Kejahatan Siber Meningkat, Bagaimana Harus Bersikap?

- Advertisement -
Foto: Editor
(Dok. Prbadi)

Penulis: Rindiani

Banyaknya pengguna internet di kalangan masyarakat dan berbagai bidang kehidupan sering menimbulkan persoalan-persoalan hukum, seperti penipuan, pencurian, pembobolan, dan merusak data. Penyebaran virus digital ini sering disebut cyber crime atau kejahatan siber.

Kejahatan siber merupakan aktivitas ilegal yang digunakan oleh pelaku kejahatan dengan menggunakan teknologi sistem informasi jaringan komputer secara langsung menyerang teknologi sistem informasi dari korban. 

- Advertisement -

Hal ini didukung dengan adanya pandemi Covid-19 yang membuat masyarakat lebih banyak beraktivitas di media sosial dan mengubah pola hidup cenderung mengandalkan internet. Hal tersebut membuat tren kejahatan siber meningkat. 

Menurut laman Kompas.com, Hinsa Siburian selaku Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengatakan kejahatan siber meningkat di masa pandemi selama 2021 sebanyak 888.711.736 serangan siber. Data tersebut merupakan data yang dihimpun sejak Januari hingga Agustus 2021 lalu.

Menanggapi hal tersebut, lantas bagaimana harus bersikap? Penulis mengutip dari Koran Sindo bahwa sikap yang harus dilakukan para pengguna internet, yaitu melindungi gadget untuk perlindungan data, seperti menggunakan pin, kata kunci, sidik jari (finger print) dan pendeteksi wajah oleh pemilik gadget, serta senantiasa mengganti kata kuncinya.

Selanjutnya, kita sebagai pengguna internet harus menumbuhkan sikap waspada dan bijak dari diri sendiri dengan mengamankan data. Jangan sembarang membagikan informasi pribadi seperti email, nomor KTP atau KK, dan backup data secara rutin. Lalu, ketika gadget berpindah tangan atau hilang, segera lapor pihak yang berwenang.

Ketika ada URL yang mencurigakan, maka segera abaikan dan senantiasa gunakan enkripsi data yang bertujuan untuk keamanan agar tidak dapat dibaca tanpa bantuan pengetahuan khusus. 

Selanjutnya, menjaga konektivitas (layanan bluetooth, dan Wi-Fi). Pastikan layanan bluetooth dan Wi-Fi gadget mati saat tidak digunakan, karena bisa saja menjadi pemicu pencurian data. Terakhir, perbaharui software yang digunakan, sebab software yang jarang diperbaharui rentan akan kejahatan siber. 

Intinya, kita perlu mengawasi diri dan tidak sembarangan membagikan informasi pribadi, sehingga kejahatan tersebut tidak terjadi. Bijaklah menggunakan gadget dan berselancar di media sosial. Hindari panggilan atau pesan yang memberikan undian berhadiah. Jangan mudah percaya dan berakhir menjadi korban penipuan. Semoga para pembaca dan kita semua terhindar dari kejahatan siber, amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share article

Latest articles