Kebijakan yang Tidak Bijak

Foto: Dok. Pribadi

Penulis: Anisa Rizwani 

Sudah empat bulan Indonesia berjuang melawan pandemi. Sejak itu pula, berbagai kebijakan telah dikeluarkan pemerintah demi menjaga stabilitas kehidupan bernegara di tengah wabah. Tentu, kerja-kerja pemerintah sangat layak diapresiasi. Namun, sayangnya tidak semua keputusan-keputusan itu membikin hati rakyat lega. Belakangan, ada kebijakan pemerintah yang justru mengundang denyut kepala, hingga menuai kontroversi, protes, dan evaluasi di sana sini.

Sebut saja soal kartu prakerja, yang digadang-gadang dapat menstimulasi tumbuh kembang perekonomian di masa seperti sekarang. Tetapi, malah memicu protes dari berbagai pihak. Melansir dari Tempo.co, di parlemen partai ramai-ramai mengkritisi program yang menghabiskan anggaran Rp20 trilliun itu. Bahkan secara terang-terangan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta pemerintah segera melakukan audit, karena telah ditemukan berbagai penyelewengan. Di antaranya; pendaftaran calon penerima manfaat kartu tersebut tidak sesuai dengan data di Kementerian Ketenagakerjaan, adanya konflik kepentingan karena paket pelatihan yang diberikan merupakan milik dari mitra lima platform yang jelas melenceng dari pakem, PP No. 36 tahun 2020, konten pelatihan yang kurang tepat hingga dugaan adanya pelatihan fiktif. Alhasil KPK menyarankan pemerintah menangguhkan program tersebut. 

Lalu di saat kesehatan harusnya menjadi prioritas, pemerintah malah menaikkan iuran sistem jaminan kesehatan. Berdasarkan data yang dihimpun saluranYoutube Watchdoc Documentary, dengan alasan defisit Kementrian Keuangan (Kemenkeu) meminta BPK mengaudit BPJS Kesehatan, ketika publik meminta hasil audit, presiden justru membuat keputusan kenaikan iuran BPJS. Diinisiasi sejumlah warga, menggugat kenaikan iuran ke Mahkamah Agung (MA) dan dikabulkan pada Maret 2020, sehingga BPJS batal naik. 

Pada Maret 2020, Komisi Informasi Pusat (KIP) memerintahkan BPKP membuka hasil audit, namun ditolak. BPKP memilih membawa masalah ke PTUN serta menyerahakan urusan ke Kemenkeu. Kemenkeu pun menolak hasil audit dengan alasan dapat merugikan ekonomi dan bersifat rahasia. Hasilnya iuran tetap naik, dan tarif baru mulai berlaku 1 Juli. Hingga kini menurut laporan Kompas.com, Indonesia Corruption Watch (ICW) sedang mempertimbangkan mengajukan banding terhadap putusan PTUN Jakarta yang membatalkan hasil audit BPJS disampaikan secara terbuka. Jelaslah, ketika Singapura, Jepang, dan Australia memberi tunjangan kesehatan kepada warganya, rezim negeri ini justru membuat rakyat “semakin” sakit.

Dan yang baru-baru ini juga menyulut kontroversi ketika Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelontorkan anggaran sebesar Rp168 milliar untuk hadiah pemenang sayembara video inovasi tatanan normal baru bagi pemerintah daerah. Hal ini dinilai “nyeleneh” sebab anggaran tersebut dinilai lebih baik digunakan sebagai insentif penanganan Covid-19 di daerah dengan kasus tertinggi. 

Hingga pemenang telah diumumkan Mendagri, Tito Karnavian masih bersusah payah meyakinkan bahwa bahwa keputusannya tidak untuk menghamburkan uang. Kepada Detik.com, Tito menegaskan lomba video ini bukan untuk menghamburkan uang. tetapi agar daerah berlomba-lomba mempersiapkan tatanan baru (new normal). Akan tetapi publik telah terlanjur paham jika hanya untuk mengkampanyekan protokol kesehatan, ada gugus tugas penanganan Covid-19 dan Kementerian Komunikasi dan Informatika yang pastinya lebih mempuni membuat video simulasi.

Begitulah alih-alih berbuah bijak, malah terkesan cacat. Memang segala sesuatunya butuh koreksi, untuk menjadi lebih baik. Semoga para petinggi negeri semakin bijak memilah program perioritas serta kebijakan di masa-masa sulit begini. Agar rakyat terus merasa aman terlindungi, terpenuhi segala hak-haknya, nyaman hidup di bumi pertiwi tanpa takut keadilan memiliki syarat dan ketentuan. 

 

Latest articles

Beramal Baiklah Layaknya Seperti Lebah

Penulis : Khoiriah Syafitri “Teruslah berbuat kebaikan dan jangan pernah bosan. Sebab tidak ada balasan untuk kebaikan melainkan kebaikan itu juga bahkan kebaikan yang lebih...

Masih Bertahan dalam Bosan?

Penulis: Muhammad Tri Rahmat Diansa Beberapa bulan sudah terlewat dan kita masih dipisahkan oleh jarak, sebab pandemi yang seolah tak ingin mengakhiri. Rasa bosan, jenuh,...

Tingkatkan Generasi Qur’ani, JPRMI Adakan Tablig Akbar

Medan, Dinamika Online - Dalam rangka meningkatkan generasi qur’ani organisasi Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) mengadakan kajian tabligh akbar dengan mengusung tema...

It’s Okay: Perjalanan Mencari Jati Diri

Judul : It's Okay to Not Be Okay atau Psycho But It’s Okay Genre : Romansa-Drama Sutradara : Park Shin-woo Penulis : Jo...

Tatang Koswara: Sniper Kaliber Dunia

Judul buku : Satu Peluru Satu Musuh Jatuh: Tatang Koswara Sniper Kaliber Dunia Penulis : A. Winardi Penerbit : Penerbit Buku Kompas Tahun...