PPKM, Kebijakan Menguntungkan Siapa?

- Advertisement -
Foto: Reporter
(Dok. Pribadi)

Penulis: Tondini Alief Harahap

Saat ini angka penularan Covid-19 semakin meningkat di Indonesia, bahkan sudah memasuki gelombang kedua Covid-19 dan ketiga. Menurut laman web informasi penanganan Covid-19 pada 7 Desember sudah tercatat lebih dari empat juta lebih orang yang terpapar.

Berbagai spekulasi mulai datang dari mendukung kebijakan pemerintah hingga menolak secara mentah. Salah satu kebijakan yang diterapkan, yaitu Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Kebijakan ini berhasil melahirkan asumsi liar publik. Kebijakan ini harusnya dapat perhatian dari pemerintah. Pemerintah harus lebih menyoroti rakyat yang harus tetap sejahtera dari segi ekonomi. 

- Advertisement -

Hal itu seharusnya bisa menjadi perhatian kita bersama, karena ketika rakyat sudah mulai kebingungan mencari penghasilan, maka akan lahir sebuah kecemasan yang menghasilkan tidak bisa terkendalinya hal tersebut. Kembali membahas PPKM, kita bisa lihat kebijakan ini berhasil menyulut emosi berbagi kalangan, karena kebijakan ini mereka harus menutup usahanya. 

Pemerintah membuka opsi membuka usaha dengan pembatasan jam dan tidak boleh makan di tempat jika itu usaha kuliner. Ada hal yang menjadi perhatian bersama di mana adanya tindakan yang kurang koperatif dari para aparat negara dalam hal membubarkan kerumunan di tempat usaha kuliner.

Hal itu bisa terlihat dengan jelas dengan maraknya postingan di sosial media yang memperlihatkan beberapa tragedi di mana ada oknum aparat negara yang membubarkan kerumunan dengan tindak arogansi dan hal tersebut menuai kecaman dari berbagai pihak. 

Sungguh miris ketika melihat hal ini di mana sebenarnya ada opsi yang bisa diambil aparat dengan memilih jalan diskusi untuk membubarkan kerumunannya. Dari situlah mulai banyak pertanyaan muncul sebenarnya PPKM ini menguntungkan siapa? Apakah demi menurunkan angka Covid atau hanya demi kepentingan sebagian kelompok saja.

Kendati dengan berkembangnya pro dan kontra, kita harus apresiasi kinerja pemerintah dalam hal menurunkan angka penyebaran Covid 19 ini, karena pemerintah mengambil langkah ini dengan pertimbangan yang matang dan sudah melalui proses yang panjang. 

PPKM juga diterapkan guna menekan angka penyebaran Covid-19, tetapi masih belum siapnya kita dalam menghadapi kebijakan ini, mulai dari belum adanya penanganan lanjutan bagi rakyat yang tetap di suruh di rumah aja. Mereka yang memiliki penghasilan lumayan tinggi dapat tertawa riang menikmati waktunya bersama keluaga, namun bagaimana dengan rakyat yang pendapatannya hanya cukup digunakan untuk makan sehari saja. Kebijakan ini sangat menyiksa dan menyebabkan dilematis masyarakat yang dihadapkan oleh pilihan diam dan pasrah atau mulai melawan kebijakan guna mendapat makan di luar. 

1 KOMENTAR

  1. Belajar lagi yg banyak, pemerintah rugi miliaran per hari ketika PPKM, karna ekonomi berhenti pemasukan dr pajak seret. Nulis kok pake dengki, bawa2 nama kampus pula, malu cil

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share article

Latest articles