Foto : Jihan Fikriyah

Hidup hanya sekali, lakukan apa saja yang kita sukai. Jangan memandang kekurangan sebagai batasan untuk kita meniti masa depan. Sekalipun kita adalah orang yang memiliki kekurangan tapi kita memiliki hak yang sama secara umum untuk menggenggam masa depan.

Ave Xaverius Iaia atau biasa dipanggil Ave, merupakan saah satu siswa dari SLB Karya Murni Medan Johor. Walau bertakdir menjadi seorang Tunanetra namun dia memiliki semangat belajar yang luar biasa, terbukti karena dia mengikuti ujian SBMPTN yang baru terlaksana di seluruh Indonesia dengan memilih USU sebagai kampus pilihan pertamanya.

Tidak ada kata menyerah dalam dirinya, baginya belajar itu harus dilakukan untuk meniti masa depan yang cerah. Belajar dari pengalaman hidup, beliau juga lulusan dari SMA umum, jadi baginya tidak ada kesulitan dalam belajar walau dalam keterbatasan. ”Saya SMAnya di umum, belajarnya tidak sulit, saya bisa mengikutinya dengan baik jadi saya tidak merasa takut,” ungkapnya dengan raut wajah polosnya.

Baginya apapun akan dilakukan selama itu baik dan benar. Termotivasi dari seorang suster yang merawatnya di SLB dan selalu mendorong semangatnya untuk merajut mimpi, itulah pemicu semangatnya. Tidak peduli dengan keterbatasan yang dimiliki, dia memiliki cita-cita yang tinggi. “Saya ingin menjadi musisi, ingin mendirikan sekolah musik agar bisa membantu mengembangkan bakat orang lain,” tuturnya dengan penuh semangat.

Berawal dari hobi, beliau juga pernah mengikuti ajang lomba bermain piano dan berhasil meraih juara 3. Itu menjadi langkah awalnya menyadari bakat dirinya dan ingin mengembangkannya. Oleh karena itulah jurusan Etno Musikologi menjadi pilihannya dalam mengikuti SBMPTN yang diadakan di berbagai universitas Indonesia.

Tanpa berpikir panjang apakah dia mampu mengikuti pembelajaran di kampus nantinya, dengan semangat yang tidak pernah luntur, Ave benar-benar telah mempersiapkan kematangannya dalam mengikuti SBMPTN. Baginya menjadi orang hebat itu penting agar tidak diremehkan orang lain. Apapun nanti yang terjadi biarlah itu menjadi urusan belakang, selama dia masih mau belajar dia pasti mampu mengikuti pembelajaran.

Walau sempat mengalami kendala dalam SBMPTN tapi itu tidak menjadi alasan untuk dia tetap mengikuti ujian sampai selesai. Meski dengan metode yang sedikit berbeda dari calon mahasiswa yang mengikuti ujian, tapi itu tetap membuatnya tidak kekurangan rasa percaya diri dalam menyelesaikan ujian.

“Sedikit rumit, pengawas harus membacakan soal kemudian dia menjawab dan saya yang menuliskan jawabannya di lembar jawaban, tapi dia mampu kok mengikutinya hanya ada beberapa soal gambar yang terpaksa tidak terjawab, soal-soal lainnya mampu dijawabnya dengan cepat,” komentar Imanuel Hutabarat selaku pendidik SLB yang menemani Ave saat ujian.

Tidak memiliki keluarga kandung membuat Ave benar-benar merasa bahwa SLB adalah tempat hidup dan keluarganya, karena itulah dia begitu semangat mengejar cita-cita sebab banyak orang yang harus dibuatnya bangga. ”Saya harus belajar, kalau SBMPTN ini gagal masih banyak jalan lain kok,” tutupnya senduh meski tidak menjawab saat ditanya perihal keluarganya.

Reporter : Siska Ramayani Damanik dan Widia Astuti

Editor      : Ridha Amalia

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry