Foto: Dok. Internet

Penulis:  Muslim Hidayat

Kegagalan, setiap manusia di dunia pernah mengalaminya, dan semua orang akan berusaha untuk menghindari kata ini. Kita selalu berusaha melakukan segala pekerjaan dengan sangat hati-hati, teliti, tekun, dan berharap kegagalan tidak ada ketika kita telah berusaha melakukan dengan maksimal. Namun, setelah melakukan yang terbaik, tetap saja ada hasil yang kurang maksimal yang berakhir dengan  kegagalan. Lalu, setelah mengalami kegagalan, apakah kita akan menyerah begitu saja? Apakah orang yang gagal tidak bisa bangkit? Dan apa hikmah yang kita dapatkan dari kegagalan?

Pertanyaan ini sering kali muncul saat kita mengalami kegagalan. Kita merasa bahwa diri kita adalah orang yang paling rendah dan tidak berguna. Kegagalan juga bagaikan sebuah bangunan roboh yang jatuh ke tanah dan hanya menyisakan puing-puing kehancuran yang tersisa. Namun, apakah perjuangan kita akan sampai di situ saja. Tentu saja tida, karena setiap manusia memiliki kesempatan untuk memperbaiki kegagalan dan merubahnya menjadi kesuksesan. Jadi, kegagalan bukanlah suatu akhir dari segalanya, melainkan kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda.

Kegagalan sendiri memiliki berbagai macam makna yang tersirat di dalamnya, hal ini seperti yang dikatakan oleh  Buya Hamka, “Jangan takut jatuh, karna yang tidak pernah memanjatlah yang tidak pernah jatuh. Jangan takut gagal, karena yang tidak pernah gagal hanyalah orang-orang yang tidak pernah melangkah. Jangan takut salah, karena dengan kesalahan yang pertama kita dapat menambah pengetahuan untuk mencari jalan yang benar pada langkah kedua”.

Dari perkataan Buya Hamka tadi, kita dapat memetik suatu nilai bahwa orang yang tidak pernah mencoba, berusaha, ataup un memulai, maka dia tidak akan tahu bagaimana hasil dari usaha karena hanya melihat kegagalan dari orang lain saja. Orang yang hanya berdiam diri tanpa melakukan usaha apa pun ibaratkan seseorang yang hidup, namun telah mati jiwanya. Mengapa hal ini dapat terjadi? karena orang seperti ini hanya sekadar hidup tanpa berusaha merubah nasib yang diterimanya. Tipe orang seperti ini hanya akan menjadi penghambat bagi orang-orang yang ingin maju dalam kehidupanya.

Jika kita lihat orang-orang yang sukses pada saat ini adalah orang yang dahulunya pernah mengalami pahitnya suatu kegagalan. Mereka adalah orang yang merasakan bagaimana dihina oleh atasan, cacian, bahkan makian yang sudah biasa terdengar di telinga mereka. Namun, mereka tetap berusaha walaupun usaha yang mereka lakukan akan menjadi suatu kegagalan. Orang yang seperti ini ada banyak di antara kita, bahkan Raslullah Saw yang merupakan seorang Nabi dan Rasul, seorang pemimpin juga pernah mengalami hambatan berupa serangan fisik maupun batin saat berdakwah.

Namun, beliau tetap berusaha berdakwah menyerukan Agama Islam kepada penduduk  Mekah, walau pun pada akhirnya beliau harus berhijrah ke Madinah untuk melanjutkan dakwah beliau. Dibalik semua kepahitan dan hambatan yang beliau alami, setelah hijrah Rasulullah Saw berhasil dalam dakwahnya yang menghantarkan beliau sebagai pemimpin umat Islam. Jika kita melihat usaha yang dilakukan oleh Rasulullah Saw sungguh teramat pahit kegagalan yang dirasakan namun dibalik kegagalan tersebut ada sebuah keberhasilan yang tertunda.

Pada saat ini, banyak orang yang berpikir bahwa kesuksesan dapat diraih tanpa melewati suatu kegagalan apa pun. Mereka menganggap bahwa semua yang mereka lakukan pasti berhasil tanpa melalui suatu percobaan atau eksperimen yang berujung pada kegagalan. Jika menilik orang-orang besar dengan pemikirannya seperti Albert Enstein, Thomas Alva Edison, Bill Gates, Bung Karno, Bung Hatta, Bj Habibi, bahkan Presiden kita Ir. H. Joko Widodo.

Orang-orang di atas merupakan orang sukses yang siap menghabiskan masa kegagalan mereka demi mendapatkan suatu kesuksesan yang manis. Karena di mana ada kesuksesan pasti ada kegagalan, di mana ada keinginan pasti ada jalan. Namun, yang menentukan jalan ini adalah diri kita sendiri. Kita yang notabene masih berusia muda harus lebih kuat menahan segala macam cobaan yang di berikan, karena orang-orang tua kita saja mampu melewati fase yang sangat sulit sebelum kita.

Maka dari itu, mari kita berlomba untuk menghabiskan masa kegagalan kita di waktu muda, karena kita akan meraih masa kesuksesan kita di kala dewasa. Jangan hanya ingin  menjadi penonton yang hanya mengkritik orang yang bermain karena belum tentu kita mampu bermain seperti orang itu. Sebab kesuksesan bukanlah hal yang instan yang dapat diperoleh secara percuma melainkan usaha pantang menyerah terhadap kegagalan yang didapatkan. Dan teruslah berusaha dan berdoa tanpa takut gagal dan merasa sia-sia lebih baik dari pada hanya diam tanpa mencoba.

Allah Swt telah menjanjikan setiap kesusahan pasti ada kemudahan seperti yang tertera dalam Q.S Al-Insyirah, ayat 5-6 yang berbunyi:

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan, sesunnguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan”

Bahkan pada ayat ini Allah Swt memberikan isyarat bahwa kemudahan atau kesuksesan lebih banyak ketimbang kesulitan atau kegagalan. Jadi, mari kita berusaha tanpa takut kegagalan menimpa kita sampai kesuksesan menghampiri kita walau pun tertunda pada akhirnya sangat manis rasanya.

Editor : Shofiatul Husna Lubis

Tingggalkan Komentar Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.