43 Orang Meninggal Akibat DBD di NTT

Desain oleh: Lahza Taya Agnieszka

Perangkum: Tim Infografis Dinamika

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sekitar 25.693 kasus demam berdarah dengue (DBD) yang terjadi di Indonesia, yang tersebar di 30 provinsi. Dan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masuk dalam jajaran provinsi dengan kasus DBD terbesar, dengan jumlah kasus mencapai 3.731 orang dan jumlah kematian mencapai 43 orang.

Seperti yang dikatakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) provinsi NTT sampai dengan Selasa (17/3) korban yang telah terjangkit DBD mencapai 3.731 dengan korban kematian mencapai 43 orang, dan yang terakhir kasus meninggalnya seorang anak kecil berusia empat tahun pada hari Senin di Kota Kupang.

“Data per hari Selasa (17/3) kasus kematian terakhir akibat DBD terjadi di Kota Kupang, sehingga sampai saat ini jumlah korban meninggal di NTT totalnya menjadi 43 orang,” ujar sekretaris Dinas Kesehatan NTT David Mandala dilansir dari Tirto.id.

Baca juga: 10 Destinasi Wisata Diskon Tiket Pesawat Hingga 50%

Dilansir dari kata data, pada awalnya kasus DBD hanya terjadi pada lima kabupaten atau kota di NTT. Namun, sekarang telah terjadi merata di setiap wilayahnya. “Serangan penyakit DBD yang sebelumnya hanya terjadi pada lima kabupaten atau kota, ternyata telah menyebar ke semua kabupaten di NTT,” ujar Jamal Ahmad selaku Asisten Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Provinsi NTT.

Kabupaten Sikka, menjadi daerah penyumbang kasus DBD terbanyak dengan jumlah mencapai 1.396 kasus dengan angka kematian mencapai 14 kasus. Disusul Kota Kupang diperingkat kedua dengan jumlah kasus mencapai 529 kasus dengan korban meninggal mencapai enam orang. Kemudian Kabupaten Alor sebagai peringkat ketiga dengan jumlah kasus mencapai 345 kasus dengan korban meninggal mencapai empat orang.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) juga sudah melakukan berbagai cara untuk menekan angka kematian akibat DBD. Salah satu cara adalah mengirimkan sejumlah dokter spesialis ke sejumlah daerah yang terparah kasus DBD dan melakukan pengasapan atau fogging serta mengimbau masyarakat untuk memperhatikan kebersihan tempat tinggal guna memutuskan mata rantai perkembang biakan nyamuk Aedes aegypti.

Editor : Rindiani

Latest articles

Jalur UM-Mandiri 2020, UIN SU: Kuota 1300 Camaba

Medan, Dinamika Online – UIN SU membuka kuota 1300 untuk calon mahasiswa baru (Camaba) tahun akademik 2020/2021. Hal tersebut berdasarkan pernyataan Yunni Salma, S.Ag.,...

Gelar Seminar, Sema FSH: Kita Gali Ilmu Pengetahuan Terhadap Hukum

Medan, Dinamika Online - Senat Mahasiswa (Sema) Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) mengadakan seminar daring bertajuk "Menggagas Penegakan Hukum Pidana di Indonesia pada Era...

FEBI Lahirkan Wisudawan Terbaik pada Wisuda ke-73

Medan, Dinamika Online - UIN Sumatera Utara mewisudakan sebanyak 649 wisudawan/ti pada sidang senat terbuka. Wisuda ke-73 yang berlangsung di Aula Utama Kampus II...

5 Tips Berani Bicara, Himatika Adakan Diskusi Online

Medan, Dinamika Online – Himpunan Mahasiswa Matematika (Himatika) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN SU adakan diskusi online dengan mengangkat tema “Berani Bicara, Tunjukkan Kualitas...

UIN SU Wisudakan 649 Mahasiswa

Medan, Dinamika Online - UIN SU mewisudakan sebanyak 649 mahasiswa pada sidang senat terbuka Wisuda ke-73. Prosesi ini berlangsung di Aula Utama Kampus II...