Penjenamaan Pribadi Bekal Millenial Hadapi Masa Depan

(Foto/Dok. Panitia)

Menghadapi masa masa depan menjadi tantangan tersendiri bagi para millenial. Prediksi tingginya tingkat persaingan di masa depan, membuat millenial harus memiliki kemampuan tambahan (soft skill) di luar kemampuan formal (hard skill) yang diperoleh dari instansi pendidikan. Selain itu, kemampuan “mempromosikan” diri juga menjadi modal utama bagi millenial agar tidak tersenggol dari jalur perjuangan mencari pekerjaan. 

Menyadari kebutuhan itu, para penerima Beasiswa Bank Indonesia yang tergabung dalam Komunitas Mahasiswa Generasi Baru Indonesia (GenBi) Komisariat UIN SU menggagas satu kegiatan yang bernama Geber (GenBi Berlatih) sebagai wadah pelatihan peningkat soft skill bagi para anggota GenBi maupun millenial lainnya.

“Geber itu tujuannya untuk melatih dan meningkatkan skill kawan-kawan GenBi dan kawan-kawan lainnya. Dan setelah kemarin kita membuat pelatihan public speaking, kali ini kita buat pelatihan penjenamaan pribadi, karena kita menyadari soft skill seperti ini sangat dibutuhkan millennial di masa sekarang,” jelas Alfian sebagai Ketua Divisi SDM GenBi Komisariat UIN SU. 

Tak tanggung-tanggung, kegiatan yang dimulai pada 15.20 WIB, Senin (30/11) itu menghadirkan Qodrisyah yang merupakan ahli komunikasi peruasi terselubung dan Director of Quanta Education Indonesia sebagai pemateri. Selain itu Qodri juga memiliki sebuah star up, yaitu expertise.id (situs pelatihan komunikasi daring bersama trainer andal) yang menambah nilai plus dari pemateri kali ini.

Diawal Qodri menyebut kegiatan yang berlangsung via Google Meet itu sebagai petualangan yang semoga menjadi pembuka jalan bagi para millenial dalam membangun penjenamaan pribadi. Karena menurutnya, penjenamaan pribadi sangat penting sebab millenial adalah 50 ℅ bagian dari industri global di tahun 2020 dan seterusnya. “Kawan-kawan kalau tidak membangun penjenamaan pribadi dari sekarang maka persaingan akan semakin ketat dan perusahan ataupun instansi selalu melihat profile linked dari para pelamar kerja. Ya, walaupun mungkin di sosial media hanya pencitraan dan sebagainya, tapi nyatanya dunia kerja sekarang melihat itu, jadi sangat penting bagi kalian memulai personal dari sekarang untuk bekal di masa depan,” ucapnya. 

Penjenamaan pribadi adalah proses bagaimana orang lain punya presepsi tertentu terhadap kita, khususnya presepsi positif. “Penjenamaan pribadi membuat orang mengenal kita, percaya sama kita sehingga dia mau merekrut kita sebagai mitra bisnis ataupun karyawannya,” tambahan Qodri. 

Kepada 45 peserta yang kebanyakan merupakan mahasiswa tersebut, ia juga memaparkan tujuh cara untuk membangun penjenamaan pribadi. Di antaranya, yaitu dimulai dari mengenali diri sendiri. “Jadi kita harus tahu betul apa kekuatan, apa kelebihan, apa yang bisa dengan baik kita kerjakan dan apa yang bisa kita tawarkan kepada orang lain,” jelasnya.

Lalu kenali tujuan, yaitu tentukan audiens siapa yang mau menjadi target pasar kita. Kemudian manfaatkan sosial media. Gunakan sosial media sebaik mungkin, posting hal-hal yang bersifat positif bagi diri kita dan orang lain. Setelah itu, buatlah strategi konten agar sosmed kita lebih menarik dan agar orang tidak bosan dengan setiap postingan kita. Ada pun setelah memiliki langkah-langkah tersebut kita juga harus memiliki jiwa konsistensi agar penjenamaan pribadi tak lupa setelah itu bangun networking baik daring maupun luring, karena kita tidak bisa bekerja sendiri dan butuh berkolaborasi.

Salah satu peserta, Marisa Febry Sipahutar sangat mengapresiasi kegiatan ini. “Saya sangat senang dengan kegiatan ini, kegiatan nya sangat cocok bagi saya yang belum mengenal diri saya, dan ingin membangun penjenamaan pribadi. Kegiatannya juga sangat menarik, materi yang disampaikan sangat mudah dipahami, dan pemateri sangat asik,” tutur mahasiswa Akuntansi Syariah FEBI UIN SU tersebut. 

Di akhir kegiatan, para peserta dan pemateri melakukan sesi foto bersama dan ditutup dengan cedera mata yang berhadiah buku karya pemateri, bagi peserta yang berhasil merangkum kegiatan ini dengan sangat menarik. 

Reporter : Anisa Rizwani dan Deni Gusti Kurniawan

Editor : Khairatun Hisan