Illustrator: Rizka Rahma Fajri Sitorus

Penulis            : Rizka Rahma Fajri Sitorus

Haruskah kita menjadi kreatif? Jawabannya ya, kita harus menjadi orang yang kreatif. Karena dengan menjadi kreatif dapat membantu kita dalam menjalankan karir, tugas kuliah, organisasi, maupun bisnis kita kelak. Tanpa kreativitas kita tidak akan mempunyai nilai tambah yang dapat membuat kita lebih maju.

Kreatif, adalah sebuah kata yang bagi sebagian orang tidak terdapat dalam dirinya. Mereka beranggapan bahwa ini hanya dimiliki oleh orang-orang yang mempunyai pemikiran kreatif dan selalu mengeluarkan ide-ide cemerlang. Padahal, kreativitas ini bisa dikembangkan, karena pada dasarnya kreativitas bukanlah hal yang didapatkan dari sejak kita dilahirkan ke bumi hingga menjadi dewasa, melainkan kebiasaan dalam membuka diri, dan bersikap open-minded terhadap apa yang dilihat dan rasakan, maka kreativitas tersebut akan muncul dengan sendirinya. Jadi, kreativitas dikembangkan, melalui kebiasaan untuk berfikir kreatif, menyeimbangkan antara otak kiri dengan otak kanan, serta dibarengi dengan daya imajinasi yang kuat. Berikut beberapa tips yang dapat menambah pengetahuan yang akan menunjang kreativitas:

  1. Membaca Buku

Buku merupakan sumber ilmu pengetahuan yang sudah ada sejak zaman dulu. Saat ini, buku tidak hanya didapat dalam bentuk cetak, namun juga dalam bentuk elektronik yang dengan mudah kita baca secara online tanpa perlu membelinya ke toko buku. Buku apa saja yang harus kita baca untuk meningkatkan kreativitas? Jawabannya relatif, tergantung dari bidang keahlian, minat, dan kebutuhan. Misal, jika kita ingin membuat novel detektif, maka kita bisa membaca buku-buku yang berkaitan dengan kriminalitas dan intelijen. Karena bacaan yang berkaitan dengan keperluan atau kebutuhan yang sedang kita tangani, akan memberikan wawasan dan inspirasi demi terciptanya ide-ide kreatif. Untuk buku yang membahas kreativitas kita bisa membaca buku karangan Edward De Bono berjudul Six Thinking Hats, lalu buku The Ten Faces of Innovation dari Thomas Kelley dan juga Thinkey Toys dari Michael Michalko.

  1. Mengikuti Seminar

Kreativitas muncul apabila kita memilki pengetahuan yang luas. Salah satu teknik untuk menambah wawasan adalah mengikuti berbagai seminar. Kenapa seminar? Karena event ini praktis. Cukup dengan mengikuti seminar yang relevan selama satu dua hari maka ilmu tentang satu topik yang kita butuhkan bisa kita dapatkan. Selain itu bila presenternya bagus, kita bisa memahami dengan jauh lebih jelas dibanding kita membaca sendiri. Ada beberapa networking presentation event yang bisa kita ikuti. Misalnya Pecha Kucha yang berasal dari Jepang, yang artinya Chit-chat dengan konsep yang unik. Selain Pecha Kucha, anda bisa mengikuti event networking bermutu lainnya seperti FreSh (Freedom of Sharing), Ins.ide, dan lain sebagainya yang rata-rata bisa diikuti melalui Facebook.

  1. Menonton Film

Selain buku, film juga merupakan sumber pengetahuan untuk melahirkan ide-ide kreatif. Ketika menonton film kita bisa menemukan hal-hal kreatif yang muncul dalam adegan film tersebut. Sebagai contoh ada film Red Cliff 2, bila kita ingin mendapat inspirasi soal strategi, ada satu momen yang mana adegan tersebut sangat kreatif dan menunjukkan bahwa ‘kecil’ tidaklah menjadi masalah kalau kita kreatif. Rajin menonton film juga membuka mata kita terhadap dunia yang mungkin belum pernah kita lihat sebelumnya. Menonton film bisa memberi kita inspirasi, seperti yang dialami oleh James Cameron, berusia 22 tahun, seorang truck driver yang pergi menonton Star Wars di tahun 1977. Setelah itu ia langsung banting setir menjadi seorang movie maker. James lantas sukses dengan film Terminator, Titanic, dan juga Avatar.

