Semua Anak Hebat, Berhenti Saling Membandingkan!

- Advertisement -

Foto: Reporter
(Dok. Pribadi)

Penulis: Hijrah Alkhoir

Dear orang tuaku, dari Aku, anakmu…,

- Advertisement -

Kita semua sepakat bahwa setiap anak memiliki kemampuan ataupun bakat yang berbeda. Bahkan terhadap anak sekandung memiliki kemampuan yang berbeda walaupun se-Ibu dan se-Ayah. Namun, sering kali seorang anak menjadi objek perbandingan dengan anak lainnya. Entah itu anak tetangga, keponakan, sepupu, tak terkecuali saudara kandungnya sendiri.

Membandingkan anak dengan anak lain, baik soal kecerdasan, kemampuan, kepatuhan, olahraga, ataupun hal lainnya akan berakibat buruk pada psikologis anak. Tak terkecuali, apa yang ia alami dahulu akan tetap dirasa dan diingat hingga remaja nantinya. 

Dilansir dari laman detikhealth, psikolog anak dan remaja mengatakan bahwa membandingkan anak-anak tidak baik bagi kemampuan yang akan dikembangkannya. “Membandingkan anak sebenaranya tidak boleh ya, karena itu akan membuat anak tidak mengembangkan kemampuan yang dimiliki, tetapi hanya menyamai seseorang,” ujar Ratih Zulhaqqi.

Berikut 5 efek jadi anak yang dibandingin melulu, yaitu:

  • Tidak Percaya Diri

Efek pertama kali yang dialami seorang anak adalah tidak percaya diri atas apa yang ia miliki. Anak akan selalu menganggap anak-anak lain lebih baik darinya. Hasilnya, ia hanya akan lebih fokus pada kehidupan orang lain

  • Depresi

Saat terus-terusan dibandingkan dengan anak lain, ia akan merasa tertekan dan depresi. Terlebih lagi ketika orang tua memiliki harapan besar yang ia rasa hal itu mustahil untuk diwujudkan.

  • Tertutup

Setelah mengalami depresi, si anak akan mulai tertutup kepada orang tuanya. Ia enggan bercerita apapun kepada kedua orang tuanya, karena si anak merasa apa yang ia lakukan selama ini tak pernah diapresiasi. Kemudian ia memilih untuk diam, bahkan memilih menjauh dari orang tuanya.

  • Persaingan Antar Saudara

Ketika orang tua memuji anak lain di hadapannya, sangat memungkinkan dia akan mulai membenci anak tersebut, tak terkecuali saudara kandungnya sendiri. Rasa benci itu akan memicu terjadinya berbagai persaingan. Persaingan fisik (berkelahi) adalah hal yang harus paling dihindari.

  • Mencari Circle Baru

Mencari circle (lingkungan) baru adalah pilihan terakhir baginya. Ketika anak sudah berusaha tetapi tidak pernah mendapat pengakuan di rumahnya, maka si anak akan pergi mencari lingkungan baru yang lebih nyaman alias tidak betah di rumah.

Di akhir, penulis ingin membagikan satu motivasi yaitu, “Jika orang lain mampu membuat pesawat terbang dan saya hanya mampu membuat mobil, maka saya akan rakit mobil tersebut secepat pesawat terbang”. Terdengar mustahil sih, tetapi ia telah berhasil memilih jalannya sendiri dan tidak menyerupai orang lain. Tetap semangat dan percaya pada diri sendiri, ya. 

Share article

Latest articles