Kelas Jurnalistik itu Seperti Apa Sih?

(Kamerawan/Elza Hasyim Nasution)

Sabtu, 5 September 2020, LPM Dinamika UIN SU mengadakan salah satu program kerja yakni Kelas Jurnalistik yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan, wawasan, dan pembelajaran kepada masyarakat di luar kampus terkhusus untuk siswa yang duduk di bangku SMA/MA dan SMP/MTs.

Selain memberi pengetahuan kepada siswa yang mengikuti Kelas Jurnalistik, para peserta akan diberikan praktek/simulasi untuk lebih mendalami materi yang telah disampaikan. Program tahunan Kelas Jurnalistik 2020 kali ini mengusung tema “Dengan Menulis, Ciptakan Asa, Wujudkan Karya, Raihlah Mimpi”. Kelas Jurnalistik yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Modern Ta’dib Al-Syakirin kemarin dapat menjadi ajang pembelajaran serta pengabdian kepada masyarakat di luar kampus.

Kegiatan ini dimulai pada pukul 09.30 WIB, yang dibuka oleh pewara, kemudian sambutan ketua panitia. Muhammad Hafiz selaku ketua panitia mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pembelajaran. “Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pembelajaran, dan pengetahuan lebih yang mungkin tidak didapatkan di sekolah, serta memberikan pengabdian kepada orang-orang di luar kampus terkhusus siswa-siswi yang mengikuti,” ujarnya.

Dilanjutkan dengan sambutan oleh Wahyu Nizam selaku Pemimpin Umum LPM Dinamika. “Temanya menarik karena, memang benar. Banyak orang yang mendapat harapan dari menulis, banyak orang yang mimpinya terwujud karena menulis. Menulis sekarang bukan hal yang sepele, semua serba tulisan sekarang. Segala sektor butuh orang-orang yang mahir menulis. Jadi, dengan belajar menulis dan menjadi orang yang pandai bahkan candu dalam menulis akan memudahkan kita dalam mencapai impian,” tuturnya.

Direktur Pesantren Modern Ta’dib Al-Syakirin yang diwakilkan oleh Rohanta, S.Pd.I, mengucapkan selamat datang kepada panitia pelaksana. “Selamat datang di Pesantren Modern Ta’dib Al-Syakirin dan terima kasih kepada panitia, semoga acara ini berlangsung lancar hingga akhir dengan penuh ihlas,” ujarnya saat memberikan kata sambutan.

Selanjutnya, acara diserahkan kepada moderator yang akan memandu pemateri untuk menyampaikan materinya selama 30 menit, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara pemateri dan peserta. Kegiatan ini menghadirkan tiga orang pemateri yang merupakan Kru LPM Dinamika UIN SU, yakni M. Rio Fani sebagai pemateri Pengantar Jurnalistik.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan setiap orang bisa menulis satu objek dengan banyak sudut pandang. “Kita bisa menulis satu objek tapi, dengan sudut pandang yang berbeda-beda. Misalnya, mengenai berita negatif, kita bisa menuliskan nilai positif dari berita negatif tersebut. Intinya dalam satu objek berita kita bisa mendapatkan beberapa angle tulisan,” jelasnya saat menyampaikan materinya.

Selanjutnya, Nadhri Filka sebagai pemateri Kepenulisan Cerpen, dalam pemaparannya ia menjelaskan bahwa menulis cerpen itu mudah. Ia memberikan tip mudah menulis cerpen. “Adapun tips mudah menulis cerpen yaitu; temukan motivasi menulis, pilih tema yang sesuai dengan kemampuan, menentukan jumlah nama, sifat, dan peran tokoh, membuat alur cerita yang jelas, memilih sudut pandang, menentukan judul yang mantap betul, menuangkan cerita dengan kalimat efektif,” jelasnya.

Kebanyakan orang beranggapan bahwa kegiatan yang dilaksanakan di pesantren akan terasa membosankan yakni para peserta tidak terlalu antusias. Ternyata hal tersebut tidak benar, sejak acara dimulai hingga akhir, para peserta antusias mengikuti acara, salah satunya para peserta cukup interaktif saat pemateri menyampaikan materinya, sehingga tidak terasa membosankan dan lebih terkesan asik.

(Kamerawan/Elza Hasyim Nasution)

Materi dibawakan dengan santai dan bahasa yang mudah untuk dipahami, sehingga para peserta tidak kebingungan dengan materi yang disampaikan. Pada saat selesai pemaparan materi Kepenulisan Cerpen, para peserta diberikan simulasi yakni menuliskan sebuah cerpen untuk mendalami materi yang telah disampaikan. Simulasi tersebut juga terasa mudah, sebab sudah diberikan kiat-kiat ataupun cara untuk menuliskan sebuah cerpen secara lengkap.

