Bahaya Varian Baru Covid-19 Omicron

- Advertisement -
(Desainer: Muhammad Aulia Firdaus)

Penulis: M. Aulia Firdaus dan Nurul Sakinah

Dunia tengah dikhawatirkan dengan merebaknya varian baru Covid-19. Varian yang diberi nama B.1.1.529 atau Omicron telah menjadi salah satu perhatian World Health Organization (WHO). Varian baru yang pertama kali dilaporkan di Afrika Selatan ini disebut berbahaya dibandingkan varian Covid-19 lainnya. Selain itu, varian virus ini juga memiliki daya penularan yang sangat tinggi dan memiliki peningkatan risiko infeksi ulang.

Ahli Biologi Molekuler Institut Bioteknologi Molekuler Dr. Ulrich Elling mengatakan bahwa varian Covid-19 Omicron diperkirakan lima kali lipat lebih menular dari varian Delta. WHO pun menetapkan varian ini ke dalam dengan Variant of Concern (VOC) alias varian virus yang menyebabkan peningkatan penularan, kematian, dan dapat mempengaruhi efektivitas vaksin. Sebelumnya, WHO telah menetapkan varian Alpha, Beta, Gamma, dan Delta sebagai VOC.

- Advertisement -

Sebanyak 97 negara dilaporkan telah mendeteksi varian Covid-19 Omicron hingga 20 Desember 2021. Terhitung sejak dua pekan sebelumnya, jumlah total kasus Omicron di dunia yang terdeteksi masih sebanyak 7.900. Namun, pada pekan lalu, jumlah tersebut naik pesat menjadi 62.342 kasus.

Akibatnya, jumlah negara yang terinfeksi varian Omicron bertambah menjadi 97 negara dari sebelumnya pada dua pekan lalu hanya ada 72 negara. Bertambahnya jumlah negara tersebut ikut mengubah urutan negara dengan kasus Omicron tertinggi di dunia. Namun, Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa varian ini sudah terdeteksi di Indonesia.  

Siti Nadia Tarmidzi, selaku juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan menyampaikan bahwa kasus positif Covid-19 varian Omicron bertambah menjadi 92 kasus. “Kasus positif Covid-19 varian Omicrom bertambah 92 kasus, jumlah di Indonesia secara keseluruhan mencapai 254 kasus. Sebanyak 239 di antaranya berasal dari pelaku perjalanan internasional atau disebut kasus impor. Ada pun 15 kasus berasal dari transmisi lokal,” ucapnya

Dia menambahkan sebagian besar kasus kondisinya ringan dan tanpa gejala (OTG). “Gejala paling banyak adalah batuk (49%) dan pilek (27%),” tambahnya. 

Pada 28 Desember 2021, Kementerian Kesehatan melaporkan temuan kasus pertama transmisi lokal varian Omicron. Seorang pria asal Kota Medan, Sumatra Utara terkonfirmasi positif varian Omicron pada 26 Desember setelah menjalani tes PCR pada 20 Desember. 

Maka dari itu, penerapan disiplin protokol kesehatan penting untuk dilakukan di antaranya memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Vaksinasi juga penting dilakukan untuk mencegah angka kematian dan kesakitan akibat corona.

Editor: Adelini Siagian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share article

Latest articles