Foto : Dinamika
Foto : Dinamika

Indonesia adalah negara yang kaya raya. Potensi kekayaan alam yang dimilikinya sangat luar biasa, baik sumber daya alam hayati maupun non hayati. Khususnya di Sumatera Utara banyak kita dapati wisata alam yang berasal dari kekayaan negeri. Tak jarang dari kita justru mengabaikan dan tidak merawatnya dengan baik, seperti membuang sampah secara sembarangan. Tapi lain halnya dengan warga yang tinggal di Desa Bah biak, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun. Walaupun berada dalam kawasan PTPN Afdeling IV E Bah Butong, warga yang mayoritas adalah pekerja di perkebunan teh ini sangat menjaga kebersihan dan keasrian desanya.

Desa Bah Biak sendiri pernah menjadi juara 1 kategori desa terbersih sekawasan Bah Butong. Kemenangan itu diraih atas kesadaran warga untuk cinta terhadap lingkungannya. Bapak Sulasdi, salah satu warga Desa Bah Biak bercerita tentang kampungnya tersebut. “Setiap warga Desa Bah Biak di sini diwajibkan untuk menjaga kebersihan lingkungannya dan ramah kepada setiap orang juga ciri khas desa kami,” paparnya.

Tidak hanya terampil dalam bekerja dan sadar akan kebersihan, Desa Bah Biak ini dikaruniai potensi alam yang sangat luar biasa. Di Desa Bah Biak terdapat air terjun yang sangat menawan yang dapat memikat mata para pengujungnya. Air yang jernih, susunan batu yang rapi membuat pesona air terjun ini sangat indah. Keberadaan air terjun ini merupakan hal baru bagi warga desa. Panjang cerita, dulunya air terjun ini tidak dikelola oleh Warga Bah Biak, kesibukan bekerja di perkebunan membuat warga malas untuk turun melihat air terjun tersebut.

Sekitar tahun 2008 air terjun ini pernah dikelola oleh pihak perkebunan PTPN IV tetapi, tidak terawat dan hampir tidak ada pengunjung yang datang ke tempat ini. Dan baru setahun ini wisata tersebut ramai dikunjungi wisatawan, hal inilah yang membuka pemikiran warga untuk mengelola air terjun tersebut. “Dulunya air terjun ini tidak secantik seperti ini, baru di kelola di awal Februari 2014 dan ini merupakan pemekaran kedua setelah sebelumnya dibakar oleh pemuda sekitar yang mabuk-mabukan di sini,” papar Sulasdi.

Bapak Sulasdi pun menceritakan tentang sejarah adanya air terjun ini. Warga desa belum sadar akan keuntungan yang mereka dapat jika mengelola air terjun tersebut. Hingga akhirnya ada beberapa pemuda yang berkunjung ke air terjun tersebut dan memasukannya ke internet. “Dulunya tidak ada pengunjung di sini karena ada yang datang, terus memasukan ke internet, baru banyak pengunjung datang ke sini,” jelasnya.

Setelah para pengunjung mulai berdatangan, warga pun sadar untuk membenahi air terjun dan membuat fasilitas seadanya untuk pengunjung. Warga Desa Bah Biak pun menamai air terjun tersebut dengan nama desa mereka, ‘Air Terjun Bah Biak’. Semakin banyaknya wisatawan lokal maupun dari luar kota menjadi penyemangat untuk warga berjualan dan membuat pondok sebagai tempat istirahat pengunjung.

Dengan adanya wisata air terjun ini dapat menambah penghasilan warga sekitar. Hasil berjualan dan menyewakan pondok sebagai tambahan keuangan warga dibenarkan oleh Sulasdi. “Dengan adanya wisata ini dapat membantu perekonomian warga, sangat membantu malah,” paparnya.

Sekarang, tempat ini menjadi salah satu tujuan wisata alam yang menjadi favorit pengunjung. Tambahan fasilitas dan kebersihan air terjun pun sangat dijaga oleh warga Desa Bah Biak. Sulasdi juga berharap agar kedepannya wisata Air Terjun Bah Biak ini tetap diminati pengunjung dan mendapat pembenahan oleh pemerintahan pariwisata Kabupaten Simalungun. “Semoga air terjun ini tetap diminati pengunjung, baik dalam maupun luar kota, dan pemerintahan dapat membantu agar tempat ini lebih baik lagi,” tutupnya.

Penulsi            : Nurhalimah

Editor             : Nurtiandriyani S