Mahasiswa UIN SU Menangkan Kompetisi Riset di Jepang

(Foto/Dok. Humas UINSU)

Mahasiswa UIN SU; Adi Hartono dan Nurhasanah berhasil memenangkan kompetisi pada ajang Japan Design Idea and Invention Expo (JDIE) tingkat internasional di Jepang. Mereka berhasil meraih medali silver mewakili Indonesia pada ajang kompetisi yang dilaksanakan 26 hingga 28 Juni 2020 secara daring, Jumat, (18/9).

Adi Hartono dan Nurhasanah yang berasal dari Jurusan Pendidikan Biologi dan Pendidikan Matematika (FITK) stambuk 2017, merasa sangat bersyukur karena dapat menjalankan kompetisi dengan baik dari bisa meraih medali silver. “Alhamdulillah, tidak ada kendala, kami juga mendapat dukungan dari pihak universitas maupun dari Tadris Biologi dan Pendidikan Matematika,” ujar nurhasanah.

Pada awalnya, mereka mencari informasi lomba yang terkhusus riset karena, mereka menyukai riset penelitian dan kemudian tertarik untuk mengikuti kompetisi tersebut. “Kami suka dengan riset penelitian sehingga tertarik dengan ajang kompetesi seperti ini dan acara lain yang serupa. Karena, lomba seperti ini bisa mewujudkan self development menjadi lebih baik. Di mana kami ingin terus belajar untuk mengasah keterampilan dan kemampuan untuk penulisan karya ilmiah,” jelas Adi Hartono.

“Kami mengetahui kompetisi ini melalui media sosial dan laman resmi JDIE. Di mana memang sayembara riset seperti ini merupakan kompetisi annual yang tiap tahun diadakan. Alhamdulillah tim kami terpilih mendapat kesempatan untuk mengikuti ajang kompetisi ini,” uja Adi menambahkan.

Untuk bisa meraih medali silver, Adi mengatakan mereka melewati proses yang sangat panjang. Mulai dari melakukan tahapan-tahapan  prosedur penelitian, pembuatan produk, uji coba produk, sampai dengan pengembangan riset, berupa pembuatan paper penelitian.

“Kami tetap dibimbing oleh dosen pembimbing kami, Ibu Ummi Nur Afinni Dwi Jayanti, M.Pd. Beliau sangat peduli sekali untuk mewadahi kami untuk mengembangkan keilmuan dalam kegiatan riset ini,” ujar mahasiswa Jurusan Tadris Biologi semester VII tersebut.

(Foto/Dok. Humas UIN SU)

Penelitian yang berhasil mereka kembangkan berupa penemuan The Utilization of Turmeric (Curcuma domestica) and Bengle (Zingiber montanum) in The Making of Cake and Herbal Candy to Keep Human Healthy. Yaitu berupa pemanfaatan kunyit dan bengle dalam pembuatan kue dan permen herbal untuk menjaga kesehatan manusia.

Nurhasanah pun mengatakan kunyit dan bengle yang mereka olah terbukti mampu memelihara kesehatan. “Kunyit dan bengle kami olah menjadi kue dan permen terbukti mampu memelihara kesehatan tubuh. Kami memilih Kunyit dan bengle karena, tanaman herbal ini dapat diinovasikan dalam produk kesehatan dan Insyaa Allah dapat diterima masyarakat luas,” ujarnya.

“Sebelumnya, belum ada yang membuat dengan campuran bengle yang biasanya tidak digunakan  pada makanan. Tapi Alhamdulillah setelah kami uji cobakan tetap aman bagi tubuh,” lanjut mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika itu.

Reporter : Nilamaida dan Agustini

Editor      : Nurul Liza Nasution