Viralnya Bubu Jason Hingga Konten Cringe Saat Demo

(Kasubdiv Rumah Tangga/Dok. Pribadi)

Penulis: Tiwi Sartika

Nama Jason William pasti sudah tidak asing lagi di telinga Tiktokers, Tiktokers diartikan sebagai para pengguna aplikasi dan pembuat konten Tiktok. Jason merupakan salah satu pembuat konten POV, POV merupakan singkatan dalam bahasa Inggris, yang artinya ‘Point of View’ yang dalam bahasa Indonesia berarti sudut pandang. POV sering digunakan di aplikasi Wattpad dan Tiktok.

Dikenal dengan panggilan ‘Bubu’ yang merupakan panggilan kesayangan dari penggemar Jason, hampir sama artinya dengan panggilan ‘sayang’. Isi konten Jason di kalangan Tiktokers dipandang asik dan menghibur kaum jomlo, dengan kata lain bisa merasakan ke-uwu-an walau tak punya kekasih sungguhan. Ya, bisa dikatakan juga dengan ‘halu’.

Kalau di kalangan Tiktokers, konten halu tersebut sangat menghibur, bisa merasakan ke-uwu-an walaupun tidak dirasakan pada kehidupan nyata. Entah karena ada angin apa, video Tiktok Jason memenuhi beranda Twitter. Banyak sekali yang kontra, karena konten Jason ini merujuk pada konten 18+, yang mana para penggemarnya pun masih di bawah umur. Warga Twitter mengkhawatirkan hal tersebut, khawatir akan penggemar Jason terjerumus ke jalur yang tidak diinginkan pada usianya.

Netizen tak selamanya kontra, ada segelintir yang bukan penggemar Jason menulis cuitan terkait kontennya. ‘Gue bukan penggemar dia, tapi ya selagi itu ga merugikan orang lain, biarin aja kek, itu hak dia’. Adu pendapat pun tak habis-habisnya, banyak yang merasa geli dengan kelakuan Jason yang membuat konten POV tersebut, ‘Geli banget, pas dia nyium kamera hshshsh mau muntah’. Kesimpulannya, biarkan seseorang itu bebas berekspresi selagi tidak merugikan orang lain dan bisa menyesuaikan konten terhadap para penikmat kontennya, begitu pula dengan penggemar yang di bawah umur, harus pandai memilah konten apa yang seharusnya ditonton dan dicontoh.

Masih berkaitan dengan Tiktok dan konten cringe, Demo UU Omnibus Law dimulai pada 6 Oktober 2020 kemarin. Banyak mahasiswa yang turun dan ingin mengeluarkan suaranya, tak sedikit juga yang demo hanya untuk sebuah konten contohnya, demo dijadikan ajang mencari jodoh, buat konten Tiktok yang tidak sengaja uwu dengan Abang ber-almet dari kampus lain, sampai perempuan yang merasa dilindungi oleh pria pada saat demo berlangsung.

Konten Tiktok dari pembahasan di atas pun kembali meramaikan beranda Twitter, karena itu memanglah tempat yang mudah bagi seseorang untuk viral. Lagi-lagi, pendapat netizen kembali adu jemari ketikan di layar ponsel pintarnya, ‘Lo kalo nyusahin sewaktu demo mending lo di rumah aja, jangan jadi beban, konsep uwu tu ga kea gitu’. Lalu, ada salah satu pengguna Twitter yang membuat utas tentang cerita demonya pada tanggal 7 Oktober 2020 di Gedung DPR. Utas ini menceritakan hal ke-uwu-an yang ia lewati bersama abang-abang yang memeluknya dari belakang, karena hampir terinjak oleh demonstran lainnya.

Cuitan tersebut juga sangat banyak mengundang pro dan kontra terhadap konten yang larinya hampir ke caper alias cari perhatian. Menjadi perempuan itu sudah seharusnya dilindungi, begitu pula dengan lelaki yang harus melindungi perempuan pada saat kejadian tersebut. Jika dirasa tak sanggup, takut, dan hanya ingin meramaikan para demonstran ada baiknya menetap di rumah saja. Tak etis rasanya uwu pada saat situasi Indonesia sedang berduka, berdoalah jika tak bisa turun langsung ke lapangan, jangan sampai isu UU Omnibus Law teralihkan sebab konten-konten cringe yang terjadi saat demo kemarin.

Terlebih lagi, cerdaslah dalam bermedia sosial. Pikirkan apa dampak yang timbul dari konten-konten yang kita unggah. Positif atau negatif? Maslahat atau mudarat? Bukankah sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain? Oleh karena itu, marilah kita menggunakan media sosial untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat.

Latest articles

Pemilihan Pengurus Baru, PEMAPASID Adakan Musyawarah Besar

Medan, Dinamika Online – PEMAPASID (Persatuan Mahasiswa Kota Padang Sidempuan) telah mengadakan musyawarah besar dengan tema "Menciptakan Generasi Kader Pemapasid yang Memiliki Nilai Ukhuwah...

Cara Jitu Bangun Pagi

Penulis : Nurur Ramadhan Nasution Mayoritas orang memiliki harapan untuk bangun pada pagi hari, mulai dari kalangan pelajar yang masih duduk di bangku sekolah, mahasiswa,...

Bangun Potensi Buat Berita, Jurnalistik Syams Gelar Pelatihan

Medan, Dinamika Online – Guna membangun potensi dalam pembuatan berita, i Jurnalistik Syams MAN 1 Medan menggelar pelatihan dengan pembahasan “Membuat Berita”. Pelatihan ini...

Antisipasi Penyebaran COVID-19, Dema FIS Langsungkan Kegiatan Berbagi

Medan, Dinamika Online - Untuk menghindari penyebaran Covid-19, Dema Fakultas Ilmu Sosial (FIS) mengadakan kegiatan berbagi dengan tema "Katakan Tidak pada Corona". Kegiatan ini...

Langgar Prokes, Pemko Medan Tutup Sementara Tempat Usaha

Medan, Dinamika Online – Dilansir dari laman resmi Humas Pemko Medan, Pemerintah Kota Medan melalui Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) mengumumkan bahwa...