Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)

Desain oleh: Lazha Taya Aqniezkha

Penulis: Ahmad Fadhlan dan Ilham Pratama

Sejumlah wilayah di Indonesia telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna mempercepat penanggulangan sekaligus menghindari penyebaran Covid-19 yang semakin meluas. PSBB adalah pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi Covid-19 sedemikian rupa untuk mencegah kemungkinan penyebarannya. Penerapan PSBB ini telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 21 tahun 2020 tentang PSBB yang ditanda tangani oleh Presiden Joko Widodo,  Selasa (31/3).

PSBB berbeda dengan pembatasan wilayah. Pembatasan wilayah ialah menutup dan membatasi semua kegiatan apapun seperti transportasi umum, berpergian, berbelanja, bahkan keluar rumah.

Maka PSBB tidak membatasi semua kegiatan seperti pembatasan wilayah, PSBB masih memberikan kesempatan kepada warganya untuk beraktivitas seperti, berbelanja kebutuhan sehari-hari dengan tetap menjaga jarak. Pembatasan penumpang transportasi umum juga berlaku, larangan mudik untuk mencegah terjadinya penyebaran ke daerah lain, dan tidak keluar rumah bila tidak ada keperluan.

Wilayah yang ingin menerapkan PSBB, terlebih dahulu Gubernur, Bupati atau Wali kota harus mengajukan permohonan kepada Menteri Kesehatan (Menkes), dilengkapi dengan data-data. Kemudian, Menkes akan menetapkan PSBB untuk wilayah provinsi, kabupaten atau kota tertentu, dalam jangka waktu paling lama 2 hari sejak diterimanya permohonan penetapan, dengan mempertimbangkan rekomendasi tim dan memperhatikan pertimbangan dari ketua pelaksana gugus tugas percepatan penanganan Covid-19. Apabila disetujui oleh Menkes, PSBB akan diberlakukan selama masa inkubasi terpanjang, yaitu 14 hari. Jika wilayah PSBB masih dalam zona merah maka status PSBB akan terus diperpanjang.

Berikut beberapa syarat untuk menerapkan PSBB disuatu wilayah:

Apa kriterianya?

  1. Jumlah kasus atau jumlah kematian akibat penyakit meningkat dan menyebar secara signifikan dan cepat ke beberapa wilayah.
  2. Terdapat kaitan epidemiologis dengan kejadian serupa di wilayah atau negara lain.

Data yang harus disertai

  1. Peningkatan jumlah kasus menurut waktu yang disertai kurva epidemiologi.
  2. Penyebaran kasus menurut waktu disertai peta penyebaran.
  3. Kejadian transmisi lokal yang disertai hasil penyelidikan epidemiologi yang menyebutkan setelah terjadi penularan generasi kedua dan ketiga.

Hingga saat ini sudah ada 2 provinsi dan 21 kota atau kabupaten yang telah menerapkan PSBB di wilayahnya. Berikut daftar Provinsi, kota dan kabupaten yang telah melakukan PSBB:

Provinsi

DKI Jakarta dan  Sumatera Barat.

Kota/Kabupaten

Kab. Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi, Kab. Bekasi, Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, Kab. Tangerang, Kota Pekanbaru, Kota Makassar, Kota Tegal, Kota Bandung, Kab. Bandung, Kab. Bandung Barat, Kab. Sumedang, Kota Cimahi, Kota Banjarmasin, Kota Tarakan, Kota Surabaya, Kab. Sidoarjo, Kab. Gresik.

Editor : Amelia Pratiwi

Latest articles

Addin 311: Hikmah, Hadiah Terindah Dari Yang Maha Indah

“Hikmah adalah aset orang mukmin yang tercecer. Di mana pun ia menemukannya maka ialah yang paling berhak memilikinya.” (Hikmah) Dalam hidup sering kali kita bertemu...

Jalur UM-Mandiri 2020, UIN SU: Kuota 1300 Camaba

Medan, Dinamika Online – UIN SU membuka kuota 1300 untuk calon mahasiswa baru (Camaba) tahun akademik 2020/2021. Hal tersebut berdasarkan pernyataan Yunni Salma, S.Ag.,...

Gelar Seminar, Sema FSH: Kita Gali Ilmu Pengetahuan Terhadap Hukum

Medan, Dinamika Online - Senat Mahasiswa (Sema) Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) mengadakan seminar daring bertajuk "Menggagas Penegakan Hukum Pidana di Indonesia pada Era...

FEBI Lahirkan Wisudawan Terbaik pada Wisuda ke-73

Medan, Dinamika Online - UIN Sumatera Utara mewisudakan sebanyak 649 wisudawan/ti pada sidang senat terbuka. Wisuda ke-73 yang berlangsung di Aula Utama Kampus II...

5 Tips Berani Bicara, Himatika Adakan Diskusi Online

Medan, Dinamika Online – Himpunan Mahasiswa Matematika (Himatika) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN SU adakan diskusi online dengan mengangkat tema “Berani Bicara, Tunjukkan Kualitas...