Perkembangan Covid-19 di Sumatra Utara

(Desain oleh/Tara Naura)

Penulis: Tara Naura

Sampainya wabah Coronavirus Disease 2019 atau biasa disebut Covid-19 ke Indonesia merupakan hal yang gawat serta dapat mengubah sistem tatanan kehidupan di Indonesia dari berbagai aspek. Banyaknya orang yang sudah terinfeksi virus ini membuat pemerintah harus mengambil langkah yang cepat dan tepat.

Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi telah mengambil langkah lebih lanjut terkait penanganan Covid-19. Langkah ini dibuktikan dengan adanya S.E Nomor 440/2666/2020 tentang Kewaspadaan Terhadap Risiko Penularan Infeksi Coronavirus Disease (Covid-19) di Sumatra Utara untuk meniadakan kegiatan belajar mengajar tatap muka sejak tanggal 17 Maret 2020 lalu.

Adapun data pasien terkait Covid-19 di Sumatra Utara dari tanggal 17 Maret 2020 sampai 22 Maret 2020 mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Data pasien ini mencangkup Pasien dalam Pengawasan (PDP) dan Orang dalam Pemantauan (ODP). Orang yang masuk sebagai salah satu dari kelompok pasien tersebut akan dipandu oleh petugas kesehatan terkait proses menjalani karantina selama 14 hari.

Orang yang masuk ke dalam kategori PDP ini artinya sudah dirawat oleh tenaga kesehatan karena menunjukkan gejala terjangkit Covid-19. Orang dalam kategori ODP artinya sempat bepergian ke daerah penyebaran Covid-19 atau pernah melakukan kontak langsung dengan PDP positif namun tidak menunjukkan gejala Covid-19. Saat ini PDP positif berjumlah 2 orang dengan status 1 masih dalam perawatan dan satu lagi sudah meninggal (PDP 01).

Editor : Yaumi Sa’idah