Foto: Dok. Dinamika

Tahun baru segera tiba, untuk merayakannya, saya bersama teman-teman memutuskan untuk menikmati indahnya malam tahun baru di Bukit Holbung dengan menikmati cantiknya kembang api yang menghiasi malam pergantian tahun.

Perjalanan dimulai kala matahari sedang berada di atas kepala. Tepat pukul 12.15, kami berangkat menuju lokasi yang kami tuju. Jarak yang kami tempuh kurang lebih 5 jam dari Kota Medan. Selama perjalanan kami melewati pepohonan hijau yanng rindang, dengan jalan tidak begitu terjal namun berliku, menanjak dan menurun. Selama perjalanan kami disuguhi dengan pemandangan elok nan cantik yang Allah ciptakan. Kami terpesona melihat bukit Holbung, persawahan, Danau Toba, serta perkebunan warga sekitar yang sangat hijau dan rimbun, yang snagat menyekukkan mata ketika melihatnya. Selain itu, kita dapat menikmati udara yang begitu sejuk, segar, dan bersih.

Tibalah kami di perlintasan wisata. Warga sekitar menyambut kedatangan kami dengan hangat, lambaian tangan serta senyum semerbak anak-anak yang sedang bermain mewarnai perjalan kami.

Kami beristirahat cukup lama, sehingga kami memutuskan untuk mulai mendaki tepat setelah kami menunaikan ibadah sholat magrib. Sebelum memulai mendaki, tak lupa kami berdoa terlebih dahulu untuk keselamatan saat pendakian. Setelah berdoa, kami pun menyiapkan senter untuk perjalanan malam kami.

Pendakian pun dimulai, kami mulai mendaki dengan ditemani indahnya bulan yang bersinar terang, yang dikelilingi oleh banyaknya bintang–bintang yang membentuk rasi cantik seakan selalu menjadi obat saat kami dilanda lelah. Selain ditemani bulan dan bintang, kami pun ditemani oleh jangkrik dan hewan jenis serangga lainnya, yang tidak lain untuk menghibur kami yang sedang berjalan di sepanjang jalan pendakian. Lelah pun dapat terobati. Yang tak kalah indah adalah pemandangan lampu-lampu kecil yang terlihat dari ketinggian kurang lebih 1350 mdpl yang menghiasi sisi gemerlap Danau Toba dan sekitarnya.

Udara yang semakin dingin membuat kami terus menambah semangat agar cepat tiba pada camping ground sebelum pukul 12 malam. Kami terus mendaki dengan medan yang cukup terjal, dengan komposisi jalan berupa tanah yang basah dan diselimuti kabut tebal yang mulai turun.

Kami selalu menikmati setiap langkah yang kami ambil. Karena, walaupun langkah kaki kami terasa berat untuk melangkah, kami selalu berpegang teguh pada hati nurani dan bahwa kami bisa dan yakin untuk terus melangkah.

Enam jam perjalanan telah berlalu. Akhirnya, kami sampai pada camping ground. Disana sudah banyak teman seperjuangan kami dengan tujuan yang sama tentunya dnegan kami, untuk menikmati indahnya malam pergantian tahun di ketinggian kurang lebih 1550 mdpl. Tak lama setelah kami tiba, alarm kemeriahan pun terdengar. Terlihat, kembang api yang bertebaran di langit yang cerah. Terdengar pula, terompet yang berseru di tengah-tengah kesunyian malam saat itu. Kami menikmati malam dengan secangkir kopi panas yang menghangati tubuh kami dari dinginnya udara yang mencengkram.

Keesokan paginya, kami memutuskan untuk kembali melanjutkan perjalanan menuju puncak kemenangam kami. Perjalanan saat itu tak kalah menantang dengan perjalanan pada malam hari. Perjalanan kali ini, kami di sambut sang mentari pagi dengan pancaran sinar yang hangat, serta nyanyian burung yang berkicau.

Selama tiga jam perjalanan kami kembali melewati indahnya pemandangan yang sangat mempesona. Pandangan kami trtuju kepada dua ciptaan Allah Swt yang menjulang tinggi ke awan. Ciptaan itu adalah Gunung Sinabung dan Gunung Sibayak. Pemandangan tersebut membuat kami semakin bersemangat hingga akhirnya sampai pada puncak bukit. Pemandangan di atas puncak semakin membuat kami terkesan dan memebuat kami tak henti-hentinya untuk mengucap syukur kepada Allah Swt atas segala ciptaaannya.

Reporter : Syaiful Hadi Pulungan

Editor      : Maya Riski