Bingung Memilih Calon Kepala Daerah? Simak Tip ini!

(Desain oleh/Isra Della Aulia)

Penulis: Isra Della Aulia dan Tiara Wulandari

Pilkada akan dilaksanakan secara serentak pada Rabu, 9 Desember 2020 di 270 wilayah di Indonesia, meliputi 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota. Sebelumnya, para pasangan calon (paslon) telah melaksanakan masa kampanye untuk mengolaborasikan visi dan misi serta menarik perhatian publik untuk menambah kredit poin dalam memenangkan pilkada.

Selain itu, tidak sedikit masyarakat yang merasa dilema ketika dihadapkan dengan pilihan yang akan menentukan nasib mereka dan daerahnya dalam 5 tahun ke depan. Bukannya tidak mungkin, dilema tersebut akan berdampak pada meningkatnya angka golput atau bisa jadi tidak maksimal dalam menggunakan hak pilihnya karena merasa salah memilih.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut tip yang dapat dipelajari dalam memilih calon kepala daerah. Agar tidak merasa salah pilih atau merasa sama sekali tidak punya pilihan, simak tip berikut.

Cari Tahu Rekam Jejak Paslon

Tidak sekadar mengenal nama, akan tetapi kenali juga latar belakang pasangan calon. Mulai dari biodata, prestasi, kinerja, status sosial, masa lalu, dan lain sebagainya. Dengan begitu, kita akan memperoleh informasi yang dapat dijadikan pertimbangan. Tidak hanya dengan elektabilitas yang dimiliki, tetapi juga dipandang kredibel dan berkompeten dalam memimpin suatu daerah.

Kenali Visi Misi

Jangan sampai tidak tahu visi dan misi dari para paslon. Karena visi dan misi merupakan bagian terpenting. Dari visi dan misi yang diajukan, kita akan dapat menyesuaikan segala hal yang menjadi kebutuhan serta masalah yang ada di daerah dalam upaya membangun kemajuan dan kesejahteraan suatu daerah.

Kritisi Program Yang Diajukan

Setiap paslon pasti selalu menawarkan program yang bagus dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan kemajuan suatu daerah. Akan tetapi, tidak sedikit orang yang merasa salah pilih dan keliru terhadap janji yang ditawarkan. Untuk itu, program yang diajukan pastinya bersifat realistis untuk diwujudkan.

Editor : Yaumi Sa’idah