Aturan Baru Transportasi Terkait New Normal

(Foto/Ilustrasi/Pexels)

Penulis: Astri Angraeni dan Tara Naura

Menyusul berakhirnya aturan larangan mudik pada 7 Juni 2020, Kementrian Perhubungan (Kemenhub) menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) nomor 41 tahun 2020 tentang perubahan atas Permenhub nomor 18 tahun 2020 tentang pengendalian transportasi dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

Salah satu hal yang dibahas dalam Permenhub nomor 41 tahun 2020 ialah soal batas kapasitas maksimal penumpang angkutan yang diperbolehkan melebihi 50 persen yang dimana sebelumnya dibatasi maksimal 50 persen.

Berikut isi aturan baru tersebut.

1. Kapasitas Penumpang Angkutan Umum Boleh Melebihi 50 Persen

Tidak ada lagi pembatasan maksimal 50 persen untuk kapasitas penumpang angkutan umum darat, laut, dan udara. Meski adanya pelonggaran, hal ini tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan penyesuaian di kemudian hari.

Dalam SE 11/2020, dijelaskan bahwa kapasitas penumpang untuk angkutan umum yang ditambah menjadi 70 persen pada fase I dan II, dan 85 persen pada fase III.

Sementara untuk angkutan taksi, angkutan sewa khusus, dan angkutan sewa umum, kapasitas penumpang pada fase pertama di semua zona adalah 50 persen. Memasuki fase kedua dan ketiga, zona kuning dan hijau diperbolehkan menambah kapasitas penumpang hingga 75 persen, namun pada zona merah dan oranye hanya diperbolehkan mengangkut maksimal 50 persen kapasitas penumpang.

Untuk transportasi sungai, danau, dan penyeberangan, Kemenhub mengatur kapasitas angkut berdasarkan zona, yakni; zona merah 50 persen, zona oranye, 60 persen, zona kuning 75 persen, dan zona hijau 85 persen.

2. Maksimal Kapasitas Penumpang Mobil Pribadi Masih Dibatasi 50 Persen

Dijelaskan dalam SE 11/2020 oleh Kemenhub bahwa untuk mobil pribadi berpenumpang diberlakukan kapasitas penumpang maksimal 50 persen dari kapasitas tempat. Hal ini berlaku untuk semua zona dan berakhir pada 31 Juli 2020.

Untuk fase selanjutnya yaitu 1 Agustus sampai dengan 31 Agustus, maksimal pembatasan jumlah penumpang 50 persen diberlakukan hanya di daerah zona merah dan oranye. Pada zona kuning dan hijau, maksimal pembatasan jumlah penumpang ialah 75 persen.

3. Diberlakukannya Surat Keterangan Sehat Untuk Penumpang Pesawat

Aturan diberlakukannya surat keterangan sehat untuk penumpang pesawat mengacu pada SE 7 tentang kriteria dan persyaratan perjalanan orang dalam masa adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19. Salah satu isinya ialah penumpang harus menyertakan hasil tes PCR ketika hendak melakukan perjalanan.

Alternatif dari menyertakan hasil tes PCR ialah dengan melampirkan hasil tes rapid atau surat kesehatan yang terakreditasi oleh Kemenkes mengingat biaya tes PCR yang relatif mahal.

Adapun berdasarkan SE 13/2020 tentang operasional transportasi udara dalam masa kegiatan masyarakat produktif dan aman dari Covid-19, dijelaskan bahwa kapasitas penumpang pesawat yang diperbolehkan adalah 70 persen dari kapasitas maksimum.

4. Maksimal Kapasitas Penumpang yang Berbeda untuk Setiap Jenis Kereta Api

Kereta api reguler baik antar kota maupun lokal sudah beroperasi sejak 12 Juni 2020 secara bertahap. Adapun kapasitas penumpang untuk kereta reguler diberlakukan maksimal kapasitas 70 persen penumpang dari kapasitas jumlah tempat duduk setiap kereta. Maksimal kapasitas ini dapat bertambah jika sudah berjalan kondusif. Hal ini juga berlaku untuk Kereta Api Prambanan Ekspress dan Kereta Api Bandara.

Untuk Kereta Api (KA) Luxury, diberlakukan kapasitas penumpang maksimal 100 persen. Namun, di tahap kedua dilakukan pembatasan jumlah maksimal penumpang ialah 80 persen dari jumlah tempat duduk dari setiap kapasitas kereta api.

Kapasitas maksimal penumpang Kereta Rel Listrik, yang termasuk KRT, LRT, dan MRT  pada tahap pertama ialah 45 persen dari kapasitas penumpang tiap kereta. Di tahap kedua dilakukan pembatasan maksimal jumlah penumpang sebanyak 60 persen.

Editor : Rindiani

Latest articles

Kemenristek BRIN Kembangkan Health Passport

Medan, Dinamika Online – Dilansir dari situs resmi satgas Covid–19, Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset Inovasi Nasional (Kemenristek BRIN) bersama Satgas Covid–19 sedang mengembangkan...

Edukasi Seputar Digital Marketing, Exabytes Adakan Webinar

Medan, Dinamika Online - Guna memberikan edukasi seputar digital marketing, Exabytes mengadakan web seminar (Webinar) dengan topik “Ad Optimization Hacks for Huge Success (Cuan)”...

Beramal Baiklah Layaknya Seperti Lebah

Penulis : Khoiriah Syafitri “Teruslah berbuat kebaikan dan jangan pernah bosan. Sebab tidak ada balasan untuk kebaikan melainkan kebaikan itu juga bahkan kebaikan yang lebih...

Masih Bertahan dalam Bosan?

Penulis: Muhammad Tri Rahmat Diansa Beberapa bulan sudah terlewat dan kita masih dipisahkan oleh jarak, sebab pandemi yang seolah tak ingin mengakhiri. Rasa bosan, jenuh,...

Tingkatkan Generasi Qur’ani, JPRMI Adakan Tablig Akbar

Medan, Dinamika Online - Dalam rangka meningkatkan generasi qur’ani organisasi Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) mengadakan kajian tabligh akbar dengan mengusung tema...