Mengenal Jurnalis Muda Anjana Demira dan Kisah Inspiratifnya

(Foto/Instagram/@anjanademira)

Penulis: Richa Ardelila Hutabarat

Bagi para good people (sebutan untuk penonton setia NET TV) melihat paras Anjana sudah tidak asing lagi, karena dirinya sering terlihat sebagai reporter dan membawa berita di NET TV dalam program acaranya seperti Good Afternoon, The Newsroom, NET 24 dan NET 12. Dikenal dengan nama Anjana Demira, reporter cantik ini memiliki nama lengkap Anjana Demira Andryono kelahiran Jakarta, 11 Februari 1993 yang merupakan putri dari pasangan Yul Andryono dan Magayawati.

Dunia pendidikannya pun turut menjadi hal menarik dilihat, Anjana menempuh pendidikan terakhirnya di Universitas Padjajaran dengan mengambil jurusan psikologi dan dia juga sempat bekerja sebagai HRD di PT. Unilever Indonesia. Namun melihat adanya peluang untuk mencoba sesuatu yang baru, Anjana mencoba mendaftarkan diri di salah satu stasiun TV swasta yaitu NETmediatama atau sering disebut dengan NET TV dengan posisi sebagai HRD. Di sinilah dia mulai menarik perhatian penonton yang melihatnya dilayar kaca.

Menjalankan pekerjaan yang bertolak belakang dengan latar belakang pendidikannya tidak membuatnya terlepas dari kecintaannya terhadap dunia jurnalistik. Dunia jurnalistik sudah mengajarkannya bagaimana pentingnya media yang netral, peran pentingnya media informasi dalam era pergerakan digital, dan bagaimana berpengaruhnya media dalam dunia politik. Terbukti dengan Anjana dipercaya sebagai reporter dan pembawa acara di NET TV. Anjana juga menyukai dunia traveling terlihat dari berbagai postingannya yang dia unggah di akun Instagram miliknya yaitu @anjanademira.

Sebelum dikenal di dunia jurnalistik ternyata perempuan dengan tinggi 160 cm dan berat 45 kg ini juga pernah membintangi film. Anjana memulai karier beraktingnya saat beberapa kali mengikuti casting dan lolos seleksi yang kemudian memerankan sebuah tokoh di sinetron Mama dan film Angel’s Cry dan masih banyak lainnya. Saat itu umurnya baru 8 tahun. Tidak hanya itu, Anjana juga sudah memiliki dua iklan pada produk yang terbilang besar.

Wanita berumur 27 tahun ini sudah memiliki seorang anak bernama Aksara Eisa Madera yang lahir pada bulan April kemarin dari suaminya yaitu Ezra Mandira. Ezra Mandira merupakan vokalis dan gitaris dalam grup band HIVI (Haivai) merupakan sebuah grup musik pop Indonesia yang dibentuk di Jakarta pada tahun 2009. Mereka menikah pada Juli tahun 2019 lalu.

Namun untuk saat ini, Anjana tidak terlihat lagi dilayar kaca televisi, para penonton setianya pasti kehilangan keberadaannya. Karena untuk saat ini ia memutuskan untuk fokus terlebih dahulu kepada keluarga kecilnya terutama kepada anaknya yang sangat imut dan lucu.

Kisah inspiratifnya, penulis angkat dari kisah perjalanannya saat menerima tugas untuk meliput pengungsi korban perang Suriah selama 10 hari. Berdasarkan sumber YouTube, The Newsroom Net. Dengan izin orang tuanya Anjana memulai penerbangan bersama rekan timnya ke Turki sebagai jalan masuk ke Suriah di tahun 2018 lalu. Sesampainya di Turki mereka tidak mendapatkan izin masuk ke Suriah karena dengan alasan keselamatan, karena hal tersebut merekapun memutuskan untuk mengunjungi tenda-tenda pengungsi sepanjang lintasan Turki-Suriah.

Sesampainya di lokasi pengungsian, kondisi korban perang Suriah sangat memprihatinkan. Dengan tenda sederhana yang terbuat dari terpal dan lantai tanah beralaskan tikar seadanya.  Dan yang paling menyedihkan lagi untuk satu tenda tersebut harus berbagi dengan beberapa keluarga lainnya. Setelah itu, Anjana bersama dengan timnya mengunjungi tenda yang paling dekat dengan perbatasan Turki-Suriah. Setelah sampai disana, Anjana disambut ria oleh anak-anak Suriah dan terus memegangi tangannya yang membuatnya merasa bahagia. Wajahnya pun terlihat melukiskan kesenangan dapat bermain bersama anak-anak tersebut.

Atas keberaniannya yang mempertemukan dia dengan korban perang Suriah dan mendapat pengalaman yang tidak akan dia lupakan sebagai seorang jurnalis yang profesional dalam bekerja. Kisah ini adalah salah satu dari kisah-kisahnya dalam menjalankan tugas yang membuat para penontonnya termotivasi dengan kerja keras dan kelihaiannya dalam menjalankan tugas sebagai jurnalis.

Editor : Miftahul Zannah

Latest articles

It’s Okay: Perjalanan Mencari Jati Diri

Judul : It's Okay to Not Be Okay atau Psycho But It’s Okay Genre : Romansa-Drama Sutradara : Park Shin-woo Penulis : Jo...

Tatang Koswara: Sniper Kaliber Dunia

Judul buku : Satu Peluru Satu Musuh Jatuh: Tatang Koswara Sniper Kaliber Dunia Penulis : A. Winardi Penerbit : Penerbit Buku Kompas Tahun...

Satgas Covid-19 Jabarkan Tingkat Kesembuhan Semakin Meningkat

Medan, Dinamika Online -Dilansir dari laman resmi Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito menjabarkan tingkat kesembuhan pasien Covid-19 dalam seminggu terakhir. Tercatat pertanggal 22 September, jumlah...

Addin 322: Bersahabat dengan Al-Qur’an

Penulis: Rafika Hayati Dalimunthe Al-Qur’an adalah kitab mulia yang diturunkan Allah subḥānahu wa ta’āla kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam dan menjadi tuntunan serta pedoman...

SEMA FSH Helat Diskusi Bedakan Fakta dan Hoaks

Medan, Dinamika Online – Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Syariah Dan Hukum (FSH) mengadakan diskusi media dengan tema "Membedakan Fakta Dan Hoaks". Pemateri pelatihan ini...