Istilah Dakwah dalam Al-Qur’an

0
Ilustrasi dakwak Al-Qur’an. (foto/Ilustrasi/Pixabay)

Penulis: Sri Julia Ningsih

Kata dakwah menurut bahasa (etimologi) berasal dari Bahasa Arab, yaitu dari kata da’a, yad’uw, da’watan. Kata tersebut mempunyai makna menyeru, memanggil, mengajak dan melayani. Selain itu, juga bermakna mengundang, menuntun dan menghasung. Sementara dalam bentuk perintah atau fi’il amr yaitu ud’u yang berarti ajaklah atau serulah.

Dakwah merupakan bagian yang sangat penting di dalam Islam karena, berkembang tidaknya ajaran agama Islam dalam kehidupan masyarakat merupakan aktifitas dari berhasil tidaknya dakwah yang dilaksanakan, sebagai ajaran yang menuntut penyampaian dan penyebaran. Oleh karenanya, kita harus mengetahui istilah yang identik dengan dakwah.

Tablig

Tablig dalam bentuk perintah atau fi’il amr ditemukan kata “balligh” yang artinya sampaikanlah. Dan kata “balagh” yang bermakna menyampaikan. Allah SWT berfirman dalam Qur.an surah Al-Maidah [5] ayat 67 yang artinya:

Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.

Tabsyir dan Indhar

Kata tabsyir semakna dengan kata targhib yakni memberi kabar gembira bagi orang yang beriman dan beramal saleh. Sedangkan kata indhar memiliki makna yang sama dengan perkataan tarhib, yang berarti peringatan bagi yang kufur dan melanggar perintah Allah SWT.  Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Qur’an surah Saba [34] ayat 28 yang artinya:

Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.

Artinya, manusia sebagai pembawa berita gembira kepada orang-orang yang beriman, bahwa mereka akan masuk surga karena taat kepada Allah. Dan sebagai pemberi peringatan kepada orang-orang kafir bahwa mereka akan dimasukkan ke dalam neraka tersebab durhaka terhadap Allah. (tetapi kebanyakan manusia) yakni orang-orang kafir tidak mengetahui hal ini.

Kata Nashihat

Kata nasihun yang berarti penasehat disebut pada dalam Qur’an surah Al-A’raf [7] ayat 68 yang artinya:

Aku menyampaikan amanat-amanat Tuhanku kepadamu dan aku hanyalah pemberi nasehat yang terpercaya bagimu.

Kata Zikra

Al-zikra artinya memberi peringatan atau mengingatkan. Selain kata zikra, terdapat kata zakkir dan muzakkir. Kata zakkir adalah fi’il amar yang berarti berilah peringatan atau peringatlah. Sedangkan kata muzakkir merupakan isim fa’il yaitu pelaku suatu perbuatan dan dalam konteks ini sebagai pemberi peringatan.  Secara jelas dapat dilihat pada Qur’an surah Al-An’am [6] ayat 70 yang artinya:

Dan tinggalkan lah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Quran itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. Tidak akan ada baginya pelindung dan tidak pula pemberi syafa’at selain daripada Allah. Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusanpun, niscaya tidak akan diterima itu daripadanya. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka. Bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu.

Artinya: peringatkanlah, berilah nasihat umat manusia itu dengan Al-Qur.’an agar setiap diri tidak terjerumus ke dalam neraka atau ke dalam kebinasaan karena perbuatannya sendiri. Tidak akan ada selain Allah sebagai penolong yang dapat menyelamatkannya dan tidak pula pemberi syafaat yang dapat mencegah dirinya dari siksaan neraka.

Kata Amr Ma’ruf Nahi Munkar

Amr Ma’ruf Nahi Munkar mengandung arti memerintahkan yang makruf (kebaikan) dan mencegah yang munkar (keburukan). Allah berfirman Al-Qur’an surah Ali- Imran [3] ayat 104 yang artinya:

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung

Mereka yang dimaksud adalah para muhajidin dan ulama. Abu Ja’far Al-Baqir berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Kebaikan ialah mengikuti Al-qur’an dan Sunnah,” Keterangan itu juga diriwayatkan oleh Ibnu Mardawih. Maksud ayat ini ialah hendaknya ada dari umat ini segolongan orang yang berjuang di bidang ini, walaupun hal itu merupakan kewajiban bagi setiap individu sesuai dengan kapasitasnya.

Sebagaimana hal itu ditegaskan dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa di antara kamu melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tangan; jika ia tidak mampu, maka dengan lisannya; jika tidak mampu, maka dengan hatinya; dan yang demikian merupakan selemah-lemahnya iman.” Selain ketiga perbuatan itu, berarti tiada keimanan meskipun hanya sebesar biji sawi.

Kata Maw’izhah

Makna kata maw’izhah menurut Tafsir Al-Mishbah peringatan, pengajaran.  Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surah An-nahl [16] ayat 125 yang artinya:

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

Allah Ta’ala menyuruh Rasulullah SAW agar mengajak makhluk kepada Allah dengan hikmah, yakni dengan berbagai larangan dan perintah terdapat di dalam Al-kitab dan As-Sunnah, agar mereka waspada terhadap siksaan,

Editor: Nurul Liza Nasution

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.