Kekurangan dan Kelebihan Pergantian Status Negara

0
Desain oleh: Rizky Maryam Nasution

Penulis: Rizky Maryam Nasution

Amerika Serikat belum lama ini mencabut status Indonesia dan beberapa negara lainnya sebagai negara berkembang dan memasukkannya dalam daftar “Negara Maju” di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Indonesia tentu tidak bisa serta merta berbangga karena, keputusan Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) ini bakal  berpotensi memukul neraca perdagangan Indonesia.

Negara yang di masukan kedalam daftar “Negara Maju” selain Indonesia adalah China, India, Afrika Selatan, Brasil dan masih banya k lagi di yakini sudah tergolong ke dalam ekonomi maju itu berdasarkan dokumen yang dirilis Amerika Serikat pada 10 Februari 2020. Sedangkan Indonesia sendiri belum layak dikatakan sebagai negara maju seperti yang dikatakan oleh Sandiaga Uno.

Dengan adanya pergantian status negara ini tentu ada dampak yang diperoleh, dimulai dari kelebihan ataupun kekurangan. Kelebihan dari pergantian status menjadi negara maju adalah meningkatkan negara berpendapatan menengah, genjot daya saing global, perkuat ekspor ke pasar non-tradisional, picu industri kian kompetitif. Kekurangan adalah terancam bea masuk anti-subsidi AS/CVD, ekspor ke AS terancam turun, bunga utang tinggi dan bantuan pembangunan, pemerintah/ODA tidak berlaku, preferensi tarif bea masuk impor/GSP ke AS terancam dicabut.

Baca juga: Ayo Cari Tahu Sensus Penduduk 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.