Kepala Pusat Layanan Internasional: Kuliah Daring, Daftar ke Perpusnas

(Foto/Dok. Dinamika)

Selama pandemi, kuliah daring sering membuat beberapa mahasiswa tidak memahami isi materi perkuliahan. Beberap diantaranya mengalami kendala, seperti pengajar yang hanya memberi tugas, pengajar yang juga tidak menjelaskan materi secara terperinci, kualitas internet yang terbatas, tambah lagi referensi buku yang tidak memadai di daerah tertentu.

Di samping itu, Kepala Pusat Layanan Internasional Dr. Muhammad Habibi Siregar, M.Ag menjelaskan bahwa kuliah daring memang sulit. Meski demikian, ia tetap menyarankan mahasiswa agar selalu semangat menjalani perkuliahan. Sebab, kondisi saat ini memang tidak memungkinkan untuk menggelar pembelajar secara tatap muka.

“Jika kuliah daring membuat kita sulit memahami informasi dengan kendala yang ada, maka saya menyarankan untuk mendaftar di Perpusnas,” ungkap ketika webinar di AKDK XIV, Jum’at (28/8).

Pria yang kerap disapa Habibi menjelaskan bahwa Perpustakaan Nasional memiliki banyak jurnal-jurnal yang bisa dijadikan referensi dalam pembuatan makalah, skripsi, ataupun karya ilmiah lainnya, juga tersedia jurnal-jurnal nasional maupun internasional, sehingga pemikiran menjadi luas.

“Kita boleh berkultur lokal, tetapi, harus memiliki pola pikir yang internasional,” tambahnya.

Tak hanya itu saja, Perpusnas juga terbuka bagi siapa saja di seluruh Indonesia. Mulai dari kalangan Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), mahasiswa hingga warga biasa. Pengaplikasinya pun hanya bermodalkan internet dan KTP sudah bisa mendaftar di Perpusnas melalui tautan berikut ini; https://keanggotaan.perpusnas.go.id/daftarpetunjuk.aspx.

Di samping itu, seorang mahasiswi UIN SU bernama Halimatussadiah menuturkan pengalamannya saat menggunakan aplikasi Perpusnas tersebut. Ia mengatakan bahwa aplikasi itu memang memiliki referensi yang lengkap. Bahkan ia menilai aplikasi tersebut sangat bermanfaat, khususnya bagi mahasiswa.

“Sangat bermanfaat, yang pastinya di Perpurnas lebih lengkap dalam mencari bahan untuk makalah/skripsi,” ujar mahasiswi Jurusan Ilmu Perpustakaan (IP) semester III itu.

Sementara itu, alumni UIN SU, Syafrita S.Pd. mengatakan hal yang selaras dengan Halimatussadiah. Ia mengatakan bahwa kehadiran Perpusnas untuk kebutuhan skripsi sangat membantu. Terlebih di tengah pandemi. Perpusnas juga menjadi pilihan alumni FITK itu sebagai pilihan terbaik untuk mencari referensi dalam skripsi.

“Peminjaman secara gratis dan waktu peminjaman yang cukup lama benar-benar bermanfaat, terutamanya untuk Bab 2 (Kajian Teori). Buku-buku digital yang ada sangat membantu,’’ jelasnya

“Dan untuk lebih memudahkan kita, bisa diunduh aplikasi i-Pusnas dari telepon genggam pribadi supaya lebih gampang diakses. Dari web juga bisa dan pilihannya lebih bervariasi,” tutup Syafrita S.Pd.

Reporter : Hijrah Alkhoir dan Ahmad Fadhlan

Editor      : Nurul Liza Nasution

Latest articles

It’s Okay: Perjalanan Mencari Jati Diri

Judul : It's Okay to Not Be Okay atau Psycho But It’s Okay Genre : Romansa-Drama Sutradara : Park Shin-woo Penulis : Jo...

Tatang Koswara: Sniper Kaliber Dunia

Judul buku : Satu Peluru Satu Musuh Jatuh: Tatang Koswara Sniper Kaliber Dunia Penulis : A. Winardi Penerbit : Penerbit Buku Kompas Tahun...

Satgas Covid-19 Jabarkan Tingkat Kesembuhan Semakin Meningkat

Medan, Dinamika Online -Dilansir dari laman resmi Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito menjabarkan tingkat kesembuhan pasien Covid-19 dalam seminggu terakhir. Tercatat pertanggal 22 September, jumlah...

Addin 322: Bersahabat dengan Al-Qur’an

Penulis: Rafika Hayati Dalimunthe Al-Qur’an adalah kitab mulia yang diturunkan Allah subḥānahu wa ta’āla kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam dan menjadi tuntunan serta pedoman...

SEMA FSH Helat Diskusi Bedakan Fakta dan Hoaks

Medan, Dinamika Online – Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Syariah Dan Hukum (FSH) mengadakan diskusi media dengan tema "Membedakan Fakta Dan Hoaks". Pemateri pelatihan ini...