Foto: Dok. Pribadi

Penulis: Asri Alviana

Berpenampilan menarik dan berwajah ganteng sudah menjadi hakekatnya seorang Selebritas Instagram (Selebgram). Kriteria ini dimiliki oleh Fandy Matondang, panggil saja Fandy. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) jurusan Agribisnis ini, sukses menjadi seorang selebgram yang dikenal oleh kalangan remaja Kota Medan.

Memiliki pengikut berjumlah lebih dari 13.000 di instagram, Fandy sering mengunggah aktivitasnya sehari-hari. Memiliki suara yang bagus, Fandy juga sering membagikan videonya saat sedang menyanyikan lagu orang lain dengan versi lain dari aslinya lewat instastory-nya.

Tak hanya itu, Lelaki yang lahir di simpang Panigoran Labura, Sumut ini juga sering mengadakan diskusi dengan para pengikutnya tentang fenomena sosial terbaru. Terkenal karena prestasinya yang begitu banyak, Fandy juga sering memberikan motivasi bagi anak-anak muda. Dengan kepribadian yang ramah, mudah bergaul, dan supel membuat Fandy disukai orang.

Lelaki berusia 22 tahun ini telah berhasil mencetak berbagai prestasi di selama masa kuliah. Kepiawaiannya dalam public speaking menjadi modal Fandy untuk mengikuti berbagai ajang kedutaan di kota Medan. Awal mulanya Fandy memulai karier dutanya dalam ajang pemilihan Duta Bahasa. Sebuah kegiatan pencarian anak-anak muda berbakat sebagai ikon bahasa perwakilan wilayah Sumatera Utara.

Diadakannya kontes ini bertujuan untuk melestarikan Bahasa Indonesia dan Bahasa Derah. Kecintaanya sebagai Bangsa Indonesia, membuat Fandy tertarik untuk ikut. Sebagai pemula, Fandy mampu membawa gelar juara 4th Runner Up Duta Bahasa Sumatera Utara dan menjadi Duta Bahasa Favorit Sumatera Utara tahun 2017.

Seakan menjadi sebuah kecanduan bagi dirinya, Fandy mengikuti ajang pemilihan Duta Mahasiswa USU. Ia meraih gelar kehormatan sebagai Duta Mahasiswa Putra. Sekaligus menjadikan Fandy sebagai Duta Mahasiswa Putra pertama yang ada di USU. Kerja kerasnya mengantarkan Fandy untuk menyelesaikan karantina selama sebulan dan bersaing dengan 50 mahasiswa USU berprestasi lainnya hingga menjadi juara.

Lain hal, saat ini ia menjabat sebagai Duta Generasi Berencana (GenRe) jalur pengabdian masyarakat. Fandy tengah sibuk mengunjungi kota-kota di wilayah Sumatera Utara untuk menyosialisasikan Program GenRe pada remaja. Kegiatan besutan BKKBN ini merupakan kegiatan yang mengedepankan pembentukan karakter bangsa di kalangan generasi muda.

Fandy merasa senang bisa terjun langsung dan melaksanakan aksi nyata untuk hal-hal positif. “Jadi anak muda itu harus selalu produktif! Karena tidak ada masa muda jilid 2”. Kata Fandy saat menjawab apa yang menjadi motivasi dirinya untuk tetap berprestasi. Lelaki itu tidak ingin menyia-nyiakan masa mudanya. Jika ia bisa maka semua anak muda pun bisa melakukannya.

Editor: Nurul Liza Nasution