Suasana saat simulasi sungguh menarik. Ada peserta yang kebingungan untuk memulai tulisan cerpennya, ada juga yang langsung mengarang bebas, ada peserta yang mencurahkan isi hatinya, serta ada yang gelisah karena bingung lanjutan untuk cerpen miliknya. Panitia pun dengan sigap membantu para peserta dalam simulasi. Suasana yang tenang dan angin yang mengalun indah membuat para peserta nyaman, sehingga mengerjakan simulasi dengan lancar, bahkan ada peserta yang menuliskan dua cerpen.

Cerpen yang telah dituliskan oleh para peserta nantinya akan dievaluasi oleh pemateri Kepenulisan Cerpen. Evaluasi tersebut bertujuan untuk memberikan pembelajaran kembali kepada para peserta bagaimana menulis cerpen yang baik dengan belajar dari kesalahan sebelumnya. Kemudian, cerpen-cerpen tersebut akan diseleksi dan dipilih tiga cerpen terbaik sebagai bentuk apresiasi.

Cerpen yang telah ditulis oleh para peserta akan dibukukan dan akan diserahkan kepada pihak pesantren nantinya. Para peserta sangat senang dan lebih semangat saat mendengar cerpen yang mereka tulis akan dibukukan, “Yeeyy,” sorak gembira para peserta.

Setelah simulasi selesai, dilanjutkan, Annisa Rizwani sebagai pemateri Kepenulisan Artikel. Dalam pemaparan materinya ia memberikan resep menulis artikel, yakni terdapat tujuh langkah menulis artikel. “Berikut tujuh langkah cara menulis artikel, yaitu menemukan ide, menetapkan angle, mengumpulkan bahan tulisan, membuat kerangka tulisan, menulis, editing, dan publikasi,” jelasnya dalam pemaparan materi.

Setelah selesai pemaparan materi terakhir, selanjutnya pengumuman untuk 3 cerpen terbaik, dilanjutkan memberikan penghargaan kepada ketiga pemateri yang luar biasa, karena mereka juga acara Kelas Jurnalistik ini berjalan dengan baik, serta penghargaan kepada pondok pesantren karena telah mendukung berlangsungnya acara Kelas Jurnalistik kali ini.

Ketua panitia berharap semoga Kelas Jurnalistik ke depannya dapat terus terjalankan dengan tema yang berbeda. “Semoga Kelas Jurnalistik ke depannya dapat terus terjalankan dengan tema yang berbeda dan pastinya harus lebih banyak memberi manfaat kepada orang-orang di luar kampus,” tutur Muhammad Hafiz.

Reporter : Lisa Maulida dan Zanna Nurpiana

Editor      : Nurul Liza Nasution

Latest articles

Pemilihan Pengurus Baru, PEMAPASID Adakan Musyawarah Besar

Medan, Dinamika Online – PEMAPASID (Persatuan Mahasiswa Kota Padang Sidempuan) telah mengadakan musyawarah besar dengan tema "Menciptakan Generasi Kader Pemapasid yang Memiliki Nilai Ukhuwah...

Cara Jitu Bangun Pagi

Penulis : Nurur Ramadhan Nasution Mayoritas orang memiliki harapan untuk bangun pada pagi hari, mulai dari kalangan pelajar yang masih duduk di bangku sekolah, mahasiswa,...

Bangun Potensi Buat Berita, Jurnalistik Syams Gelar Pelatihan

Medan, Dinamika Online – Guna membangun potensi dalam pembuatan berita, i Jurnalistik Syams MAN 1 Medan menggelar pelatihan dengan pembahasan “Membuat Berita”. Pelatihan ini...

Antisipasi Penyebaran COVID-19, Dema FIS Langsungkan Kegiatan Berbagi

Medan, Dinamika Online - Untuk menghindari penyebaran Covid-19, Dema Fakultas Ilmu Sosial (FIS) mengadakan kegiatan berbagi dengan tema "Katakan Tidak pada Corona". Kegiatan ini...

Langgar Prokes, Pemko Medan Tutup Sementara Tempat Usaha

Medan, Dinamika Online – Dilansir dari laman resmi Humas Pemko Medan, Pemerintah Kota Medan melalui Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) mengumumkan bahwa...