  1. Bermain Game

Bagi sebagian orang tua bermain game adalah kegiatan yang tidak mendidik sehingga sebisa mungkin mereka melarang anak-anak untuk melakukannya. Memang, bermain game perlu dibatasi, namun bukan berarti harus dilarang sama sekali, karena game juga memiliki peran tersendiri dalam memunculkan kreativitas. Selain melatih kreativitas, game juga membuat kita lebih berani dalam mengambil resiko, berani untuk melakukan kesalahan, dan tentunya siap untuk kalah. Saran bagi para orang tua, jangan melarang anak-anak untuk bermain game, cukup batasi waktu mereka bermain, pada jam tertentu saja, agar mereka tidak kehilangan salah satu media untuk belajar.

  1. Membuat Catatan

Berbagai inspirasi yang kita baca atau kita lihat sehari-hari menjadi sia-sia bila tidak kita catat. Jadi, catat apa saja hal-hal kreatif yang kita temui untuk memberi apresiasi dan memunculkan ide. Banyak sumber inspirasi yang bertebaran disekitar kita, misalnya poster iklan, desain produk, arsitektur bangunan, dan sebagainya. Dengan mencatat hal-hal kreatif yang kita temui, wawasan kita akan bertambah luas, catatlah hal-hal tersebut dengan detail.

  1. Mendengarkan Musik

Musik merupakan salah satu sumber pengetahuan untuk meningkatkan daya imajinasi dan kreativitas kita. Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa musik sangat berhubungan dan memengaruhi kondisi fisiologis kita. Menurut Georgi Lozanov, seorang pakar pendidikan, “Relaksasi yang diiringi dengan musik membuat pikiran selalu siap dan mampu berkonsentrasi”. Menurut Georgi Lozanov, musik yang paling membantu konsentrasi adalah music Baroque seperti Bach, Handel, Pachelbel, dan Vivaldi. Music-musik ini mengandung ketukan yang unik dan dapat secara otomatis menyeimbangkan tubuh dan otak.

  1. Membaca Slideshare

Di era sosial networking seperti saat ini, kita sangat beruntung karena bisa membaca berbagai macam presentasi yang bagus-bagus sesuai dengan interest dan kebutuhan kita. Untuk melihat hasil research dari seminar kita bisa mendownload presentasi melaui website Slideshare www.slideshare.net.

  1. Kunjungi website TED Talks

Salah satu pusat inspirasi buat orang yang suka kreativitas dan hal-hal yang inovatif. Di website www.ted.com imi kita bisa menonton dan bahkan men-download ratusan presentasi yang mereka sebut Ted Talks. Jika bicara soal kreativitas, coba simak Ted Talks dari Sir Ken Robinsin yang bilang bahwa terkadang anak-anak lebih kreatif karena mereka tidak takut salah. Bukannya salah itu berarti kreatif, tapi kalau kita tidak siap untuk salah, kita tidak akan pernah menghasilkan sesuatu yang orisinal.

  1. Menggunakan Media Sosial

Jika memiliki waktu kosong yang sifatnya sebentar, kita bisa berselancar ke dunia maya, mengunjungi media sosial. Seperti twitter dan instagram, kita bisa menggunakan media sosial untuk melihat tokoh-tokoh kreatif seperti Richard Branson, Oprah Winfrey, dan tokoh lainnya.

10. Membaca Buku Online

Seperti telah dibahas sebelumnya, bahwa selain melalui buku bacaan dalam bentuk cetak, kita juga dapat memperoleh pengetahuan melalui bacaan online. Untuk memperoleh berbagai informasi yang kita perlukan demi menciptakan ide-ide kreatif, kita dapat mencari situs-situs yang sesuai dengan kebutuhan. Situs-situs yang berisi hal-hal pembangkit inspirasi, atau berisi berita-berita hangat yang berkaitan dengan bidang kerja kita.

Editor             : Aminata Zahriata