Foto: Dok. Panitia

Muamar Sidik Utomo, mahasiswa semester VI Prodi Sistem Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan, diundang sebagai pembicara pada acara Bisma Goes to Get Member (BIGGER) yang diadakan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia. Acara ini dilaksanakan di Hotel Kyriad Bumi Minang, Padang pada 26 Juni lalu.

Sebelumnya, Muamar sudah sering mengikuti acara-acara Bekraf di Medan dan sudah selama dua tahun menjadi pengguna aplikasi penunjang usaha pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) yang bernama BISMA (Bekraf Information System In Mobile Aplication) dari Bekraf. Tentunya, ia adalah pelaku usaha ekonomi kreatif yang masih terbilang muda dan sudah merasakan manfaat dari aplikasi tersebut.

Berangkat dari sinilah ia mendapat undangan langsung oleh Bekraf untuk sharing mengenai pengalaman dan keuntungan yang sudah ia dapatkan dari aplikasi itu. Muamar mengaku terkejut ketika mendapat telepon dari panitia yang meminta dirinya untuk menjadi pembicara dan sempat beranggapan bahwa itu hanyalah penipuan. “Awalnya kaya telepon penipuan, mereka langsung mengundang tanpa basa-basi, saya kaget,” katanya saat diwawancarai.

Dalam materinya, Muamar menyampaikan keuntungan-keuntungan bagi pelaku ekonomi kreatif di Padang dalam mengelola bisnisnya. “Yang saya sampaikan di sana itu, sharing tentang aplikasi BISMA, keuntungan aplikasi tersebut. Para pengguna software aplikasi di Padang akan cepat mendapat informasi pelatihan-pelatihan yang ada di Padang,” tambahnya.

Padang merupakan kota ke empat pelaksanaan BIGGER 2019, setelah Bogor, Malang, dan Palembang. Acara ini turut dihadiri oleh Direktur Riset dan Pengembangan Ekraf, Wawan Rusiawan; Direktur Hubungan Antar Lembaga dalam Negeri, Hassan Abud; Plt. Direktur Pemasaran dalam Negeri, Fahmi Akmal serta perwakilan dari Dinas Pariwisata Kota Padang.

Selain nama-nama di atas, hadir pula tokoh-tokoh penting lain yang turut menjadi teman Muamar sebagai pembicara yaitu, Hari Soul Putra selaku Professional Financial Planer, Leyana Riesca sebagai Community Manager Bukalapak, Sugeng Untung selaku Desainer Interior dan Handoko Hendroyono sebagai Produser Film.

Mengenai aplikasi BISMA sendiri, Deputi Insfrastruktur Bekraf, Hari S. Sungkari dalam sambutannya mengatakan, aplikasi BISMA ini tidak hanya untuk kepentingan pelaku Ekraf, tetapi juga mendukung kepentingan pemerintah untuk mengembangkan ekonomi nasional.

“BISMA dibuat selain untuk kepentingan para pelaku ekonomi kreatif juga untuk mendukung kepentingan pemerintah dalam memperoleh data valid mengenai ekonomi kreatif, untuk menunjang pengembangan ekonomi nasional dengan berbagai program maupun kebijakan,” tuturnya.

BIGGER menargetkan lebih dari 200 pelaku Ekraf yang berasal dari Padang dan sekitarnya menghadiri acara ini, untuk selanjutnya akan mendaftarakan usahanya ke BISMA. Melalui kegiatan ini, Bekraf berharap dapat memperoleh data valid pelaku Ekraf di Kota Padang dan sekitarnya untuk mendorong akselerasi ekonomi kreatif Indonesia melalui pemerataan program dan kebijakan yang tepat, sesuai dengan kebutuhan pelaku Ekraf di masing-masing wilayah.

Penulis: Wahyu Nizam

Editor: Rizki Audina