Rekam Jejak 6 Menteri Baru

(Desain oleh/Riski Maulana)

Penulis: Riski Maulana

Resuffle atau yang kita kenal dengan istilah perombakan merupakan suatu hal yang tidak bisa dihilangkan dalam sebuah kabinet kerja kepemimpinan tiap-tiap menteri. Pada Selasa, (22/12), Presiden Joko Widodo mengumumkan adanya perombakan (resuffle) kabinet dari beranda Istana Merdeka.

Sejumlah pembantu presiden dinilai tak becus dalam bekerja. Terlebih sempat tersebar luas video yang memperlihatkan Presiden Jokowi memarahi menterinya beberapa waktu lalu. Di samping itu, perihal tertangkapnya beberapa jajaran menteri yang kedapatan melakukan suap.

Hal ini tentunya menjadi sebuah alasan yang kuat agar diberlakukannya resuffle. Ada 6 menteri baru yang resmi dilantik. Berikut rekam jejak karier mereka:

  1. Muhammad Lutfi

Beliau pernah mengemban posisi sebagai Menteri Perdagangan. Lahir di Jakarta pada 16 Agustus 1969. Dia mendapatkan gelar sarjana ekonomi di Purdue University, Indiana, Amerika Serikat. Berikut rekam jejak kepemimpinan Luthfi:

  • Pendiri Mahaka Group bersama sejumlah kolega antara lain Erick Thohir yang kini menjadi Menteri Negara BUMN.
  • Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia untuk Jakarta yang Lebih Baik (Hipmi Jaya) periode 1998-2001 dan menjadi Ketua Nasional Hipmi periode 2001-2004.
  • Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) periode 2005-2009
  • Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang dan Mikronesia.
  • Menempati posisi Gita Wirjawan di penghujung Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II di era Presiden SBY.
  • Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat yang dilantik pada 14 September 2020.
  • Menteri Perdagangan di Kabinet Indonesia Maju. Pada Pilpres 2019, nama Lutfi masuk dalam daftar anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019.
  1. Sandiaga Salahudin Uno

Lelaki kelahiran Pekanbaru, Riau, pada 28 Juni 1969 ini muncul sebagai sosok di area politik ketika terpilih menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta pada Pilgub DKI 2018, mendampingi Anies Baswedan. Sandiaga mendapatkan gelar sarjana dari Wichita State University dan master dari George Washington University di Amerika Serikat. Berikut rekam jejak karier Sandiaga:

  • Menjadi karyawan di Bank Summa,
  • Manajer Investasi Sea power Asia Investment Limited dan Executive Vice President NTI Resources Ltd,
  • Mendirikan perusahaan konsultan keuangan PT Recapital Advisors dan perusahaan investasi PT Saratoga Investama Sedaya. Namanya tercatat sebagai bagian dari PT Adaro Indonesia, PT Indonesia Bulk Terminal, PT Mitra Global Telekomunikasi Indonesia, Interra Resources Limited, dan PT iFORTE SOLUSI INFOTEK.
  1. Tri Rismaharini

Lahir di Kediri, Jawa Timur, pada 20 November 1961. Seluruh karier dipetakan sebagai pegawai negeri di Kota Surabaya. Risma meraih gelar sarjana arsitektur dan master Manajemen Pembangunan dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Sebagai birokrat, Risma pernah menjabat berbagai posisi di Pemerintah Kota Surabaya, yaitu:

  • Kepala Seksi Tata Ruang dan Tata Guna Tanah Badan Perencanaan Pembangunan (1997),
  • Kepala Seksi Pendataan dan Penyuluhan Dinas Bangunan (2001),
  • Kepala Cabang Dinas Pertamanan (2001),
  • Kepala Bagian Bina Pembangunan (2002),
  • Kepala Bagian Penelitian dan Pengembangan (2005),
  • Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (2005),
  • Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (2008),

Lompatan besarnya adalah saat terpilih menjadi Wali Kota Surabaya lewat pemilihan langsung untuk dua periode dan tercatat menjadi President United Cities and Local Governments Asia-Pacific (2018-sekarang).

