Salma, S.Ag.,...

Gelar Seminar, Sema FSH: Kita Gali Ilmu Pengetahuan Terhadap Hukum

Medan, Dinamika Online - Senat Mahasiswa (Sema) Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) mengadakan seminar daring bertajuk "Menggagas Penegakan Hukum Pidana di Indonesia pada Era...

FEBI Lahirkan Wisudawan Terbaik pada Wisuda ke-73

Medan, Dinamika Online - UIN Sumatera Utara mewisudakan sebanyak 649 wisudawan/ti pada sidang senat terbuka. Wisuda ke-73 yang berlangsung di Aula Utama Kampus II...

5 Tips Berani Bicara, Himatika Adakan Diskusi Online

Medan, Dinamika Online – Himpunan Mahasiswa Matematika (Himatika) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN SU adakan diskusi online dengan mengangkat tema “Berani Bicara, Tunjukkan Kualitas...

UIN SU Wisudakan 649 Mahasiswa

Medan, Dinamika Online - UIN SU mewisudakan sebanyak 649 mahasiswa pada sidang senat terbuka Wisuda ke-73. Prosesi ini berlangsung di Aula Utama Kampus II...