Kesehatan atau Perekonomian?

(Redaktur Artistik/Dok. Pribadi)

Penulis: Lazha Taya Aqnieszka

Sampai saat ini, Indonesia masih dipandang belum berhasil untuk menurunkan kasus Covid-19. Bahkan terkadang pun banyak tampara dan kritikan dari negara lain yang mengatakan bahwa Indonesia tidak mampu dalam melawan penyebaran Covid-19.

Kurva kasus terpapar Covid-19 di Indonesia belum menurun hingga saat ini, jika menurun pun hanya sedikit. Dikutip dari Detik.com, ada 3.128 kasus baru Covid-19 yang terkonfirmasi pada hari Sabtu (5/9/2020). Total kasus terkonfirmasi saat ini sudah mencapai 190.665 kasus, semenjak Covid-19 mewabah di Indonesia.

Adanya Covid-19 tak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat Indonesia saja. Akan tetapi, juga pada sistem perekonomiannya. Di tengah pandemi yang belum selesai ini, Indonesia juga mengalami keguncangan dalam menstabilkan sistem perekonomian. Indonesia mengalami penurunan ekonomi yang sangat drastis.

Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 terkontraksi secara tajam yakni, minus 5,32 persen. Jokowi pun meminta semua pihak bangkit dari keterpurukan ekonomi agar Indonesia tidak jatuh ke jurang resesi di kuartal III tahun ini, di lansir dari Liputan6.com.

Perekonomian Indonesia yang kini sudah minus 5,32 persen membuat pemerintah lebih berhati-hati dalam menyikapi hal tersebut. Pasalnya, jika itu tidak diperhatikan maka, bisa jadi Indonesia masuk kedalam jurang resesi.

Pemulihan perekonomian di masa Covid-19 ini tak semudah membalikkan telapak tangan. Pemerintah harus membagikan fokusnya terhadap dua hal yang sama pentingnya. Kesehatan atau perekonomian? Keduanya tak bisa ditinggalkan. Sulit jika mementingkan salah satunya. Seperti yang kita ketahui jika pemerintah terlalu fokus terhadap perekonomian maka, kesehatan terbengkalai. Dan hal tersebut membuat kasus Covid-19 makin meningkat. Begitu juga sebaliknya.

Kita tak bisa begitu saja membiarkan pemerintah membangun kembali perekonomian dengan sendiri. UMKM di Indonesia juga merupakan salah satu yang dapat membantu mengubah angka minus pada perekonomian Indonesia tersebut menjadi positif. Kini, beberapa UMKM sudah diperbolehkan untuk beroperasi dengan tetap menggunakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. Hal tersebut dilakukan untuk tetap mendukung perekonomian Indonesia. Akan tetapi, masih banyak di antara kita yang masih acuh tak acuh terhadap protokol kesehatan tersebut. Haruskah kita terpapar dulu baru bisa disiplin dan patuh? Mari berbenah diri!

Latest articles

It’s Okay: Perjalanan Mencari Jati Diri

Judul : It's Okay to Not Be Okay atau Psycho But It’s Okay Genre : Romansa-Drama Sutradara : Park Shin-woo Penulis : Jo...

Tatang Koswara: Sniper Kaliber Dunia

Judul buku : Satu Peluru Satu Musuh Jatuh: Tatang Koswara Sniper Kaliber Dunia Penulis : A. Winardi Penerbit : Penerbit Buku Kompas Tahun...

Satgas Covid-19 Jabarkan Tingkat Kesembuhan Semakin Meningkat

Medan, Dinamika Online -Dilansir dari laman resmi Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito menjabarkan tingkat kesembuhan pasien Covid-19 dalam seminggu terakhir. Tercatat pertanggal 22 September, jumlah...

Addin 322: Bersahabat dengan Al-Qur’an

Penulis: Rafika Hayati Dalimunthe Al-Qur’an adalah kitab mulia yang diturunkan Allah subḥānahu wa ta’āla kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam dan menjadi tuntunan serta pedoman...

SEMA FSH Helat Diskusi Bedakan Fakta dan Hoaks

Medan, Dinamika Online – Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Syariah Dan Hukum (FSH) mengadakan diskusi media dengan tema "Membedakan Fakta Dan Hoaks". Pemateri pelatihan ini...