Reputasinya sebagai pemimpin kota juga mengantarkannya menjadi Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pendidikan dan Kebudayaan (2019-Sekarang).

  1. Yaqut Cholil Qoumas

Yaqut Cholil Quomas adalah putra dari K.H. Muhammad Cholil Bisri, salah satu pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Gus Yaqut, panggilannya di kalangan santri, merupakan salah satu tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU). Lahir di Rembang, Jawa Tengah, pada 4 Januari 1975. Berikut rekam jejak Yaqut:

  • Ketua PP GP Ansor periode 2011-2015 dan Ketua Umum PP GP Ansor periode 2015-2020 dan pernah menjadi anggota DPR periode 2014-2019.
  • Wakil Bupati Rembang periode 2005-2010 dan terpilih menjadi anggota DPRD Rembang hasil Pemilu Legislatif 2005.
  • Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang UI Depok. Pergerakan politiknya berlabuh di PKB dan di partai ini dia pernah menjadi Ketua DPC PKB Kabupaten Rembang (2001-2014) dan Wakil Ketua DPW PKB Jawa Tengah (2012-2017).
  1. Sakti Wahyu Trenggono

Wahyu Trenggono memulai kariernya di PT Astra Internasional Tbk pada 1988 pada program Astra Basic Training dan mendapat gelar sarjana dan master dari Institut Teknologi Bandung.

Berguru banyak di Astra, apalagi berkesempatan bersirobok dengan konsultan dunia, Boston Consulting Group (BCG), Trenggono mendirikan perusahaan penyedia menara telekomunikasi pada 1998. Sejumlah jabatan prestisius masih dipegang Wahyu sampai sekarang, yaitu:

  • Komisaris PT Merdeka Copper Gold Tbk, Komisaris Utama PT Solusindo Kreasi Pratama – Indonesia Tower, Anggota Dewan Sekolah MBA School of Business Management ITB, dan Komisaris Utama PT Teknologi Riset Global Investama.
  • Ketua Umum Asosiasi Pengembang Infrastruktur Menara Telekomunikasi pada 2005-2016. Sebelum jadi komisaris utama di PT Solusindo Kreasi Pratama – Indonesia Tower.
  • Dalam penelusuran, Wahyu Trenggono pernah tercatat sebagai Bendahara DPP Partai Amanat Nasional (PAN) pada 2009-2013.
  • Bendahara tim pemenangan Jokowi sejak era menuju kursi Wali Kota Solo, Jawa Tengah. Pada Pilpres 2014, dia juga tim sukses Jokowi, lalu pada Pilpres 2019 posisinya menjadi Bendahara TKN Jokowi-Ma’ruf.
  1. Budi Gunadi Sadikin

Budi Gunadi Sadikin lahir di Bogor, Jawa Barat, pada 6 Mei 1964 dan menamatkan pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB). Dia memulai karier dari IBM dengan menjadi staf teknologi informasi IBM Asia Pasifik, di Tokyo, Jepang.

Lalu, dia menjadi Systems Integration and Professional Services Manager. Dari IBM, Budi Gunadi Sadikin mulai menjelajah dunia perbankan. Beberapa jabatan Budi di bank, yaitu :

  • General Manager Electronic Banking, Chief General Manager wilayah Jakarta dan Chief General Manager Human Resources.
  • Director of Consumer and Commercial Banking ABN AMRO Bank Indonesia& Malaysia.
  • Head of Consumer Banking (Executive Vice President) PT Bank Danamon Tbk.
  • Direktur Adira Quantum Multi Finance, Direktur Micro and Retail Banking hingga Direktur Utama Bank Mandiri.
  • Senior Advisor Menteri Badan Usaha Milik Negara pada 2016 hingga 2017
  • Pemimpin PT Inalum dan mengawal pembentukan holding BUMN pertambangan, MIND ID.

Di periode kedua pemerintahan Jokowi, Budi menjadi Wakil Menteri bagi Erick Tohir yang mengelola BUMN. Di periode ini, Budi menjadi Ketua Satgas PEN dan akhirnya menjadi Menteri Kesehatan menggantikan Terawan Agus Putranto.

Editor : Yaumi Sa’idah