Foto: Dok. Dinamika

Udara dingin menembus jaket tebal yang Ku kenakan hingga  menyentuh permukaan kulitku. Udara dingin membuat kami menggigil ketika menelusuri desa kecil bernama Raniate. Jilbabku berhembus kesana-kemari mengikuti angin yang sedari tadi tak berhenti mengganggu.

Hamparan keindahan desa ini membuat kami dapat melupakan sedikit rasa letih. Alam yang masih asri dikelilingi pohon Karet yang berbaris rapi di sepanjang jalan, sungai-sungai kecil dengan air jernih, hewan ternak yang bergerombol menelusuri jalan-jalan kecil desa dengan patuh mengikuti pengembala menambah keindahan desa ini.

Desa Raniate yang terletak di Tapanuli Selatan kecamatan Batang Toru menyimpan keindahan yang luar biasa yaitu Danau Siais. Danau Siais adalah danau terbesar di Tapanuli Selatan dengan luas 4.500 km. Danau ini hanya bisa ditempuh dengan transportasi darat. Danau ini juga dikelilingi oleh bukit-bukit yang indah. Dengan jarak tempuh sekitar 50 Km dari kota Padang Sidempuan.

Di desa ini terdapat sungai kecil yang bermuara ke danau Siais, menurut legenda di sungai ini terdapat ikan keramat yang sudah berpuluh tahun hidup di sungai tersebut. Konon katanya ikan tersebut dikeramatkan oleh seorang Syekh, ikan-ikan ini sangat jinak kepada para pengunjung danau. Ketika masyarakat melakukan aktivitas sehari-hari di sungai ini, ikan tersebut juga tetap berenang di sekitar kaki mereka. Namun yang perlu diperhatian oleh para pengunjung, ikan keramat ini tidak boleh ditangkap dan dikonsumsi, karena  menurut cerita dapat menyebabkan kematian. Sebab ikan ini sudah di doakan oleh Syekh yang pernah tinggal di desa tersebut pada zaman dahulu. Tak lengkap rasanya berjalan-jalan ke desa Raniate tanpa menikmati air terjun Napa yang menjulang tinggi dengan keindahan yang luar biasa. Namun sangat disayangkan para pengunjung danau ini hanya mpenduduk yang tinggal di sekitaran kota Padang Sidempuan saja, hal ini di karenakan jarak yang cukup jauh. Menurut Zulfizein Maliki sebagai pengunjung aktif dari kota Padang Sidempuan menambahkan penyebab wisata ini kurang menarik adalah kurangnya keikutsertaan pemerintah dalam mengembangkan objek wisata ini, serta jarak yang cukup jauh dari jalan lintas.

Surga indah yang terselip di desa Raniate ini sudah memiliki perkembangan dari segi perbaikan jalan yang dulunya rusak total, namun wisatawan yang berkunjung ke danau ini masih sangat sedikit. Semoga pemerintahan kota Padang Sidempuan dapat mengembangkan objek wisata yand ada terkhusus danau Siais yang tak kalah indah dengan danau Toba, jika dikelola dengan baik.

Reporter     : Nur Aisyah sihombing

Editor         : Maya Riski