Fungsi Ilmu Pendidikan Islam

- Advertisement -
(Foto: Internet https://pesantren.id)

Penulis: Windy Febriani 

Keberadaan pendidikan Islam sudah menjadi barang tentu di dalam rangka melestarikan sistem nilai takwa itu sendiri. Sebab merupakan sunnatullah bahwa sistem nilai tertentu akan menuntut sistem pendidikan yang dikembangkan, strategi yang ditempuh, teknik yang digunakan, materi pelajaran sebagai muatannya, kebijakan-kebijakan pendidikan dari tingkat satu lembaga pendidikan hingga tingkat pusat dan sistem kurikulumnya secara menyeluruh, tidaklah boleh bertentangan dengan sistem nilai tersebut.

Dalam perspektif masyarakat, fungsi pendidikan Islam sebagai sosialisasi terbentuknya masyarakat Islam yang adil dan sejahtera. Pendapat lain ditegaskan Al-Djamali bahwa pada intinya pendidikan Islam memiliki dua fungsi, yaitu fungsi menunjukkan, dan fungsi menangkal. Dijelaskan Al-Djamali, bahwa fungsi pendidikan Islam dalam menunjukkan, yaitu:

  1. Hidayah kepada iman
  2. Hidayah kepada penggunaan akal pikiran dan analisis
  3. Hidayah kepada akhlak mulia
  4. Hidayah ke arah perbuatan shaleh
- Advertisement -

Sedangkan fungsi pendidikan Islam yang bersifat menangkal, yaitu:

  1. Sebagai penangkal penyekutuan Allah
  2. Penangkal terhadap kerusakan jasmaniah
  3. Memelihara kesehatan
  4. Penangkal terhadap kesesatan dan kebatilan
  5. Menjaga diri dari kerusakan hubungan sosial
  6. Menangkal terhadap segala penyakit moral
  7. Menjaga terhadap segala bahaya dari luar dirinya

Sejalan dengan pendapat di atas, Langgulung berpendapat ada tiga pokok fungsi pendidikan dalam kehidupan masyarakat:

  1. Menyiapkan generasi muda untuk memegang peranan-peranan tertentu dalam masyarakat pada masa yang akan datang.
  2. Memindahkan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan peranan-peranan tersebut dari generasi tua kepada generasi muda.
  3. Memindahkan nilai-nilai yang bertujuan untuk memelihara keutuhan dan kesatuan masyarakat yang menjadi syarat mutlak bagi kelanjutan hidup (survival) suatu masyarakat dan peradaban

Oleh karena itu, iman atau takwa sebagai satu sistem nilai hendaklah terintegrasi dengan jelas dan transparan di dalam mengembangkan sistem pendidikan; di dalam menentukan strategi yang ditempuh; di dalam menetapkan teknik/metode pembelajaran siswa; di dalam rumusan-rumusan materi pelajaran di dalam kebijakan-kebijakan pendidikan, dan di dalam menetapkan sistem kurikulum yang dikembangkan.

Editor: Amelia Pratiwi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share article

Latest articles